Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akademisi UNHI, Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun ke Depan Sebagai Kontrak Lintas Generasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Komang Arya Mukti Maruti memandang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan sebagai panggilan tanggung jawab lintas generasi, khususnya bagi generasi muda Bali yang hidup di persimpangan sejarah dan masa depan.

Komang Arya menegaskan, pandangannya lahir bukan dari kepentingan politis maupun glorifikasi kepemimpinan tertentu, melainkan refleksi akademis sebagai bagian dari generasi muda Bali yang menerima warisan masa lalu sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke depan.

“Saya mencermati sebagai bagian dari generasi muda Bali yang hidup di persimpangan waktu, menerima warisan besar dari masa lalu, sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke masa depan,” terangnya, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Senin, 22 Desember 2025.

Penetapan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023, menurutnya justru memunculkan pertanyaan reflektif mengenai posisi generasi muda dalam pembangunan jangka panjang tersebut.

Ia menilai Haluan Pembangunan Bali 100 tahun tidak boleh dimonopoli oleh satu periode, satu kepemimpinan, atau satu generasi.

Ia mengingatkan, jika generasi muda hanya menjadi penonton, maka Haluan Pembangunan Bali sebesar apa pun akan kehilangan makna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Haluan Pembangunan Bali Masa Depan tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan semata, tetapi harus diposisikan sebagai kontrak lintas zaman yang menuntut keterlibatan aktif generasi penerus.

Dalam pandangannya, Haluan Pembangunan Bali Masa Depan merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam realitas masyarakat Bali. Pancasila tidak dipahami sebagai teks normatif, melainkan sebagai laku hidup yang tercermin dalam hubungan manusia dengan alam, relasi sosial, dan penghormatan terhadap budaya, yang hadir secara sakala dan niskala.

Sebagai generasi muda, Komang Arya membaca Haluan Pembangunan Bali bukan sekadar pedoman administratif, melainkan pengingat moral tentang hubungan manusia dan alam yang telah lama diwariskan leluhur Bali.

Pada titik inilah, generasi muda dituntut bersikap kritis terhadap model pembangunan yang bersifat eksploitatif.

Haluan Bali 100 Tahun ke Depan secara sadar memilih jalan harmonisasi antara alam, manusia, dan kebudayaan. Pembangunan Bali ditegaskan tidak boleh berjalan liar, sektoral, dan pragmatis, melainkan harus terencana, terpola, serta terintegrasi dalam semangat Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.

Dalam konteks ekonomi, ketergantungan Bali terhadap pariwisata massal menjadi refleksi penting. Selama puluhan tahun, pertumbuhan pariwisata kerap melampaui kemampuan Bali menjaga daya dukung alam dan sosial.

Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, menurutnya, tidak menolak pariwisata, tetapi mengoreksi arah melalui konsep ekonomi hijau, berbasis sumber daya lokal, bernilai tambah, dan berkelanjutan yang dirumuskan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Bagi generasi muda, Ekonomi Kerthi Bali dipandang bukan sekadar jargon politik, melainkan jawaban atas tantangan nyata dalam menciptakan usaha, inovasi, dan lapangan kerja tanpa mengorbankan alam serta identitas budaya Bali.

“Bagaimana menjadi modern tanpa tercerabut dari akar. Bagaimana bersaing secara global tanpa kehilangan kepribadian Bali. Optimisme Haluan Bali Masa Depan juga bertumpu pada kekuatan kebudayaan Bali yang telah terbukti lentur dan adaptif serta menjadikan kebudayaan sebagai hulu pembangunan adalah pilihan strategis sekaligus keberanian ideologis,” paparnya.

Ia menekankan pesan penting bagi generasi muda bahwa budaya bukan beban masa lalu, melainkan energi masa depan. Namun, optimisme tersebut harus diiringi kerja serius, konsisten, dan bertanggung jawab. Generasi muda tidak cukup hanya merasa bangga, tetapi harus terlibat aktif dalam pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya dengan pendekatan yang relevan dengan zamannya.

Menurutnya, sikap netral dan akademis justru menuntut konsistensi pada nilai dan keberanian bersikap kritis. Mendukung Haluan Pembangunan Bali Masa Depan bukan berarti membela kekuasaan tertentu, melainkan menjaga keberlanjutan Bali itu sendiri.

Ia berharap, melalui kesadaran kolektif lintas generasi, Bali seratus tahun ke depan tetap menjadi Bali yang utuh secara nilai, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis.

