Pariwisata Bali Menguat di Awal 2026, Koster Tegaskan Tren Kunjungan Terus Meningkat
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com — Kinerja sektor pariwisata Bali pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi Bali mencatat sebanyak 2,6 juta wisatawan berkunjung ke Pulau Dewata dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (6/4/2026).
Dari total kunjungan tersebut, wisatawan domestik tercatat mencapai 968.313 orang. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, atau bertambah sebanyak 37.475 orang.
“Terjadi peningkatan sebesar 37.475 orang atau sekitar 4 persen,” ujar Koster.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Tercatat sebanyak 1.645.199 wisatawan asing datang ke Bali, meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan 39.385 kunjungan.
Menurut Koster, capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa persepsi yang berkembang di ruang publik, khususnya di media sosial, mengenai penurunan jumlah wisatawan ke Bali tidak sejalan dengan data resmi pemerintah.
“Kalau disebut Bali sepi atau wisatawan banyak yang kabur, data menunjukkan tidak demikian. Justru kunjungan meningkat, baik domestik maupun mancanegara,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa angka tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan total pergerakan wisatawan yang masuk ke Bali. Data yang disampaikan belum mencakup kunjungan melalui jalur darat dan laut, termasuk wisatawan kapal pesiar (cruise) yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren meningkat.
Koster menilai, potensi tambahan wisatawan domestik melalui jalur darat cukup signifikan. Hal ini didorong oleh peningkatan konektivitas infrastruktur, khususnya pembangunan jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang semakin panjang dan terintegrasi.
“Pergerakan wisatawan lewat darat kemungkinan jauh lebih besar. Sekarang kecenderungannya meningkat karena infrastruktur di Jawa semakin mendukung mobilitas,” jelasnya.
Di tengah dinamika global, Koster juga menepis anggapan bahwa konflik internasional seperti di kawasan Timur Tengah maupun Rusia–Ukraina memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.
Menurutnya, hingga saat ini Bali tetap menjadi destinasi unggulan yang relatif tangguh menghadapi berbagai tantangan global.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Bali masih menjadi tulang punggung devisa sektor pariwisata nasional. Kontribusi Bali bahkan mencapai 53,6 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.
“Lebih dari separuh devisa pariwisata Indonesia bersumber dari Bali. Ini kontribusi yang sangat besar,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum pariwisata nasional yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus menunjukkan pertumbuhan di tengah berbagai dinamika global. (Van)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar