Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akademisi UNHI, Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun ke Depan Sebagai Kontrak Lintas Generasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Komang Arya Mukti Maruti memandang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan sebagai panggilan tanggung jawab lintas generasi, khususnya bagi generasi muda Bali yang hidup di persimpangan sejarah dan masa depan.

Komang Arya menegaskan, pandangannya lahir bukan dari kepentingan politis maupun glorifikasi kepemimpinan tertentu, melainkan refleksi akademis sebagai bagian dari generasi muda Bali yang menerima warisan masa lalu sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke depan.

“Saya mencermati sebagai bagian dari generasi muda Bali yang hidup di persimpangan waktu, menerima warisan besar dari masa lalu, sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke masa depan,” terangnya, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Senin, 22 Desember 2025.

Penetapan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023, menurutnya justru memunculkan pertanyaan reflektif mengenai posisi generasi muda dalam pembangunan jangka panjang tersebut.

Ia menilai Haluan Pembangunan Bali 100 tahun tidak boleh dimonopoli oleh satu periode, satu kepemimpinan, atau satu generasi.

Ia mengingatkan, jika generasi muda hanya menjadi penonton, maka Haluan Pembangunan Bali sebesar apa pun akan kehilangan makna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Haluan Pembangunan Bali Masa Depan tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan semata, tetapi harus diposisikan sebagai kontrak lintas zaman yang menuntut keterlibatan aktif generasi penerus.

Dalam pandangannya, Haluan Pembangunan Bali Masa Depan merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam realitas masyarakat Bali. Pancasila tidak dipahami sebagai teks normatif, melainkan sebagai laku hidup yang tercermin dalam hubungan manusia dengan alam, relasi sosial, dan penghormatan terhadap budaya, yang hadir secara sakala dan niskala.

Sebagai generasi muda, Komang Arya membaca Haluan Pembangunan Bali bukan sekadar pedoman administratif, melainkan pengingat moral tentang hubungan manusia dan alam yang telah lama diwariskan leluhur Bali.

Pada titik inilah, generasi muda dituntut bersikap kritis terhadap model pembangunan yang bersifat eksploitatif.

Haluan Bali 100 Tahun ke Depan secara sadar memilih jalan harmonisasi antara alam, manusia, dan kebudayaan. Pembangunan Bali ditegaskan tidak boleh berjalan liar, sektoral, dan pragmatis, melainkan harus terencana, terpola, serta terintegrasi dalam semangat Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.

Dalam konteks ekonomi, ketergantungan Bali terhadap pariwisata massal menjadi refleksi penting. Selama puluhan tahun, pertumbuhan pariwisata kerap melampaui kemampuan Bali menjaga daya dukung alam dan sosial.

Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, menurutnya, tidak menolak pariwisata, tetapi mengoreksi arah melalui konsep ekonomi hijau, berbasis sumber daya lokal, bernilai tambah, dan berkelanjutan yang dirumuskan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Bagi generasi muda, Ekonomi Kerthi Bali dipandang bukan sekadar jargon politik, melainkan jawaban atas tantangan nyata dalam menciptakan usaha, inovasi, dan lapangan kerja tanpa mengorbankan alam serta identitas budaya Bali.

“Bagaimana menjadi modern tanpa tercerabut dari akar. Bagaimana bersaing secara global tanpa kehilangan kepribadian Bali. Optimisme Haluan Bali Masa Depan juga bertumpu pada kekuatan kebudayaan Bali yang telah terbukti lentur dan adaptif serta menjadikan kebudayaan sebagai hulu pembangunan adalah pilihan strategis sekaligus keberanian ideologis,” paparnya.

Ia menekankan pesan penting bagi generasi muda bahwa budaya bukan beban masa lalu, melainkan energi masa depan. Namun, optimisme tersebut harus diiringi kerja serius, konsisten, dan bertanggung jawab. Generasi muda tidak cukup hanya merasa bangga, tetapi harus terlibat aktif dalam pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya dengan pendekatan yang relevan dengan zamannya.

Menurutnya, sikap netral dan akademis justru menuntut konsistensi pada nilai dan keberanian bersikap kritis. Mendukung Haluan Pembangunan Bali Masa Depan bukan berarti membela kekuasaan tertentu, melainkan menjaga keberlanjutan Bali itu sendiri.

Ia berharap, melalui kesadaran kolektif lintas generasi, Bali seratus tahun ke depan tetap menjadi Bali yang utuh secara nilai, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis.

“Astungkara, ini bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (red).