“Astungkara, ini bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (red).

Akademisi UNHI, Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun ke Depan Sebagai Kontrak Lintas Generasi

Generasi Muda Bali Diminta Tak Jadi Penonton Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125

Akademisi UNHI Denpasar,
Komang Arya Mukti Maruti Sebut Haluan Bali 100 Tahun Masa Depan Sebagai Refleksi Generasi Muda Jaga Alam, Budaya dan Identitas

DENPASAR |

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Komang Arya Mukti Maruti memandang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun ke Depan sebagai panggilan tanggung jawab lintas generasi, khususnya bagi generasi muda Bali yang hidup di persimpangan sejarah dan masa depan.

Komang Arya menegaskan, pandangannya lahir bukan dari kepentingan politis maupun glorifikasi kepemimpinan tertentu, melainkan refleksi akademis sebagai bagian dari generasi muda Bali yang menerima warisan masa lalu sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke depan.

“Saya mencermati sebagai bagian dari generasi muda Bali yang hidup di persimpangan waktu, menerima warisan besar dari masa lalu, sekaligus memikul tanggung jawab panjang ke masa depan,” terangnya, saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Senin, 22 Desember 2025.

Penetapan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023, menurutnya justru memunculkan pertanyaan reflektif mengenai posisi generasi muda dalam pembangunan jangka panjang tersebut.

Ia menilai Haluan Pembangunan Bali 100 tahun tidak boleh dimonopoli oleh satu periode, satu kepemimpinan, atau satu generasi.

Ia mengingatkan, jika generasi muda hanya menjadi penonton, maka Haluan Pembangunan Bali sebesar apa pun akan kehilangan makna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Haluan Pembangunan Bali Masa Depan tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan semata, tetapi harus diposisikan sebagai kontrak lintas zaman yang menuntut keterlibatan aktif generasi penerus.

Dalam pandangannya, Haluan Pembangunan Bali Masa Depan merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam realitas masyarakat Bali. Pancasila tidak dipahami sebagai teks normatif, melainkan sebagai laku hidup yang tercermin dalam hubungan manusia dengan alam, relasi sosial, dan penghormatan terhadap budaya, yang hadir secara sakala dan niskala.

Sebagai generasi muda, Komang Arya membaca Haluan Pembangunan Bali bukan sekadar pedoman administratif, melainkan pengingat moral tentang hubungan manusia dan alam yang telah lama diwariskan leluhur Bali.

Pada titik inilah, generasi muda dituntut bersikap kritis terhadap model pembangunan yang bersifat eksploitatif.

Haluan Bali 100 Tahun ke Depan secara sadar memilih jalan harmonisasi antara alam, manusia, dan kebudayaan. Pembangunan Bali ditegaskan tidak boleh berjalan liar, sektoral, dan pragmatis, melainkan harus terencana, terpola, serta terintegrasi dalam semangat Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.

Dalam konteks ekonomi, ketergantungan Bali terhadap pariwisata massal menjadi refleksi penting. Selama puluhan tahun, pertumbuhan pariwisata kerap melampaui kemampuan Bali menjaga daya dukung alam dan sosial.

Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, menurutnya, tidak menolak pariwisata, tetapi mengoreksi arah melalui konsep ekonomi hijau, berbasis sumber daya lokal, bernilai tambah, dan berkelanjutan yang dirumuskan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Bagi generasi muda, Ekonomi Kerthi Bali dipandang bukan sekadar jargon politik, melainkan jawaban atas tantangan nyata dalam menciptakan usaha, inovasi, dan lapangan kerja tanpa mengorbankan alam serta identitas budaya Bali.

“Bagaimana menjadi modern tanpa tercerabut dari akar. Bagaimana bersaing secara global tanpa kehilangan kepribadian Bali. Optimisme Haluan Bali Masa Depan juga bertumpu pada kekuatan kebudayaan Bali yang telah terbukti lentur dan adaptif serta menjadikan kebudayaan sebagai hulu pembangunan adalah pilihan strategis sekaligus keberanian ideologis,” paparnya.

Ia menekankan pesan penting bagi generasi muda bahwa budaya bukan beban masa lalu, melainkan energi masa depan. Namun, optimisme tersebut harus diiringi kerja serius, konsisten, dan bertanggung jawab. Generasi muda tidak cukup hanya merasa bangga, tetapi harus terlibat aktif dalam pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya dengan pendekatan yang relevan dengan zamannya.

