Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proyek FSRU LNG Bali, Ditolak Warga Malah Proyek Energi Jalan Terus, Pengamat: Klaim Gas Itu Energi Bersih Hanya Mitos

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pro kontra rencana pembangunan Terminal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) di kawasan Serangan terus bergulir.

Bahkan, masyarakat Desa Adat Serangan bersama wilayah terdekat, seperti Sanur dan Sidakarya mengaku khawatir menjadi pihak yang paling terdampak oleh proyek energi tersebut.

Meski mendapat penolakan, Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq telah menerbitkan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025.

SKKL itu menetapkan kelayakan lingkungan pembangunan dan pengoperasian Terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD oleh PT Dewata Energi Bersih di sejumlah wilayah Denpasar Selatan. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 31 Oktober 2025.

Penolakan warga tetap kuat, karena kekhawatiran terhadap potensi kebocoran gas, risiko ledakan serta dampak terhadap kualitas pariwisata Sanur.

Aktivis lingkungan sekaligus Field Organizer 350 Indonesia, Suriadi Darmoko menilai branding pariwisata wellness di kawasan tersebut bertentangan dengan keberadaan terminal LNG.

“Kalau kawasan pariwisata dekat dengan risiko bencana, kualitas pariwisatanya pasti turun. Wisatawan asing sangat sensitif terhadap risiko keamanan. Mereka ingin melihat pantai lepas, bukan tanker besar,” kata pria yang akrab disapa Moko tersebut saat diwawancarai awak media, Minggu, 8 Pebruari 2026.

Moko menegaskan gas alam tetap merupakan energi fosil yang menghasilkan emisi dan memperburuk perubahan iklim. Potensi kebocoran metana bahkan dapat memperkuat gas rumah kaca.

Menurutnya, meskipun emisi karbon LNG lebih rendah dibanding batu bara, proses pengeborannya tetap melepaskan metana yang merupakan gas rumah kaca kuat.

Moko juga mempertanyakan kesesuaian proyek dengan Pergub 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

“Klaim bahwa gas adalah energi bersih itu mitos. Dalam temuan IPCC, gas tetaplah fosil dan tidak direkomendasikan untuk pembangunan baru. Justru ke depannya, pembangkit fosil harus dipensiunkan,” ungkap mantan Direktur Walhi Bali ini.

Selain isu lingkungan, keberadaan FSRU LNG dinilai berdampak pada nelayan yang berpotensi kehilangan ruang melaut karena wilayahnya digunakan untuk infrastruktur energi.

Disisi lain, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan penerbitan SKKL bertujuan menjaga ketahanan energi Bali, terutama setelah pengalaman pemadaman total.

“Bali memerlukan udara segar, dan solusi tercepat saat ini adalah LNG,” ujarnya di sela aksi bersih sampah di Pantai Kedonganan, Badung, Jumat, 6 Pebruari 2026.

Hanif menjelaskan LNG dipilih, karena emisi polutan dan partikulatnya lebih rendah dibanding batu bara. “Ini bukan berarti rendah karbon, tetapi rendah emisi. Ini langkah transisi yang presisi karena Bali adalah tempat berkumpulnya banyak orang,” tambahnya.

Terkait protes warga, pemerintah mengklaim sosialisasi telah berlangsung selama tiga tahun. Bahkan, jarak FSRU yang semula direncanakan 500 meter dari bibir pantai kini diubah menjadi sekitar 3,5 kilometer berdasarkan kajian dan diskusi dengan masyarakat.

Senada, Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan dampak kekurangan pasokan listrik yang pernah memicu blackout. “Nanti kalau listrik mati, ribut lagi,” cetusnya.

Gubernur Koster juga menegaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas akan dimulai pada 2026 setelah mendapat persetujuan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PT PLN.

Gubernur Koster menilai terminal LNG menjadi kunci kemandirian energi Bali agar tidak bergantung pada pasokan listrik dari Paiton, Jawa Timur.

Namun, klaim tersebut dipertanyakan Moko karena sumber gas dan teknologi berasal dari luar Bali.

“Gasnya diambil dari luar Bali, teknologinya pun dari luar. Di mana letak kemandiriannya?,” sentilnya.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha, menegaskan warga tidak menolak investasi, tetapi menuntut keterbukaan serta pelibatan sejak awal perencanaan. “Laut adalah mata pencaharian kami. Kami hanya ingin masyarakat dilibatkan dan tidak kaget dengan dampak yang muncul,” kata Bendesa Gede Pariatha saat menyampaikan keluhan kepada Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, sejumlah pengamat, seperti Jro Gde Sudibya dan Pengamat Kebijakan Energi Bali, Agung Wirapramana serta Pendiri LSM JARRAK sekaligus Yayasan Wisnu, Putu Suasta mendorong pemerintah melakukan kajian ulang terhadap rencana pembangunan terminal apung LNG di perairan Serangan. (red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Premanisme Polres Magelang Kota Berhasil Tangkap Pelaku Premanisme dan Tawuran

    Satgas Premanisme Polres Magelang Kota Berhasil Tangkap Pelaku Premanisme dan Tawuran

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 892
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM  – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan Ramadan, Polres Magelang Kota Polda Jawa Tengah telah melaksanakan berbagai kegiatan cipta kondisi. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya dalam mencegah aksi premanisme yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Aksi premanisme yang […]

  • Beni Prihayatno Terpilih Sebagai Ketua DP Korpri Kabupaten Kuningan Secara Aklamasi

    Beni Prihayatno Terpilih Sebagai Ketua DP Korpri Kabupaten Kuningan Secara Aklamasi

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si. resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) X yang digelar Kamis (17/4/2025). Ia terpilih secara aklamasi setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt.) ketua. Pemilihan berlangsung secara aklamasi, melibatkan pengurus Korpri dari tingkat OPD, kecamatan, serta perwakilan BUMD, BLUD, dan […]

  • Tiga Fraksi Bersatu! DPRD Bali Siap Panggil Demer, Polemik Penarikan Anggota Golkar Masuk Babak Penentuan

    Tiga Fraksi Bersatu! DPRD Bali Siap Panggil Demer, Polemik Penarikan Anggota Golkar Masuk Babak Penentuan

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik penarikan anggota Fraksi Partai Golkar dari Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali memasuki fase yang semakin serius. Tiga fraksi di DPRD Bali secara terbuka mendesak agar Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait instruksi penarikan anggota Fraksi Golkar dari […]

  • Longsor Pelaga Eco Park Jadi Alarm Bahaya, Lanang Umbara: Mitigasi Jangan Sekadar Formalitas

    Longsor Pelaga Eco Park Jadi Alarm Bahaya, Lanang Umbara: Mitigasi Jangan Sekadar Formalitas

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    BADUNG, MATACOMPAS.COM – Tragedi tanah longsor yang menimpa kawasan glamping Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang dipicu hujan lebat tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, sementara dua orang yang terdiri dari warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) masih dalam pencarian. Wakil Ketua Komisi I DPRD […]

  • Gubernur Koster Dukung Maraton Prama Sanur Beach, 4.500 Pelari dari 32 Negara Siap Berlaga

    Gubernur Koster Dukung Maraton Prama Sanur Beach, 4.500 Pelari dari 32 Negara Siap Berlaga

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penyelenggaraan Maraton Prama Sanur Beach yang akan digelar pada 8 Februari 2026 dengan jumlah peserta mencapai 4.500 pelari. Ajang sport tourism ini diharapkan mampu mendorong promosi pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima manajemen Prama Sanur Beach di Ruang Tamu […]

  • Kadispora Sumut Sesali Berita Pemotongan Gaji Securiti

    Kadispora Sumut Sesali Berita Pemotongan Gaji Securiti

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Kadispora) Sumatera Utara M Mahfullah Pratama Daulay SSTP, MAP, menyesali munculnya berita di suatu media mengenai pemotongan gaji para security di jajaran Dispora Sumut. “Ipunk (panggilan beliau) dengan santai menanggapi berita itu. Untuk diketahui bahwa penyediaan jasa tenaga kebersihan, keamanan atau security dilakukan melalui tenaga alih daya atau outsourcing […]

expand_less