Akademisi UNHI, Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun ke Depan Sebagai Kontrak Lintas Generasi

Generasi Muda Bali Diminta Tak Jadi Penonton Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125

Akademisi UNHI Denpasar,
Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun Masa Depan Sebagai Refleksi Generasi Muda Jaga Alam, Budaya dan Identitas

DENPASAR |

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Komang Arya Mukti Maruti memandang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan sebagai panggilan tanggung jawab lintas generasi, khususnya bagi generasi muda Bali yang hidup di persimpangan sejarah dan masa depan.

Komang Arya menegaskan, pandangannya lahir bukan dari kepentingan politis maupun glorifikasi kepemimpinan tertentu, melainkan refleksi akademis sebagai bagian dari generasi muda Bali yang menerima warisan masa lalu sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke depan.

“Saya mencermati sebagai bagian dari generasi muda Bali yang hidup di persimpangan waktu, menerima warisan besar dari masa lalu, sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke masa depan,” terangnya, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Senin, 22 Desember 2025.

Penetapan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023, menurutnya justru memunculkan pertanyaan reflektif mengenai posisi generasi muda dalam pembangunan jangka panjang tersebut.

Ia menilai Haluan Pembangunan Bali 100 tahun tidak boleh dimonopoli oleh satu periode, satu kepemimpinan, atau satu generasi.

Ia mengingatkan, jika generasi muda hanya menjadi penonton, maka Haluan Pembangunan Bali sebesar apa pun akan kehilangan makna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Haluan Pembangunan Bali Masa Depan tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan semata, tetapi harus diposisikan sebagai kontrak lintas zaman yang menuntut keterlibatan aktif generasi penerus.

Dalam pandangannya, Haluan Pembangunan Bali Masa Depan merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam realitas masyarakat Bali. Pancasila tidak dipahami sebagai teks normatif, melainkan sebagai laku hidup yang tercermin dalam hubungan manusia dengan alam, relasi sosial, dan penghormatan terhadap budaya, yang hadir secara sakala dan niskala.

Sebagai generasi muda, Komang Arya membaca Haluan Pembangunan Bali bukan sekadar pedoman administratif, melainkan pengingat moral tentang hubungan manusia dan alam yang telah lama diwariskan leluhur Bali.

Pada titik inilah, generasi muda dituntut bersikap kritis terhadap model pembangunan yang bersifat eksploitatif.

Haluan Bali 100 Tahun ke Depan secara sadar memilih jalan harmonisasi antara alam, manusia, dan kebudayaan. Pembangunan Bali ditegaskan tidak boleh berjalan liar, sektoral, dan pragmatis, melainkan harus terencana, terpola, serta terintegrasi dalam semangat Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.

Dalam konteks ekonomi, ketergantungan Bali terhadap pariwisata massal menjadi refleksi penting. Selama puluhan tahun, pertumbuhan pariwisata kerap melampaui kemampuan Bali menjaga daya dukung alam dan sosial.

Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, menurutnya, tidak menolak pariwisata, tetapi mengoreksi arah melalui konsep ekonomi hijau, berbasis sumber daya lokal, bernilai tambah, dan berkelanjutan yang dirumuskan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Bagi generasi muda, Ekonomi Kerthi Bali dipandang bukan sekadar jargon politik, melainkan jawaban atas tantangan nyata dalam menciptakan usaha, inovasi, dan lapangan kerja tanpa mengorbankan alam serta identitas budaya Bali.

“Bagaimana menjadi modern tanpa tercerabut dari akar. Bagaimana bersaing secara global tanpa kehilangan kepribadian Bali. Optimisme Haluan Bali Masa Depan juga bertumpu pada kekuatan kebudayaan Bali yang telah terbukti lentur dan adaptif serta menjadikan kebudayaan sebagai hulu pembangunan adalah pilihan strategis sekaligus keberanian ideologis,” paparnya.

Ia menekankan pesan penting bagi generasi muda bahwa budaya bukan beban masa lalu, melainkan energi masa depan. Namun, optimisme tersebut harus diiringi kerja serius, konsisten, dan bertanggung jawab. Generasi muda tidak cukup hanya merasa bangga, tetapi harus terlibat aktif dalam pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya dengan pendekatan yang relevan dengan zamannya.

Menurutnya, sikap netral dan akademis justru menuntut konsistensi pada nilai dan keberanian bersikap kritis. Mendukung Haluan Pembangunan Bali Masa Depan bukan berarti membela kekuasaan tertentu, melainkan menjaga keberlanjutan Bali itu sendiri.