Menurutnya, sikap netral dan akademis justru menuntut konsistensi pada nilai dan keberanian bersikap kritis. Mendukung Haluan Pembangunan Bali Masa Depan bukan berarti membela kekuasaan tertentu, melainkan menjaga keberlanjutan Bali itu sendiri.

Ia berharap, melalui kesadaran kolektif lintas generasi, Bali seratus tahun ke depan tetap menjadi Bali yang utuh secara nilai, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis.
“Astungkara, ini bukan sekadar harapan, melainkan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 100 Hari Kerja Bupati, Pemkab Labuhanbatu Serius Atasi Permasalahan Sampah

    100 Hari Kerja Bupati, Pemkab Labuhanbatu Serius Atasi Permasalahan Sampah

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Labuhanbatu – Mendukung program 100 kerja Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe menegaskan pentingnya aksi nyata dalam upaya membersihkan Kabupaten Labuhanbatu dari permasalahan sampah. Hal ini disampaikan Hasan Heri pada Rapat Koordinasi terkait Pengelolaan dan Penanganan Sampah yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. Rapat tersebut berlangsung di ruang Rapat Bupati, Jl. Gose Gautama, Ujung […]

  • Tampil Memukau di PKB 2026, SLB Sushrusa Suguhkan Tari Magirang yang Rayakan Semangat Anak Disabilitas

    Tampil Memukau di PKB 2026, SLB Sushrusa Suguhkan Tari Magirang yang Rayakan Semangat Anak Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DENPASAR – Semangat, keceriaan, dan ekspresi seni yang tulus ditunjukkan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sushrusa saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali, Jumat (19/6/2026). Penampilan mereka melalui Tari Magirang berhasil memukau penonton dan menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi ruang bagi semua orang untuk berkarya tanpa batas. Tari Magirang dibawakan dengan penuh semangat […]

  • Soal Kasus ESS, GRIB Tapsel Ingatkan Jaksa Jangan “Main Mata” Dengan Perusahaan PLTA

    Soal Kasus ESS, GRIB Tapsel Ingatkan Jaksa Jangan “Main Mata” Dengan Perusahaan PLTA

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Mengingat kurangnya 2 alat bukti dalam menerima dan/atau memajukan perkara ESS hingga ke meja persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tapsel, Sumatera Utara ditengarai menerima suap dari perusahaan PLTA Marancar. Karena bukti yang diusulkan oleh polisi untuk pemeriksaan tahap II (P-21) diterima mentah-mentah oleh JPU dan melanjutkannya ke meja persidangan di Pengadilan […]

  • Masuk Angin, Kejagung Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Penyelewengan BSPS di Sumenap

    Masuk Angin, Kejagung Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Penyelewengan BSPS di Sumenap

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Front Pemuda Madura (FPM) menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dalam mengusut dugaan penyelewengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. FPM menilai proses penyelidikan dugaan korupsi berjamaah itu berjalan lambat dan cenderung akan berhenti pada aktor-aktor kecil di lapangan, seperti kepala desa (kades) dan tenaga fasilitator lapangan (TFL) atau […]

  • Respons Cepat Polda Kepri Tangani Kebakaran di Asrama Polresta Barelang

    Respons Cepat Polda Kepri Tangani Kebakaran di Asrama Polresta Barelang

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Kebakaran melanda Asrama Polisi (Aspol) Polresta Barelang, Blok C, Kota Batam, Rabu (22/1/2025). Empat unit rumah, yaitu nomor 13, 14, 15, dan 16, dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut. Menurut laporan awal, api pertama kali terlihat dari rumah nomor 15 milik Aiptu Edo Sitorus, yang dihuni oleh anggota Ditresnarkoba Polda Kepri. Bripka […]

  • Kemenkum Jabar Koordinasi dan Inventarisasi Kawasan Wisata Berbasis KI di Saung Angklung Udjo

    Kemenkum Jabar Koordinasi dan Inventarisasi Kawasan Wisata Berbasis KI di Saung Angklung Udjo

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG-Saung Angklung Udjo merupakan sebuah kawasan wisata budaya dan edukasi karena memiliki arena seni pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu berupa angklung. Disamping itu, Saung Angklung Udjo menjadi lebih bermakna karena kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda khususnya Angklung kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan. Pada hari […]

expand_less