Breaking News
light_mode
Trending Tags

Era Baru Sampah Bali, Dari TPA ke Rumah: Lestari Bio Composter Jadi Solusi Mandiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Bali memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Mulai 1 April 2026, kebijakan tegas diberlakukan: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung tidak lagi menerima sampah organik.

Kebijakan ini menjadi titik balik sekaligus tantangan besar bagi masyarakat. Selama ini, ribuan ton sampah di Bali—yang sebagian besar merupakan sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur—langsung dibuang ke TPA tanpa pengolahan.

Diperkirakan lebih dari 60 persen sampah di Bali adalah sampah organik. Kini, seluruh beban pengelolaannya berpindah ke sumber, yakni rumah tangga, restoran, hotel, hingga pelaku usaha.

Konsekuensinya tidak ringan. Tanpa sistem pengolahan mandiri, sampah berpotensi menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, memicu munculnya hama, hingga meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.

Pemerintah bahkan menegaskan bahwa sampah yang tidak dipilah tidak wajib diangkut. Artinya, masyarakat tidak lagi bisa bergantung sepenuhnya pada sistem lama.

Di tengah situasi ini, hadir solusi berbasis teknologi ramah lingkungan: Lestari Bio Composter.

Sistem komposter modern ini dirancang untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya. Dengan kapasitas pengolahan antara 50 hingga 100 kilogram per minggu, alat ini mampu mengurangi volume sampah hingga 80 sampai 90 persen, sekaligus mengubahnya menjadi pupuk organik yang bermanfaat.

Lestari Bio Composter menggunakan sistem tertutup yang mampu mengurangi bau dan mencegah hama, serta dilengkapi aerasi terkontrol untuk mempercepat proses dekomposisi dan mengurangi emisi gas metana.

Material yang digunakan pun dirancang tahan lama dan ramah lingkungan, seperti fiberglass, polypropylene, dan high density polyethylene, sehingga cocok untuk penggunaan jangka panjang di iklim tropis Bali.

Teknologi ini fleksibel dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, kafe, restoran kecil, hingga villa dan komunitas.

Lebih dari sekadar alat, kehadiran komposter ini menjadi simbol perubahan paradigma. Sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Transformasi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama.

Rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata kini dituntut untuk menjadi bagian dari solusi, bukan lagi sekadar penghasil sampah.

Tanpa langkah konkret, dampaknya tidak hanya dirasakan pada lingkungan, tetapi juga pada reputasi bisnis, khususnya sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Dengan demikian, kehadiran solusi seperti Lestari Bio Composter menjadi semakin relevan di tengah perubahan kebijakan ini.

Bali kini berada di persimpangan: tetap bergantung pada pola lama yang tidak berkelanjutan, atau bertransformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang mandiri, modern, dan ramah lingkungan.

Pilihan itu kini ada di tangan seluruh elemen masyarakat. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ormas KITA dan Bapanas Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu di Bekasi

    Ormas KITA dan Bapanas Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu di Bekasi

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bekasi – Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tapi juga berbagi. Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menghadirkan ‘Bazar Murah’ di Yayasan Balarenik, Bekasi. Gelaran ini disambut antusias oleh warga. Tak hanya masyarakat umum, sebanyak 200 anak yatim piatu juga turut merasakan berkah dari acara ini. Sekjen KITA, Camelia Panduwinata Lubis, […]

  • Gubernur Koster Dukung Komunitas Driver Online Berbasis Desa Adat di Nusa Dua

    Gubernur Koster Dukung Komunitas Driver Online Berbasis Desa Adat di Nusa Dua

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi komunitas pengemudi taksi online yang tergabung dalam Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) di Jayasabha, Denpasar, pada Minggu (8/3) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan komunitas driver yang berbasis krama desa adat di kawasan pariwisata Nusa Dua. Menurut Koster, model pengelolaan transportasi yang […]

  • Menuju ETMC 2026, Bupati SBS Siapkan Revolusi Pembinaan Sepak Bola Malaka: Skuad Senior, Soeratin U13–U17, hingga Kompetisi Antar-SSB

    Menuju ETMC 2026, Bupati SBS Siapkan Revolusi Pembinaan Sepak Bola Malaka: Skuad Senior, Soeratin U13–U17, hingga Kompetisi Antar-SSB

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 11
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Pemerintah Kabupaten Malaka mulai menata serius pembinaan sepak bola menuju tahun 2026. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan PSSI Kabupaten Malaka, persiapan pemain PS Malaka senior untuk menghadapi ETMC 2026 di Flores Timur resmi dimulai pada Januari mendatang. Tidak hanya tim utama, Pemkab juga menyiapkan tim Soeratin U17 untuk berlaga di Kabupaten […]

  • Tim Advokasi untuk Kasus Tanah Nangahale Temui Wamen HAM

    Tim Advokasi untuk Kasus Tanah Nangahale Temui Wamen HAM

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Tim Advokasi Forum Komunikasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jabodetabek menemui Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto Sipin, Selasa (11/2/2025) sore di Jakarta. Tim Advokasi untuk Keuskupan Maumere, Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjelaskan kembali duduk soal sebenarnya tanah Nangahale milik keuskupan berdasarkan data yuridis dan data fisik. Wamen HAM Mugiyanto saat […]

  • Atasi Masalah Sampah dan Infrastruktur, DPRD Bali Jajaki Potensi Model Investasi PandAI

    Atasi Masalah Sampah dan Infrastruktur, DPRD Bali Jajaki Potensi Model Investasi PandAI

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua DPRD Provinsi Bali, I Dewa Made Mahayadnya, menerima kunjungan kerja kurator model investasi PandAI, Dmytro Tsykaliuk, di Kantor DPRD Bali pada Senin, 19 Januari 2026. Pertemuan strategis ini fokus membahas solusi inovatif dalam menangani tantangan lingkungan, keamanan investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata. Sinergi Atasi Krisis Lingkungan Salah satu […]

  • Antusias Pelanggan di Injeksi Laptop Kupang Layaknya Pasar Laptop

    Antusias Pelanggan di Injeksi Laptop Kupang Layaknya Pasar Laptop

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 955
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Minat loyalitas pelanggan tercermin dari antusias pelanggan atas produk atau jasa yang ditawarkan Injeksi Laptop Kupang. Toko Laptop yang baru berdiri 2 tahun silam itu menawarkan pengelaman yang berbeda dari yang lainnya. Masyarakat Kupang menyebutnya sebagai pasar laptop dan komputer. Satu-satunya toko laptop serta aksesoris laptop paling terlengkap dan paling termurah di Nusa […]

expand_less