Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meditasi Dulu, Bawa Bukti Besok’: Pansus TRAP Semprot BTID, Aktivitas KEK Kura-Kura Bali Dihentikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Penelusuran dugaan tukar guling lahan mangrove yang berakar sejak era kepemimpinan Ida Bagus Oka kembali mencuat dan memicu ketegangan di lapangan. Situasi memanas saat Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Serangan, Kamis (23/4/2026).

Adu argumen tak terhindarkan dalam dialog antara Ketua Pansus TRAP, Dr (c) I Made Supartha, dengan perwakilan PT Bali Turtle Island Development (BTID), Anak Agung Ngurah Buana. Pansus mempertanyakan kejelasan lahan pengganti dalam skema tukar guling yang dinilai belum memiliki bukti konkret di lapangan.

Di tengah ketegangan itu, Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. Somvir, melontarkan kritik tajam. Ia menilai manajemen BTID tidak mampu menghadirkan data yang dapat membantah temuan Pansus.

“Jangan hanya jago bicara tanpa dasar. Kita bicara fakta di lapangan, bukan asumsi. Kalau memang benar, tunjukkan datanya,” tegas Somvir.

Ia menekankan bahwa persoalan ini seharusnya diselesaikan secara terbuka dan berbasis data, bukan saling klaim tanpa bukti. Menurutnya, ketidaksiapan dokumen justru berpotensi merusak kepercayaan, terutama di tengah upaya menarik investasi besar ke Bali.

Dalam pernyataan yang menyita perhatian, Somvir bahkan menyarankan pihak BTID untuk menunda perdebatan dan fokus memperbaiki kesiapan data.

“Kalau perlu, malam ini meditasi dulu, yoga dulu. Besok datang lagi bawa data yang benar. Ini bukan pengadilan, tapi forum untuk mencari kebenaran,” ujarnya.

Pansus juga menyoroti keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disebut belum dapat memastikan secara jelas lokasi lahan pengganti. Bahkan, lahan yang dimaksud dikabarkan berada di wilayah pegunungan di Karangasem dan sulit diakses.

“Kalau BPN saja tidak tahu pasti di mana lokasinya, bagaimana kita bisa memastikan keabsahannya?” kata Somvir.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan ketimpangan serius. Di satu sisi, kawasan Serangan memiliki nilai ekonomi tinggi, sementara lahan pengganti yang disebut berada di wilayah pegunungan dinilai tidak produktif dan berpotensi merugikan masyarakat.

“Ini tidak adil. Di sini untung besar, di sana masyarakat bisa rugi besar. Negara tidak boleh kalah,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Pansus TRAP DPRD Bali mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas BTID di kawasan KEK Kura-Kura Bali hingga seluruh dokumen dan bukti legal dapat ditunjukkan secara transparan.

Somvir menegaskan, Bali tetap terbuka terhadap investasi, namun harus dijalankan dengan prinsip yang jelas dan bertanggung jawab.

“Kami ingin investasi besar masuk, bahkan sampai triliunan dolar. Tapi harus clean, green, dan clear. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena itu justru akan jadi masalah ke depan,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koster Gaspol Energi Bersih: Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai, 1.200 Ton Sampah per Hari Disulap Jadi Listrik

    Koster Gaspol Energi Bersih: Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai, 1.200 Ton Sampah per Hari Disulap Jadi Listrik

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi konkret atas persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Bali. “Kita pastikan pembangunan PSEL ini berjalan. Ini bukan hanya soal mengatasi sampah, tetapi juga menghadirkan energi bersih untuk masa depan Bali,” tegas Koster. Komitmen […]

  • 25 Tahun Mengabdi di Polri, Mangku Pastika Bernostalgia Saat Disambangi PEPABRI Bali

    25 Tahun Mengabdi di Polri, Mangku Pastika Bernostalgia Saat Disambangi PEPABRI Bali

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR | Semangat kekeluargaan dan penghormatan kepada para senior mewarnai rangkaian anjangsana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) Provinsi Bali dalam rangka memperingati HUT ke-67 PEPABRI. Salah satu tokoh yang dikunjungi adalah mantan Gubernur Bali dua periode, Komjen Pol (Purn) Dr. Made Mangku Pastika, di kediamannya di Denpasar, Kamis (20/8/2026). Kunjungan […]

  • Gas Terus, Sidang Lanjutan Mafia Tanah Charlie Chandra Ini Pengakuan Ahli Hukum Agraria

    Gas Terus, Sidang Lanjutan Mafia Tanah Charlie Chandra Ini Pengakuan Ahli Hukum Agraria

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG, – Ahli hukum agraria hadir menjawab persoalan mafia tanah dugaan pemalsuan surat terdakwa Charlie Chandra di Pengadilan Negeri 1A Tangerang, Selasa (29/7/2025). Saksi ahli seorang pakar hukum Arsin Lukman, ia menyebutkan bahwa terkait surat menyurat mengenai keabsahan didasarkan oleh ketentuan hukum, ‎ “Pada dasarnya yang diakui adalah sertifikat. Terkait nama orang/badan hukum yang tertera […]

  • Dari Bogotá ke Sanur: Belajar Iklim dari Desa Adat, Bali Tunjukkan Jalan Menuju Nol Emisi 2045

    Dari Bogotá ke Sanur: Belajar Iklim dari Desa Adat, Bali Tunjukkan Jalan Menuju Nol Emisi 2045

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Suasana berbeda terasa di Desa Adat Intaran, Sanur, awal Mei ini. Bukan sekadar kunjungan seremonial, rombongan walikota dan pejabat Pemerintah Kolombia datang dengan satu tujuan: belajar langsung bagaimana Bali merancang masa depan rendah emisi berbasis komunitas. Didampingi Kedutaan Besar Republik Kolombia, delegasi menelusuri Kawasan Rendah Emisi (KRE) Sanur—sebuah inisiatif yang digagas WRI […]

  • Gathering Sahabat Kaori di Denpasar, Perkuat Jejaring Komunitas Menuju Bali Ekonomi Hijau

    Gathering Sahabat Kaori di Denpasar, Perkuat Jejaring Komunitas Menuju Bali Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) terus memperkuat jejaring kebersamaan dengan mempertemukan seluruh komunitas yang selama ini bergerak bersama Sahabat Kaori. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gathering Sahabat Kaori bertajuk “Menuju Bali Ekonomi Hijau Kita Mulai Dari Diri Sendiri” di Denpasar, Bali, Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi lintas profesi yang […]

  • Puspa Negara: PSEL Bali Bukti Keseriusan Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah

    Puspa Negara: PSEL Bali Bukti Keseriusan Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BADUNG | Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali resmi dimulai, Rabu, 8 Juli 2026.   Proyek senilai Rp3 triliun yang dikerjakan Danantara Indonesia bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani kawasan Denpasar Raya.   Ketua Fraksi Gerindra DPRD […]

expand_less