Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP DPRD Bali Dorong Penertiban Tata Ruang, Usulkan Moratorium Izin di Kawasan Rawan Alih Fungsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan Pulau Dewata melalui rekomendasi strategis yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026).

Rekomendasi tersebut secara resmi ditujukan kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster, sebagai langkah konkret pengendalian tata ruang, perlindungan kawasan hutan, serta sempadan Danau Beratan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H,  menegaskan bahwa rekomendasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan evaluasi mendalam, pencermatan kebijakan, hingga inspeksi mendadak (sidak) di berbagai wilayah Bali.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan DPRD tidak semata bersifat administratif, melainkan menjadi instrumen konstitusional untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal Bali, baik secara sekala maupun niskala.

Pengawasan Diperkuat, Pelanggaran Masih Terjadi

Dalam laporan Pansus TRAP, terungkap bahwa berbagai pelanggaran masih ditemukan di lapangan, mulai dari penyimpangan pemanfaatan tata ruang, pengelolaan aset daerah, hingga penerbitan izin yang tidak sesuai ketentuan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi merugikan daerah serta mengancam kelestarian lingkungan hidup dan nilai-nilai budaya Bali.

“Pengawasan harus diperkuat karena fakta di lapangan menunjukkan masih adanya pelanggaran yang tidak bisa diabaikan,” tegas Supartha.

Alih Fungsi Lahan Jadi Ancaman Serius

Pansus TRAP menyoroti tata ruang sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Namun dalam implementasinya, terjadi ketidaksinkronan antara perencanaan dan realisasi di lapangan.

Alih fungsi lahan produktif kian marak terjadi, khususnya di kawasan strategis pariwisata seperti Canggu, Munggu, hingga Tanah Lot. Lahan pertanian yang sebelumnya menjadi penopang ekonomi dan budaya lokal kini berubah menjadi kawasan komersial seperti villa dan restoran.

Dampaknya, daya dukung lingkungan semakin tertekan, beban infrastruktur meningkat, serta identitas budaya Bali perlahan tergerus.

“Pemanfaatan ruang berkembang lebih cepat dibandingkan kemampuan pengendalian pemerintah daerah dan cenderung berorientasi ekonomi semata,” ungkapnya.

Moratorium Izin Jadi Solusi Sementara

Sebagai langkah tegas, Pansus TRAP merekomendasikan moratorium sementara terhadap penerbitan izin baru, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), dan izin usaha pariwisata di kawasan padat.

Moratorium ini diusulkan berlaku hingga dilakukan audit menyeluruh terhadap daya dukung lingkungan dan kesesuaian tata ruang.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk:

Mengevaluasi dan mencabut izin yang melanggar RTRW dan RDTR

Menghentikan kegiatan usaha yang tidak sesuai aturan

Menertibkan bangunan ilegal melalui Satpol PP dan aparat penegak hukum

Sanksi Tegas dan Pendekatan Restoratif

Pansus TRAP menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas melalui penerapan sanksi administratif progresif, kewajiban kompensasi atas kerusakan lingkungan, serta pemulihan fungsi lahan.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan memberikan efek jera, tetapi juga memperbaiki kondisi lingkungan yang telah terdampak.

Perlindungan Petani Jadi Fokus Penting

Di tengah upaya pengendalian alih fungsi lahan, Pansus TRAP mengingatkan agar kebijakan tidak hanya bersifat larangan tanpa solusi.

Pemerintah daerah didorong untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani, antara lain melalui:

Skema insentif berbasis kesejahteraan

Kompensasi jasa lingkungan

Integrasi perlindungan lahan dalam kebijakan anggaran

Tanpa langkah tersebut, pembatasan justru berpotensi menekan ekonomi petani dan memicu praktik penjualan lahan secara terselubung.

Pengawasan Terintegrasi untuk Bali Berkelanjutan

Pansus TRAP menegaskan bahwa tata ruang, aset daerah, dan perizinan merupakan satu kesatuan sistem yang harus diawasi secara terintegrasi. Ketidakseimbangan dalam satu aspek akan berdampak pada keseluruhan tata kelola pembangunan.

