Breaking News
light_mode
Trending Tags

I Wayan Tagel Winarta Tegas Kawal Tahura Ngurah Rai: Mangrove Tak Boleh Dikorbankan Atas Nama KEK

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat keberadaan kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai agar tetap terjaga sebagai kawasan konservasi abadi.

Penegasan tersebut disampaikan Tagel Winarta saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali ke kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Senin (2/2/2026), menyusul menguatnya dugaan alih fungsi lahan konservasi yang melibatkan PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Menurut I Wayan Tagel Winarta, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kawasan lindung yang memiliki fungsi ekologis vital bagi Bali, terlebih Tahura Ngurah Rai yang menjadi benteng alami pesisir selatan Pulau Dewata.

“Mangrove Tahura Ngurah Rai ini bukan sekadar ruang hijau, tetapi benteng kehidupan Bali. Ia menjaga keseimbangan alam, melindungi pesisir dari abrasi dan tsunami, serta menjadi paru-paru yang menyerap karbon. Kawasan ini tidak boleh dikorbankan atas nama investasi,” tegas Tagel Winarta di sela-sela sidak.

Tagel Winarta: Regulasi Jelas, Kawasan Konservasi Bersifat Abadi

Sebagai anggota Pansus TRAP, Tagel Winarta menekankan bahwa secara historis dan yuridis, kawasan Tahura Ngurah Rai telah lama ditetapkan sebagai wilayah konservasi yang bersifat abadi dan tidak dapat dialihfungsikan.

Ia mengingatkan bahwa berbagai regulasi, mulai dari undang-undang hingga peraturan daerah Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, secara tegas melarang alih fungsi kawasan mangrove.

“Regulasi kita sangat jelas. Undang-undang konservasi, kehutanan, penataan ruang, hingga aturan lingkungan hidup semuanya menegaskan kawasan ini harus dilindungi. Maka, jika ada perubahan fungsi, itu wajib diuji secara terbuka dan transparan,” ujarnya.

Soroti Proses Perubahan Fungsi dan Hak Masyarakat

Tagel Winarta juga menyoroti dugaan perubahan fungsi lahan yang disebut terjadi pada rentang tahun 1994–1995. Menurutnya, setiap kebijakan yang menyentuh kawasan konservasi seharusnya melalui kajian mendalam, melibatkan masyarakat adat, nelayan, serta DPRD sebagai representasi rakyat.

Ia secara khusus menaruh perhatian pada laporan adanya lahan okupasi masyarakat, keberadaan Pura Sakenan, serta ruang hidup nelayan yang tidak boleh terbatasi oleh kepentingan komersial KEK.

“Pembangunan tidak boleh menjadikan masyarakat adat dan nelayan sebagai penonton. Mereka tidak boleh menjadi tamu di tanah sendiri. Akses ke laut, pura, dan ruang hidup masyarakat wajib dijamin,” tegas politisi asal Gianyar tersebut.

Dorong Penelusuran Dokumen dan RDP Terbuka

Lebih lanjut, Tagel Winarta mendukung langkah Pansus TRAP untuk menelusuri seluruh dokumen perizinan, skema kompensasi alih fungsi mangrove, termasuk lokasi pengganti yang disebut berada di wilayah Jembrana dan Karangasem.

Ia menegaskan pentingnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang terbuka agar publik mengetahui secara jelas duduk persoalan dan tidak ada kebijakan yang dilakukan secara tertutup.

“Kalau ada cacat administrasi atau pelanggaran hukum, harus dibuka dan dipertanggungjawabkan. DPRD hadir untuk memastikan pembangunan Bali tetap berjalan sejalan dengan kelestarian alam dan kearifan lokal,” tandasnya.

Komitmen DPRD Bali Jaga Alam dan Masa Depan

Kehadiran dan sikap tegas I Wayan Tagel Winarta dalam sidak KEK Kura-Kura Bali menegaskan peran DPRD Bali sebagai penjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Melalui Pansus TRAP, DPRD Bali berkomitmen memastikan bahwa kawasan Tahura Ngurah Rai tetap menjadi warisan ekologis bagi generasi mendatang, sekaligus menjaga kedaulatan ruang hidup masyarakat adat Bali. (Rd)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gencarkan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Dua Desa di Badung, Ibu Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

    Gencarkan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Dua Desa di Badung, Ibu Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan berkualitas menjadi tujuan yang ingin dicapai saat ini dan ke depan. Melalui sejumlah program yang sedang digerakkan, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, secara berkelanjutan dan berkolaborasi dengan sejumlah OPD terkait turun ke lapangan, menyentuh masyarakat, dan melaksanakan sosialisasi program. Hal tersebut disampaikannya […]

  • PT BMS Beroperasi di Pengambengan ‘Diduga’ Belum Kantongi Ijin Lengkap, LSM Jarrak Segera Menelusuri

    PT BMS Beroperasi di Pengambengan ‘Diduga’ Belum Kantongi Ijin Lengkap, LSM Jarrak Segera Menelusuri

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JEMBRANA, Matakompas.com – Keberadaan PT Balindo Marino Service (BMS), pabrik pengolah limbah medis (B3) yang beroperasi di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, kembali menjadi sorotan publik. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak November 2022 itu dipertanyakan kelengkapan perizinannya. Sejumlah pihak menduga BMS beroperasi tanpa mengantongi izin usaha secara lengkap, dan diduga hanya memiliki Sertifikat Kelayakan […]

  • Wayan Bawa Gaungkan Semangat Pemuda Berkarakter: Cinta Tanah Air, Pantang Menyerah, dan Peduli Sesama

    Wayan Bawa Gaungkan Semangat Pemuda Berkarakter: Cinta Tanah Air, Pantang Menyerah, dan Peduli Sesama

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BADUNG, MATACOMPAS.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam menentukan masa depan Indonesia. Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini mengingatkan pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh menghadapi tantangan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. […]

  • Tuntutan 3 Tahun Penjara untuk RU Dipersoalkan, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi dan Minta Hakim Uji Fakta

    Tuntutan 3 Tahun Penjara untuk RU Dipersoalkan, Kuasa Hukum Siapkan Pledoi dan Minta Hakim Uji Fakta

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Sidang perkara narkotika dengan terdakwa RU di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (29/10/2026), memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam persidangan tersebut, tuntutan pidana selama tiga tahun penjara terhadap RU menuai keberatan dari tim penasihat hukumnya. Tim penasihat hukum RU menilai tuntutan tersebut belum mencerminkan perbedaan peran dan fakta […]

  • 1.286 Guru Professional PPG FKIP “UNIKU” Dikukuhkan

    1.286 Guru Professional PPG FKIP “UNIKU” Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) kembali meluluskan 1.286 guru profesional. Para lulusan ini dikukuhkan dalam acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional pada Sabtu (19/4) pagi di Ballroom Asmarandana Cordela Hotel Kuningan. Acara tersebut dihadiri oleh Direktorat PPG Kemendikdasmen yang diwakili oleh […]

  • BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Gelar Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan di Kawasan Pantai Jerman

    BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Gelar Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan di Kawasan Pantai Jerman

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) menyampaikan sikap resmi berupa aspirasi, keprihatinan mendalam, serta tuntutan terhadap kondisi lingkungan di kawasan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, yang saat ini mengalami penumpukan sampah plastik dalam jumlah signifikan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan serta berbagai informasi yang beredar di masyarakat, ditemukan […]

expand_less