Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proyek FSRU LNG Bali, Ditolak Warga Malah Proyek Energi Jalan Terus, Pengamat: Klaim Gas Itu Energi Bersih Hanya Mitos

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pro kontra rencana pembangunan Terminal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di kawasan Serangan terus bergulir.

Bahkan, masyarakat Desa Adat Serangan bersama wilayah terdekat, seperti Sanur dan Sidakarya mengaku khawatir menjadi pihak yang paling terdampak oleh proyek energi tersebut.

Meski mendapat penolakan, Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq telah menerbitkan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025.

SKKL itu menetapkan kelayakan lingkungan pembangunan dan pengoperasian Terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD oleh PT Dewata Energi Bersih di sejumlah wilayah Denpasar Selatan. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 31 Oktober 2025.

Penolakan warga tetap kuat, karena kekhawatiran terhadap potensi kebocoran gas, risiko ledakan serta dampak terhadap kualitas pariwisata Sanur.

Aktivis lingkungan sekaligus Field Organizer 350 Indonesia, Suriadi Darmoko menilai branding pariwisata wellness di kawasan tersebut bertentangan dengan keberadaan terminal LNG.

“Kalau kawasan pariwisata dekat dengan risiko bencana, kualitas pariwisatanya pasti turun. Wisatawan asing sangat sensitif terhadap risiko keamanan. Mereka ingin melihat pantai lepas, bukan tanker besar,” kata pria yang akrab disapa Moko tersebut saat diwawancarai awak media, Minggu, 8 Pebruari 2026.

Moko menegaskan gas alam tetap merupakan energi fosil yang menghasilkan emisi dan memperburuk perubahan iklim. Potensi kebocoran metana bahkan dapat memperkuat gas rumah kaca.

Menurutnya, meskipun emisi karbon LNG lebih rendah dibanding batu bara, proses pengeborannya tetap melepaskan metana yang merupakan gas rumah kaca kuat.

Moko juga mempertanyakan kesesuaian proyek dengan Pergub 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

“Klaim bahwa gas adalah energi bersih itu mitos. Dalam temuan IPCC, gas tetaplah fosil dan tidak direkomendasikan untuk pembangunan baru. Justru ke depannya, pembangkit fosil harus dipensiunkan,” ungkap mantan Direktur Walhi Bali ini.

Selain isu lingkungan, keberadaan FSRU LNG dinilai berdampak pada nelayan yang berpotensi kehilangan ruang melaut karena wilayahnya digunakan untuk infrastruktur energi.

Disisi lain, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan penerbitan SKKL bertujuan menjaga ketahanan energi Bali, terutama setelah pengalaman pemadaman total.

“Bali memerlukan udara segar, dan solusi tercepat saat ini adalah LNG,” ujarnya di sela aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan, Badung, Jumat, 6 Pebruari 2026.

Hanif menjelaskan LNG dipilih, karena emisi polutan dan partikulatnya lebih rendah dibanding batu bara. “Ini bukan berarti rendah karbon, tetapi rendah emisi. Ini langkah transisi yang presisi karena Bali adalah tempat berkumpulnya banyak orang,” tambahnya.

Terkait protes warga, pemerintah mengklaim sosialisasi telah berlangsung selama tiga tahun. Bahkan, jarak FSRU yang semula direncanakan 500 meter dari bibir pantai kini diubah menjadi sekitar 3,5 kilometer berdasarkan kajian dan diskusi dengan masyarakat.

Senada, Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan dampak kekurangan pasokan listrik yang pernah memicu blackout. “Nanti kalau listrik mati, ribut lagi,” cetusnya.

Gubernur Koster juga menegaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas akan dimulai pada 2026 setelah mendapat persetujuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PT PLN.

Gubernur Koster menilai terminal LNG menjadi kunci kemandirian energi Bali agar tidak bergantung pada pasokan listrik dari Paiton, Jawa Timur.

Namun, klaim tersebut dipertanyakan Moko karena sumber gas dan teknologi berasal dari luar Bali.