Melalui pendekatan ini, pembangunan Bali diharapkan berjalan lebih tertib, berkelanjutan, serta tetap menjaga kesucian dan keaslian ruang sebagai warisan budaya dan spiritual.

Menuju Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Rekomendasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Bali Era Baru, yang menekankan harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Pansus TRAP menegaskan bahwa ruang Bali adalah sumber daya terbatas yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Melalui rekomendasi ini, DPRD Bali berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas dan terukur, demi menjaga Bali tetap lestari, berdaya saing, dan bermartabat di masa depan. (VAN/RED)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memperluas jangkauan pelayanannya dengan membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini didasarkan pada Surat Kementerian PANRB Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 4 November 2025 yang menyetujui pembentukan kantor-kantor baru tersebut. Pembentukan kantor imigrasi baru ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, […]

  • Era Baru Bola Tangan Bali Dimulai, PORJAR 2026 Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    Era Baru Bola Tangan Bali Dimulai, PORJAR 2026 Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali 2026 mencatatkan tonggak sejarah baru dalam perkembangan olahraga pelajar di Pulau Dewata. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga (cabor) bola tangan resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga definitif, sehingga seluruh perolehan medali yang diraih atlet kini sah masuk dalam penghitungan klasemen dan perolehan poin daerah. Momentum bersejarah ini menjadi […]

  • Acara RoadShow DPW Perindo Bali Di DPD Tabanan Dihadiri Mantan DPRD Tabanan

    Acara RoadShow DPW Perindo Bali Di DPD Tabanan Dihadiri Mantan DPRD Tabanan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TABANAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Bali menggelar konsolidasi organisasi di Kabupaten Tabanan (04/07/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur partai sekaligus membangun semangat baru dalam menghadapi agenda politik ke depan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPW, DPD, organisasi sayap, serta tokoh masyarakat. Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Tabanan, Ajik Dewa Rahmadi, menyampaikan […]

  • Secercah Harapan Agar Kejati Banten Usut Temuan BPK Soal Dana BOS

    Secercah Harapan Agar Kejati Banten Usut Temuan BPK Soal Dana BOS

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Matahukum meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk merespon temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan nilai fantastis mencapai Rp10,6 miliar pada tahun anggaran 2024. Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Sabtu (25/7/2025) “Memang semua kasus korupsi berawal dari indikasi, salah satunya seperti laporan […]

  • Disambut Meriah di Haitimuk, PS Malaka Pulang dengan Kepala Tegak: 8 Besar ETMC 2025 Jadi Modal Menuju 2026

    Disambut Meriah di Haitimuk, PS Malaka Pulang dengan Kepala Tegak: 8 Besar ETMC 2025 Jadi Modal Menuju 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 20
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com– Pemerintah Kabupaten Malaka menggelar acara penyambutan resmi bagi para pemain dan official PS Malaka di Rumah Jabatan Bupati Haitimuk, Rabu (3/12/2025), setelah tim kebanggaan warga perbatasan ini menuntaskan perjuangannya di ETMC 2025 Kabupaten Ende. Acara dipimpin langsung oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), didampingi Wakil Bupati Henri Melki Simu, serta dihadiri Ketua […]

  • Ny. Putri Suastini Koster Berbagi Kisah Hidup, Sastra, dan Teater dalam Bincang Inspiratif di SMAN 1 Rendang

    Ny. Putri Suastini Koster Berbagi Kisah Hidup, Sastra, dan Teater dalam Bincang Inspiratif di SMAN 1 Rendang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjadi narasumber dalam Wawancara Eksklusif Bincang Inspiratif yang mengangkat topik “Kisah, Kiprah, dan Kecintaan dalam Bidang Sastra dan Teater”, bertempat di Ruang Podcast SMA Negeri 1 Rendang, Karangasem, pada Kamis (29/1). Dalam perbincangan tersebut, Ny. Putri Koster menceritakan perjalanan hidupnya […]

expand_less