Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sidak KEK Kura-Kura Bali, Pansus TRAP Tegaskan Mangrove Kawasan Konservasi Abadi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Senin, 2 Pebruari 2026.

Sidak ini dilakukan menyusul dugaan pengambilan lahan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Dalam sidak tersebut, Pansus TRAP DPRD Bali melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali dan Kota Denpasar, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar.

 Rombongan diterima langsung Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya, bersama jajaran manajemen.

Sidak dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, didampingi Sekretaris Pansus TRAP I Dewa Nyoman Rai dan Dr. Somvir, serta anggota Pansus TRAP I Nyoman Oka Antara dan I Wayan Tagel Winarta.

Di lokasi, Made Supartha menegaskan bahwa kawasan yang kini masuk dalam pengembangan KEK Kura-Kura Bali memiliki status historis dan regulatif sebagai kawasan konservasi mangrove yang tidak boleh dialihfungsikan.

“Ini dulu adalah habitat mangrove. Wilayah ini sejak zaman Belanda, tahun 1927, sudah dinarasikan sebagai wilayah tertutup, wilayah yang sifatnya abadi dan tidak boleh diapa-apakan. Prinsipnya tetap difungsikan sebagai kawasan konservasi dan hutan lindung,” tegas Made Supartha di lokasi sidak.

Made Supartha juga menjelaskan, meskipun istilah Tahura baru dikenal sekitar tahun 1995, namun secara prinsip kawasan tersebut sejak awal berfungsi sebagai wilayah konservasi yang menjaga keseimbangan ekologi, mencegah abrasi, menjadi penyangga bencana seperti tsunami, serta berperan sebagai daerah resapan air dan pengendali banjir.

Menurut Made Supartha, larangan alih fungsi kawasan tersebut diperkuat oleh berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, hingga Undang-Undang Lingkungan Hidup, serta Perda dan Pergub Bali yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

“Ini bukan kata saya, ini kata undang-undang. Semua regulasi menarasikan bahwa wilayah ini adalah wilayah konservasi yang tidak boleh dialihfungsikan,” ujarnya.

Pansus TRAP mempertanyakan proses perubahan fungsi kawasan yang disebut terjadi sekitar tahun 1994–1995, setelah adanya permohonan dari BTID untuk mengubah fungsi lahan seluas sekitar 82,14 hektare.

Menurut Made Supartha, permohonan perubahan fungsi harus melalui kajian komprehensif dan melibatkan aspek sosiologis, filosofis, serta yuridis.

“Pertanyaan kami, mengapa waktu itu pemerintah tidak melakukan kajian yang lebih dalam? Apakah ada sosialisasi ke masyarakat? Apakah DPRD saat itu pernah diajak diskusi? Ini yang akan kami telusuri,” terangnya.

Made Supartha juga menyoroti dampak ekologis alih fungsi mangrove, mengingat kemampuan mangrove dalam menyerap karbon hingga hampir 400 ton per hektare.

“Kalau 42 hektare mangrove dilepas, ke mana karbonnya? Ke mana napas hidup kita?” ujarnya.

Selain isu lingkungan, Pansus TRAP menerima laporan adanya lahan sekitar 2,19 hektare di wilayah utara yang merupakan tanah okupasi milik masyarakat, termasuk keberadaan pura dan tempat ibadah seperti Pura Sakenan.

Made Supartha menegaskan, ruang hidup masyarakat adat, nelayan, dan aktivitas keagamaan tidak boleh dibatasi.

“Masyarakat jangan sampai jadi tamu di rumah sendiri. Aktivitas melaut, kegiatan keagamaan, dan akses masyarakat harus tetap dibuka. KEK tidak boleh hanya dilihat dari aspek komersial,” tegasnya.

Ke depan, Pansus TRAP akan menelusuri skema kompensasi alih fungsi mangrove, termasuk lokasi pengganti di Jembrana dan Karangasem, serta memastikan apakah proses tersebut telah disosialisasikan secara transparan kepada publik.

“Kami akan minta semua dokumen dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, kita dalami melalui RDP. Apakah ada cacat administrasi atau bahkan malapraktik? Semua harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tandasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Langit Biru Demokrat Menggema di Pantai Lembeng, Bersihkan Pantai dan Lepas 300 Tukik Sambut HUT RI ke-81 dan HUT Perak Partai Demokrat

    Gerakan Langit Biru Demokrat Menggema di Pantai Lembeng, Bersihkan Pantai dan Lepas 300 Tukik Sambut HUT RI ke-81 dan HUT Perak Partai Demokrat

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    GIANYAR – Semangat menjaga lingkungan hidup dipadukan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat mewarnai kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Gianyar di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati, Jumat (7/8/2026). Aksi yang diikuti sekitar 250 kader Partai Demokrat ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus […]

  • Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pengembangan Gulat untuk Prestasi Nasional

    Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pengembangan Gulat untuk Prestasi Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu terus berkomitmen mengembangkan cabang olahraga gulat sebagai salah satu unggulan daerah. Dengan pencapaian medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya, Dispora optimis bahwa gulat memiliki potensi besar untuk membawa Bengkulu semakin bersinar di tingkat nasional. Sekretaris Dispora Bengkulu, Mike Van Hope, menyampaikan bahwa prestasi […]

  • Soekarno Cup II Resmi Bergulir di Bali, Alit Kelakan bersama Made Supartha Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

    Soekarno Cup II Resmi Bergulir di Bali, Alit Kelakan bersama Made Supartha Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gelaran Liga Kampung Soekarno Cup resmi memasuki edisi kedua dan dibuka di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Jumat, 5 Desember 2025. Penunjukan Bali sebagai tuan rumah menjadi bentuk apresiasi setelah berhasil meraih gelar juara pada perhelatan Soekarno Cup I 2023 yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini membawa nuansa […]

  • BTID Kembali Disorot, Kejati Bali Bongkar Dugaan Tukar Guling Hutan Negara di Lereng Gunung Agung

    BTID Kembali Disorot, Kejati Bali Bongkar Dugaan Tukar Guling Hutan Negara di Lereng Gunung Agung

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KARANGASEM – Dugaan polemik tukar guling lahan mangrove yang dikaitkan dengan proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID) kini memasuki babak yang semakin serius. Setelah menelusuri lokasi di Jembrana, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melanjutkan pengusutan ke wilayah Karangasem dan menemukan fakta-fakta yang memantik perhatian publik. Rabu (6/5), tim Kejati Bali turun langsung ke kawasan hutan […]

  • Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen HUT Bengkulu Selatan ke 76

    Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen HUT Bengkulu Selatan ke 76

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar
  • Dukung Program P4GN, BNNK Kuningan Jalin Kerjasama dengan PCNU

    Dukung Program P4GN, BNNK Kuningan Jalin Kerjasama dengan PCNU

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebagai langkah strategis dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan menjalin kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program BNN Provinsi Jawa Barat bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, […]

expand_less