Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Jadi Harapan Baru Atasi Krisis Sampah Bali
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 13 Apr 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, menunjukkan langkah tegas dalam menjawab persoalan klasik Pulau Dewata: krisis sampah yang kian mendesak. Melalui penguatan kolaborasi lintas daerah, Koster mendorong percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur lingkungan, tetapi juga simbol keseriusan Bali dalam menjaga citra sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan berbudaya.
Dalam berbagai koordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, hingga investor, Koster menegaskan bahwa seluruh elemen di Bali telah berada dalam satu visi yang sama. Kesiapan lahan, akses, hingga dukungan masyarakat disebutnya sudah terpenuhi—tinggal menunggu realisasi pembangunan.
“Semua sudah siap, sekarang kita dorong agar segera berjalan,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam percepatan proyek ini.
Dari Masalah Menahun Menuju Solusi Modern
Persoalan sampah di Bali bukan hal baru. Seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan pertumbuhan penduduk, volume sampah terus melonjak dan membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Melalui proyek PSEL, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber energi yang dapat dimanfaatkan. Teknologi waste-to-energy (WtE) yang akan digunakan bahkan diklaim memenuhi standar emisi Eropa, sehingga aman bagi lingkungan.
Tak hanya itu, sistem pengolahan dirancang tanpa limbah cair (zero leachate), dan residu yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi material konstruksi seperti paving block.
Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah pusat sendiri menargetkan penandatanganan kerja sama dan percepatan tahapan pembangunan, dengan target groundbreaking pada pertengahan 2026.
Selain pembangunan fasilitas utama, dukungan infrastruktur penunjang seperti armada truk listrik juga disiapkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah modern di Bali.
Harapan Baru Pulau Dewata
PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah nasional. Jika berjalan sesuai rencana, Bali berpotensi menjadi daerah percontohan dalam transformasi sampah menjadi energi di Indonesia.
Lebih dari sekadar proyek, inisiatif ini mencerminkan perubahan paradigma: dari pola buang sampah menjadi pengelolaan berkelanjutan berbasis teknologi dan kolaborasi.
Dengan komitmen kuat dari Gubernur Koster, Bali kini berada di jalur menuju masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing global.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar