Breaking News
light_mode
Trending Tags

Perang Timur Tengah Berdampak Pariwisata Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Serangan militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran membuat panas situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini diprediksi mengancam keberlangsungan pariwisata dan perekonomian Bali. Meski belum ada laporan resmi, dampak perang terhadap kunjungan wisatawan ke Bali dinilai tetap harus diantisipasi sejak dini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan asal kawasan Timur Tengah ke Bali dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren meningkat. Pada tahun 2022 tercatat 16.014 kunjungan, naik menjadi 42.147 pada tahun 2023, kemudian 57.620 pada 2024, dan mencapai 83.151 pada tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2023 sebesar 142,76 persen, disusul 6,28 persen pada 2024 dan kembali melonjak 44,31 persen pada 2025.

Ketua Komisi II DPRD Bali membidangi pariwisata, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih, menilai ketidakstabilan politik global hampir pasti berimbas pada sektor pariwisata. Menurutnya, pembatalan sejumlah penerbangan dan gangguan cuaca ekstrem turut memperberat situasi. “Kalau saya lihat memang ketidakstabilan politik dunia itu pasti berdampak ke sektor pariwisata. Beberapa penerbangan juga di-cancel, ditambah kemarin kita ada cuaca ekstrem dan tiga angin typhoon sehingga curah hujan tinggi. Banyak penerbangan dari Australia juga terhambat. Ini tentu sangat berdampak ke pariwisata Bali,” ujar Ajus Linggih ditemui di Kantor DPRD Bali, Niti Mandala Denpasar, Senin (3/2).

Dari sisi ekonomi, Ajus menilai konflik yang melibatkan sejumlah negara besar berpotensi menekan daya beli dan belanja wisatawan. Ia menyinggung peran Iran dalam suplai minyak global serta dinamika dukungan geopolitik negara-negara besar yang membuat situasi makin kompleks. “Kalau sampai terjadi perang besar, semua pasti rugi. Bali sebagai industri tersier pariwisata pasti akan menjadi yang pertama terdampak. Orang-orang akan mengurangi spending dan masuk ke mode bertahan,” kata Ketua Umum HIPMI Bali ini.

Meski demikian, ia optimistis para pemimpin dunia akan mencari jalan damai. Untuk jangka pendek, ia mendorong para pemangku kepentingan pariwisata di Bali memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan. Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara non-blok dengan politik luar negeri bebas aktif bisa menjadi nilai tambah. “Bali harus bersiap menjadi lokasi yang aman bagi wisatawan mancanegara yang mungkin ingin menetap sementara sampai situasi stabil. Tapi tentu wisatawan yang datang harus berkualitas dan mematuhi aturan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dampak konflik terhadap pariwisata Bali. Ia menyebut DPRD belum menggelar rapat khusus dengan Dinas Pariwisata maupun menerima arahan dari Gubernur Bali. “Saya baru hanya baca dari koran. Kami belum mengadakan rapat resmi dengan dinas pariwisata dan belum mendengar juga dari pimpinan di provinsi. Saya tidak ingin memberikan penjelasan yang tidak sesuai data. Mudah-mudahan efeknya tidak terlalu besar terhadap pariwisata Bali,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, menegaskan pihaknya terus memantau data kunjungan wisatawan asing dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pelaku industri pariwisata. “Karena kejadiannya baru dua hari, kami terus mengamati perkembangan termasuk kedatangan wisatawan. Kami berharap konflik ini tidak makin meluas dan tidak berlangsung lama serta tidak berdampak signifikan terhadap pariwisata,” katanya.

Ia juga mengimbau pelaku usaha menjaga komunikasi dengan mitra di luar negeri serta terus menyampaikan informasi bahwa Bali dalam kondisi aman dan nyaman untuk dikunjungi. Dengan tren kunjungan wisatawan Timur Tengah yang sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan, para pemangku kepentingan kini berharap situasi global segera mereda agar momentum pemulihan pariwisata Bali tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik dunia. (Rd)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR | Dewan Pimpinan Pusat Nawa Cita Pariwisata Indonesia melantik kepengurusan provinsi Bali periode 2026-2031 di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Rabu, 18 Februari 2026.  Momentum ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 bertema penguatan investasi hijau menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah tokoh hadir, termasuk mantan Gubernur Bali dua periode […]

  • Pimpin Apel Pasukan Bersama Kapolda, Gubernur Koster Ingin Bali Tetap Aman dan Kondusif

    Pimpin Apel Pasukan Bersama Kapolda, Gubernur Koster Ingin Bali Tetap Aman dan Kondusif

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster ingin keamanan dan kondusivitas Daerah Bali tetap terjaga selama rangkaian perayaan Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang tahun ini dilaksanakan berhimpitan. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Koster kepada awak media usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pelayanan perayaan Nyepi […]

  • Kepemimpinan Gubernur Koster Berbasis Kearifan Lokal, Arah Pembangunan Bali dalam Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

    Kepemimpinan Gubernur Koster Berbasis Kearifan Lokal, Arah Pembangunan Bali dalam Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Kepemimpinan Gubernur Bali, Dr Ir Wayan Koster M.M, menegaskan arah pembangunan Pulau Dewata yang tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan sebagai fondasi utama. Melalui visi besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, pemerintah provinsi mengusung konsep pembangunan semesta berencana yang menyeluruh, terintegrasi, dan berbasis […]

  • Kisruh Pelayanan RS Pratama Tangguwisia: “Dua Kali Dalam Seminggu!” Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Angkat Suara

    Kisruh Pelayanan RS Pratama Tangguwisia: “Dua Kali Dalam Seminggu!” Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Angkat Suara

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Gelombang kritik terhadap RS Pratama Tangguwisia, Seririt, kembali menguat setelah seorang pasien meninggal dunia di perjalanan akibat dugaan keterlambatan penanganan dan rujukan medis. Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa menyampaikan kemarahan keras dan menilai pelayanan fasilitas kesehatan tersebut semakin memprihatinkan. Peristiwa tragis yang terjadi Minggu, 16 November 2025 itu […]

  • Gubernur Koster Dorong PERADI SAI Perkuat Pendampingan Hukum Desa Adat dan LPD di Bali.

    Gubernur Koster Dorong PERADI SAI Perkuat Pendampingan Hukum Desa Adat dan LPD di Bali.

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan organisasi advokat dalam membangun sistem pendampingan hukum yang lebih konkret bagi masyarakat, khususnya desa adat dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI SAI (Suara Advokat Indonesia) Denpasar masa […]

  • Mewakili Gubernur Koster, Sekda Bali Tutup Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi”

    Mewakili Gubernur Koster, Sekda Bali Tutup Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi”

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Selasa (Anggara Pon, Langkir), 30 Juni 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar. Momentum penutupan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan Bulan Bung Karno IX Tahun 2027 […]

expand_less