Breaking News
light_mode
Trending Tags

DR Diah Srikandi Jadi Narasumber FGD Kementerian PPPA Bahas Kesehatan Reproduksi Berketahanan Iklim

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim (RAN GPI) yang terdiri dari 5 area prioritas dan 7 sektor stragegis.

RAN GPI disusun untuk memberikan panduan aksi bagi K/L dan Pemerintah Daerah dalam menguatkan langkah-langkah pengendalian perubahan iklim dengan mengintegrasikan perspektif gender dan inklusi sosial serta memunculkan target kesetaraan gender dalam langkah-langkah tersebut.

Dalam upaya menerjemahkan RAN GPI ke tingkat yang lebih teknis, Kementerian PPPA dengan dukungan UNFPA Indonesia saat ini tengah menyusun Strategi Implementasi RAN GPI Sektor 6 untuk Isu Kesehatan Reproduksi.

Strategi Implementasi ini menjadi penting untuk memberikan panduan kepada K/L dan Pemda dalam mengimplementasikan program dan kebijakan reproduksi remaja untuk mendukung kesetaraan gender dan aksi iklim.

Untuk itu, Kementerian PPPA mengadakan FGD Penyusunan Strategi Implementasi RAN GPI Sektor 6 untuk isu kesehatan reproduksi di Sanur Resort Watujimbar, Jalan Danau Tamblingan Nomor 99A, Sanur, Bali, Rabu, 29 Oktober 2025.

DR. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., SE.,MM., selaku Tim Ahli Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak menjadi Narasumber FGD Kementerian PPPA dengan mengambil tema “Kesehatan Reproduksi Berketahanan Iklim”.

Dalam pemaparannya, Tim Ahli Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak, DR. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., SE.,MM., yang akrab disapa Gek Diah Srikandi menyebutkan Kesehatan Reproduksi berarti kondisi fisik, mental dan sosial yang baik dalam semua hal yang terkait system reproduksi dan prosesnya.

Sementara itu, Berketahanan Iklim adalah kemampuan sistem atau komunitas untuk bertahan, beradaptasi dan pulih dari dampak perubahan iklim (suhu ekstrem, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, kerusakan lingkungan) dengan tetap menjaga fungsi normal.

“Perubahan iklim tidak hanya soal lingkungan, ia berdampak ke sektor Kesehatan, termasuk Kesehatan reproduksi. Contohnya, suhu ekstrem, bencana alam, kerusakan lingkungan dapat mempengaruhi kehamilan, kesuburan, akses layanan Kesehatan reproduksi,” kata Gek Diah Srikandi.

Dengan memadukan perspektif” Ketahanan Iklim” ke dalam program Kesehatan reproduksi berarti bisamempersiapkan layanan, edukasi dan kebijakan, supaya tetap efektif meskipun terjadi perubahan iklim/kondisi ekstrem.

Lebih lanjut Gek Diah Srikandi menyebutkan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan reproduksi.

– Paparan suhu ektrem (panas atau dingin) pada kehamilan: dapat meningkatkan resiko kelahiran premature, gangguan pertumbuhan janin, hipertensi kehamilan.

– Perubahan iklim mengakibatkan kerusakan alam, polusi, gangguan pangan & gizi serta mempengaruhi status gizi ibu hamil, dan ini berimplikasi Kesehatan reproduksi

Akses layanan kesehatan reproduksi bisa terganggu, saat bencana iklim atau kondisi ekstrem (infrastruktur rusak, transportasi terganggu, prioritas berubah)

“Kerentanan gender dan sosial terkait perempuan, remaja perempuan, kelompok rentan menjadi lebih terdampak terutama di konteks perubahan iklim. Misalnya, di daerah terdampak bencana, kekerasan berbasis gender dan seks (KBGS) meningkat,” terangnya.