Ia berharap, melalui kesadaran kolektif lintas generasi, Bali seratus tahun ke depan tetap menjadi Bali yang utuh secara nilai, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis.
“Astungkara, ini bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Cikedung Encep Bersama Masyarakat Tangani Tanggul kali Pembuangan Siwalan yang Jebol!!

    Camat Cikedung Encep Bersama Masyarakat Tangani Tanggul kali Pembuangan Siwalan yang Jebol!!

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Memasuki musim penghujan diwilayah kabupaten Indramayu masyarakat di minta waspada bencana, hal ini tidak dapat dipungkiri karena hampir sebagian wilayah di Indramayu dilalui aliran sungai yang bermuara ke laut yang ada di Bibir pantai wilayah Indramayu. Kecamatan Cikedung yang wilayahnya dilalui aliran sungai besar dan kecil tak luput dari waspada bencana terutama ketika […]

  • Isra Mi’raj Disporasu

    Isra Mi’raj Disporasu

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Medan – Dispora Sumut (Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumatera Utara), melaksanakan kegiatan keagamaan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1416 Hijriah sekaligus memperingati Isra’ dan Mi’raj, dengan penuh nuansa kekeluargaan yang dihadiri unsur ASN, dilaksanakan BKM Al Umaro berlangsung, pada Kamis (27/02/2025) di Aula Dispora Sumut. Kadispora Sumut, M Mahfullah Pratama Daulay, dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan, […]

  • Bupati Lucky Hakim dan Dirjen Kemendikbud Kunjungi Situs Dampuawang, Temukan 13 Gumuk Tinggalan Masa Lalu

    Bupati Lucky Hakim dan Dirjen Kemendikbud Kunjungi Situs Dampuawang, Temukan 13 Gumuk Tinggalan Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

      INDRAMAYU JarrakPos.Com– Situs Dampuawang di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, menyimpan histori masa lalu yang harus terus dilakukan penelitian sebagai bagian dari peradaban Kabupaten Indramayu. Rencana penelitian dan kajian tersebut terungkap setelah Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menerima kedatangan Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, di Situs Dampuawang, Minggu (27/4/2025). Dalam kunjungannya, Dirjen […]

  • Dipimpin Langsung Dandim, Kodim 1611/Badung Gelar Upacara Militer Pelepasan Jenazah Almarhum Peltu A. Agung Gede Putra Wirata.

    Dipimpin Langsung Dandim, Kodim 1611/Badung Gelar Upacara Militer Pelepasan Jenazah Almarhum Peltu A. Agung Gede Putra Wirata.

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Suasana duka dan kekhusyukan menyelimuti Rumah Duka di Jalan Lettu Wayan Sutha, Sukawati, Gianyar, pada Kamis, 30 Juli 2026. Kodim 1611/Badung melaksanakan upacara militer pemberangkatan dan perabuan jenazah Almarhum Peltu Anak Agung Gede Putra Wirata, personel Kodim 1611/Badung yang telah berpulang ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Almarhum meninggal dunia di […]

  • Dari Amandari ke Senayan, I Putu Sudiartana Hadiri Reuni Akbar Pegawai Amandari Ubud 2026

    Dari Amandari ke Senayan, I Putu Sudiartana Hadiri Reuni Akbar Pegawai Amandari Ubud 2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GIANYAR – Reuni pegawai dan mantan pegawai Hotel Amandari Ubud bertajuk Amandari Temu Kangen 2026 menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang para insan perhotelan yang pernah mengabdikan diri di salah satu hotel mewah terbaik di Bali. Acara tersebut digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, mulai pukul 16.00 WITA di Mango Lango Lake, Bitera, Gianyar. […]

  • Bright Eyes Day Care Tabanan Fokus Dampingi Tumbuh Kembang Anak, Bukan Sekadar Tempat Penitipan

    Bright Eyes Day Care Tabanan Fokus Dampingi Tumbuh Kembang Anak, Bukan Sekadar Tempat Penitipan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    TABANAN – Bright Eyes Day Care Tabanan hadir dengan konsep berbeda dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Tidak hanya menjadi tempat penitipan, Bright Eyes Day Care berfokus memberikan stimulasi pendidikan, pembentukan karakter, serta pendampingan anak sesuai dengan tahapan usia. Owner & Founder Bright Eyes Day Care Ninno Christy, S.Pd., mengatakan kehadiran Bright Eyes Day Care berangkat […]

expand_less