“Gasnya diambil dari luar Bali, teknologinya pun dari luar. Di mana letak kemandiriannya?,” sentilnya.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menegaskan warga tidak menolak investasi, tetapi menuntut keterbukaan serta pelibatan sejak awal perencanaan. “Laut adalah mata pencaharian kami. Kami hanya ingin masyarakat dilibatkan dan tidak kaget dengan dampak yang muncul,” kata Bendesa Gede Pariatha saat menyampaikan keluhan kepada Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, sejumlah pengamat, seperti Jro Gde Sudibya dan Pengamat Kebijakan Energi Bali, Agung Wirapramana serta Pendiri LSM JARRAK sekaligus Yayasan Wisnu, Putu Suasta mendorong pemerintah melakukan kajian ulang terhadap rencana pembangunan terminal apung LNG di perairan Serangan. (red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Pertanyakan Legalitas Bangunan MBG, Warga Kerta Dalem Mansion Tempuh Jalur Hukum

    Warga Pertanyakan Legalitas Bangunan MBG, Warga Kerta Dalem Mansion Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Polemik pembangunan di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum (fasum) di Perumahan Kerta Dalam Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, memicu reaksi keras dari warga. Area yang dalam dokumen awal diproyeksikan sebagai ruang bersama kini berdiri bangunan baru yang memunculkan tanda tanya terkait peruntukan dan legalitasnya. Sejumlah penghuni menilai proses pembangunan berlangsung […]

  • RSUP Prof. Ngoerah Siapkan Lompatan Besar, Bangun Empat Gedung Baru Rp1,2 Triliun Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia

    RSUP Prof. Ngoerah Siapkan Lompatan Besar, Bangun Empat Gedung Baru Rp1,2 Triliun Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – RSUP Prof. Ngoerah Denpasar bersiap melakukan transformasi besar dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit rujukan nasional di Bali itu akan membangun empat gedung baru dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung Bali menjadi destinasi medical tourism bertaraf internasional. Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, I Gusti […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan Danau Beratan

    Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan Danau Beratan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com |Keberadaan sebuah bangunan mewah yang berdiri beririsan langsung dengan kawasan Danau Beratan, Kabupaten Tabanan menuai sorotan publik secara serius. Bangunan tersebut terungkap tidak mengantongi izin lengkap dan diduga kuat melakukan reklamasi secara tersembunyi, sehingga memunculkan indikasi perampasan ruang publik serta monopoli Sumber Daya Alam yang seharusnya menjadi milik bersama. Fakta tersebut terungkap saat […]

  • HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Ajak Keluarga Bali Kembali Miliki Empat Anak Demi Masa Depan Bali

    HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Ajak Keluarga Bali Kembali Miliki Empat Anak Demi Masa Depan Bali

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG — Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat Bali untuk kembali membangun keluarga dengan empat anak sebagai upaya menjaga keberlangsungan budaya, adat istiadat, dan masa depan krama Bali di tengah menurunnya pertumbuhan penduduk asli Bali. Menurutnya, Bali yang hanya dihuni sekitar 1,6 persen dari total populasi Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa menghadapi […]

  • Gaduh Aturan Penjor, Dr. Somvir Minta PLN Benahi Kabel Semrawut dan Hormati Tradisi Bali

    Gaduh Aturan Penjor, Dr. Somvir Minta PLN Benahi Kabel Semrawut dan Hormati Tradisi Bali

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Polemik terkait himbauan PLN mengenai batas jarak pemasangan penjor saat Hari Raya Galungan terus menuai respons. Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir, angkat bicara dan meminta PLN lebih peka terhadap tradisi masyarakat Bali serta segera membenahi jaringan kabel yang dinilai semrawut. Dr. Somvir menilai pernyataan salah satu pejabat PLN yang mengatur […]

  • Kebijakan Moneter Pasca Perry: Celah yang Menjepit Kelas Menengah

    Kebijakan Moneter Pasca Perry: Celah yang Menjepit Kelas Menengah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Mundurnya Perry Warjiyo dari pucuk pimpinan Bank Indonesia membuka pertanyaan jauh lebih mendasar daripada sekadar siapa penggantinya: selama masa kepemimpinannya, untuk siapa sebenarnya kebijakan moneter Indonesia dirancang dan bekerja? Kelas menengah perkotaan — yang menyumbang 81% konsumsi rumah tangga dan 55% Produk Domestik Bruto, kini terjebak dalam jepitan dua arah. Kebijakan moneter […]

expand_less