Untuk membuat program kesehatan reproduksi menjadi berketahanan iklim, beberapa aspek utama harus diperhatikan :

a. Penilaian kerentanan dan kapasitas

Menilai seberapa rentan komunitas/sistem (ibu hamil, remaja, penyedia layanan) terhadap dampak perubahan iklim misalnya: Lokasi rawan banjir/gelombang panas, infrastruktur Kesehatan lemah, akses transportasi sulit.

b. Adaptasi dan Mitigasi

Adaptasi: menyiapkan sistem layanan kespro yang tahan terhadap cuaca ekstrem. Misalnya fasilitas yang punya alat cadangan, rute evakuasi, layanan mobile, edukasi khusus,

Mitigasi: mengurangi penyebab perubahan iklim juga penting, misalnya fasilitas Kesehatan yang hemat energi, pengelolaan limbah, kebijakan Kesehatan & lingkungan yang bersinergi.

c. Integrasi Lintas Sektor

Kesehatan reproduksi yang berketahanan iklim bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan saja, tapi melibatkan lingkungan, pendidikan, gender, perlindungan sosial, infrastruktur.

Misalnya: program Yayasan IPAS Indonesia yang menggabungkan Kesehatan reproduksi dan krisis iklim di Sulawesi Tengah

d. Edukasi dan Pemberdayaan Komunitas

Masyarakat (termasuk remaja dan Perempuan) perlu memahami dampak perubahan iklim terhadap reproduksi, bagaimana melindungi diri, mengakses layanan.

Edukasi harus kontekstual dan inklusif (memperhatikan gender, sosial ekonomi, penyandang disabilitas).

Beberapa strategi yang bisa diterapkan:

a.Pastikan layanan kesehatan reproduksi (kehamilan, persalinan, KB, infeksi menular seksual) tetap tersedia dalam kondisi darurat iklim (bencana, panas ekstrem, kekeringan)

b. Penguatan infrastruktur kesehatan fasilitas yang tahan banjir, Listrik Cadangan, transportasi darurat, kolaborasi dengan BPBD/Lembaga bencana lainnya.

c.Integrasi data iklim dan kesehatan menggunakan informasi cuaca ekstrem untuk mempredikasi lonjakan kebutuhan layanan, memperkuat sistem peringatan dini.

d. Fokus pada kelompok rentan remaja Perempuan, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, Masyarakat di daerah terpencil.

e.Peningkatan kualitas gizi dan sanitasi (WASH) sebagai bagian dari ketahanan iklim dan Kesehatan reproduksi.

f. Advokasi Kebijakan Memastikan program Kesehatan reproduksi mencakup aspek perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan

g. Edukasi Masyarakat tentang hubungan antara lingkungan, iklim dan kesehatan reproduksi (misal: bagaimana polusi, panas ekstrem dapat memperngaruhi kehamilan)

h. Monitoring dan evaluasi dengan mengukur intervensi berhasil memperkuat ketahanan, baik di bidang reproduksi maupun kesehatan umum.

Untuk itu, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti banjir, gelombang panas, kekeringan. Bahkan, di Bali/Denpasar bisa relevan terhadap wisata, urbanisasi, perubahan lingkungan, perlu adaptasi lokal (akses layanan Kesehatan reproduksi saat bencana, posyandu, bidan, distribusi kontrasepsi, transportasi).

Bahkan, kegiatan ini sangat membutuhkan keterlibatan Pemerintah Paerah, Dinas Kesehatan, lingkungan hidup, organisasi masyarakat untuk menyusun rencana adaptasi yang konstekstual.

Sangatlah penting untuk menggabungkan edukasi di sekolah, komunitas mengenai hubungan antara iklim dan kesehatan reproduksi sehingga generasi muda lebih siap,” urainya.

Kemudian, Gek Diah Srikandi menegaskan perubahan iklim memiliki dampak nyata terhadap kesehatan reproduksi, baik secara langsung (suhu ekstrem, polusi) maupun tidak langsung (akses layanan, gizi, kekerasan).

Untuk itu, program kesehatan reproduksi harus dikembangkan dengan pendekatan ketahanan iklim agar tetap efektif di masa depan.

“Sangat perlu melibatkan berbagai sektor, fokus ke kelompok rentan, penguatan infrastruktur dan edukasi adalah kuncinya. Di Indonesia, termasuk Bali, penting untuk mengintegrasikan isu ini dalam kebijakan lokal dan program komunitas,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Putri Suastini Koster Ingin Lahir Generasi Pembaca Puisi yang Mampu “Menghidupkan” Karya Sastra

    Ibu Putri Suastini Koster Ingin Lahir Generasi Pembaca Puisi yang Mampu “Menghidupkan” Karya Sastra

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BULELENG — Penampilan Ibu Gubernur Bali, Putri Suastini Koster, saat membacakan puisi Sumpah Kumbakarna pada Parade Puisi dan Akustik bertajuk Nuansa Harmoni di Kabupaten Buleleng sukses memukau penonton di Gedung Puri Seni Sasana Budaya, Singaraja, Sabtu (23/5). Dengan penghayatan kuat dan teknik vokalisasi yang matang, Ibu Putri Koster seolah menghadirkan langsung sosok Kumbakarna di atas […]

  • Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Para Kasat hingga Kapolsek Jajaran

    Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Para Kasat hingga Kapolsek Jajaran

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Cirebon, jarrakpos.com – Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) para Kasat hingga Kapolsek jajaran, Jumat (14/2/2025). Upacara sertijab tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon. Adapun sejumlah jabatan di lingkungan Polresta Cirebon yang melaksanakan sertijab diantaranya Kasat Reskrim dari KOMPOL SISWO DE CUELLAR TARIGAN, S.H., S.I.K., M.M […]

  • Dipimpin Langsung Dandim, Kodim 1611/Badung Gelar Upacara Militer Pelepasan Jenazah Almarhum Peltu A. Agung Gede Putra Wirata.

    Dipimpin Langsung Dandim, Kodim 1611/Badung Gelar Upacara Militer Pelepasan Jenazah Almarhum Peltu A. Agung Gede Putra Wirata.

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 20
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Suasana duka dan kekhusyukan menyelimuti Rumah Duka di Jalan Lettu Wayan Sutha, Sukawati, Gianyar, pada Kamis, 30 Juli 2026. Kodim 1611/Badung melaksanakan upacara militer pemberangkatan dan perabuan jenazah Almarhum Peltu Anak Agung Gede Putra Wirata, personel Kodim 1611/Badung yang telah berpulang ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Almarhum meninggal dunia di […]

  • Wantilan Tukadaya Disorot Polda Bali: Dana Rp130 Juta Diduga Raib, Kasus Korupsi BKK Badung Memanas

    Wantilan Tukadaya Disorot Polda Bali: Dana Rp130 Juta Diduga Raib, Kasus Korupsi BKK Badung Memanas

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JEMBRANA — Penanganan dugaan korupsi pembangunan Wantilan Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dipastikan belum berhenti. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melalui Unit Tipikor Polda Bali disebut masih serius mendalami aliran dana proyek yang bersumber dari bantuan keuangan khusus (BKK) Kabupaten Badung tahun anggaran perubahan 2023 senilai Rp630 juta. Kasus ini kembali menjadi perhatian publik […]

  • Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (31/3/2026). Lebih jauh, Ibu […]

  • Buntut Video Asusila Viral, Imigrasi Ngurah Rai Berhasil Amankan Dua WNA Saat Akan Tinggalkan Bali

    Buntut Video Asusila Viral, Imigrasi Ngurah Rai Berhasil Amankan Dua WNA Saat Akan Tinggalkan Bali

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan dua Warga Negara Asing (WNA) yang diduga terlibat dalam video asusila yang sempat viral di media sosia dan platform digital lainnya. Kedua WNA tersebut adalah MMJ (Perempuan, 23 tahun) asal Prancis dan NBS (Laki-laki, 24 tahun) asal Italia. Keduanya diamakan oleh Petugas. Pemeriksaan di Tempat Pemeriksaan […]

expand_less