Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Serangan Bongkar Dugaan SHGB Bermasalah BTID: Menang Kasasi, Sertifikat Hidup Lagi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait polemik tukar guling tanah mangrove oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5/2026), berlangsung panas dan penuh ketegangan.

Di hadapan pimpinan dan anggota pansus, seorang warga Serangan, Siti Sapurah alias Ipung, secara terbuka membongkar dugaan persoalan kepemilikan lahan dan penerbitan SHGB di kawasan BTID yang menurutnya hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, Wakil Ketua Pansus Gede Harja Astawa, Wakil Ketua Pansus Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), Wakil Sekretaris Pansus Dr Somvir, serta sejumlah anggota pansus dan OPD terkait.

Dalam penyampaiannya, Ipung mempertanyakan asal-usul sekitar 25 hektare lahan yang disebut masuk dalam kawasan BTID. Ia meminta kejelasan apakah lahan tersebut diperoleh melalui pembebasan resmi, jual beli, atau pelepasan hak yang sah.

“Dasarnya apa? Apakah ada pembebasan? Ada jual beli? Atau pelepasan? Karena tanah kami sendiri ada dua titik yang tidak pernah dibebaskan,” ungkapnya di hadapan forum.

Ipung mengaku keluarganya bahkan telah membawa salah satu sengketa tanah tersebut ke jalur hukum dan memenangkan perkara hingga tingkat kasasi. Namun saat proses eksekusi hendak dilakukan, pihak BTID disebut mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Ia juga mengungkap adanya SHGB yang sempat tidak diperpanjang setelah pihak keluarga mengajukan keberatan ke BPN Kota Denpasar. Menurutnya, sertifikat tersebut sebelumnya telah berakhir sejak 23 Juni 2023 setelah berlaku selama 20 tahun.

“Karena kami keberatan, SHGB sempat dihentikan. Tapi beberapa bulan kemudian muncul lagi,” katanya.

Pernyataan itu membuat suasana rapat semakin serius. Ipung menegaskan dirinya percaya kebenaran pada akhirnya akan terungkap melalui proses yang sedang berjalan.

Ia juga mengaku pernah mempertanyakan status salah satu lahan kepada Kepala BPN Provinsi Bali. Saat itu, menurut Ipung, lahan tersebut disebut berasal dari kawasan kehutanan.

Karena itu, ia meminta perwakilan instansi kehutanan yang hadir dalam rapat memberikan penjelasan terbuka terkait status lahan di kawasan Serangan, khususnya yang kini masuk area pengembangan BTID.

“Apakah benar tanah-tanah warga itu bagian dari kehutanan? Itu yang kami ingin tahu secara jelas,” ujarnya.

Tak hanya berbicara, Ipung mengaku telah menyiapkan berbagai dokumen penting untuk diserahkan kepada Pansus TRAP DPRD Bali. Dokumen tersebut disebut mencakup peta fisik tanah desa, batas kawasan reklamasi, hingga tapal batas antara tanah warga dengan lahan BTID.

Ia meminta seluruh SHGB yang berada di kawasan BTID, baik di dalam maupun luar area proyek, dievaluasi dan diinvestigasi ulang untuk memastikan seluruh proses pembebasan lahan benar-benar sah secara hukum.

“Kalau memang ada pelepasan tanah, tunjukkan. Kalau tidak ada, ini harus dibuka terang kepada publik,” tegasnya.

Kesaksian Ipung menambah panjang daftar persoalan yang mencuat dalam pembahasan proyek BTID di hadapan Pansus TRAP DPRD Bali. Selain isu lingkungan dan pemanfaatan ruang laut, persoalan legalitas lahan kini menjadi sorotan serius yang berpotensi memicu pendalaman lebih lanjut oleh DPRD Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Panen dan Menggiling Padi

    Prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Panen dan Menggiling Padi

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Tanjung Aru. Kali ini, prajurit membantu pelaksanaan panen padi serta proses penggilingan hasil panen milik Bapak Johan (51) di areal persawahan Dusun Sungai Bajau, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur. Kamis(30/1/2025) Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi […]

  • Gubernur Koster dan Perbarindo Bali Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda Targetkan Berbuah 2-3 Tahun

    Gubernur Koster dan Perbarindo Bali Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda Targetkan Berbuah 2-3 Tahun

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KLUNGKUNG, Matakompas.com – DPD Perbarindo Bali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga budaya dan lingkungan dengan menanam 1.000 bibit Kelapa Daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat, 27 Pebruari 2026. Kegiatan yang diprakarsai DPD Perbarindo Bali ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Klungkung Made Satria, […]

  • Bukan Hanya Perbaiki Hari Ini: Cara Pandang Baru Bangun Masa Depan Transportasi Laut

    Bukan Hanya Perbaiki Hari Ini: Cara Pandang Baru Bangun Masa Depan Transportasi Laut

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Dunia bisnis terbiasa bekerja dengan target, indikator kinerja, dan evaluasi. Ketika pendapatan menurun, perusahaan mencari penyebabnya. Ketika biaya meningkat, efisiensi dilakukan. Ketika kinerja tidak mencapai target, langkah korektif disusun. Semua itu penting. Namun, ada pertanyaan yang kerap luput di tengah kesibukan tersebut: apakah perusahaan sedang memperbaiki kinerjanya, atau benar‑benar mempersiapkan masa depannya? […]

  • 7,05 Juta Wisman Kunjungi Bali Sepanjang 2025 Catatkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Pariwisata Bali

    7,05 Juta Wisman Kunjungi Bali Sepanjang 2025 Catatkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Pariwisata Bali

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Bali masih tetap menjadi destinasi wisata menarik bagi masyarakat dunia. Terbukti, tahun 2025 tercatat 7.050.314 (7,05 juta) Warga Negara Asing (WNA) berkunjung ke Bali. Jumlah kunjungan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali. Data ini melampaui kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode 2024. Peningkatan wisman sebanyak 750 ribu orang pada kunjungan […]

  • Zarof Ricar Minta Dibebaskan, Akibat JPU Teledor Tak Uraikan Asal-Usul Uang  Rp. 920 Milyar Dalam Surat Dakwaan, Jampidsus Harus Dicopot

    Zarof Ricar Minta Dibebaskan, Akibat JPU Teledor Tak Uraikan Asal-Usul Uang  Rp. 920 Milyar Dalam Surat Dakwaan, Jampidsus Harus Dicopot

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Seperti sudah diduga, Mafia Kasus Satu Triliun, Zarof Ricar mantan Kepala Balitbang Diklat Kumdil MA RI RI dalam pembacaan eksespi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (17/02/2025) meminta kepada kepada majelis hakim menyatakan dakwan JPU batal demi hukum, dan mengeluarkan terdakwa dari tahanan. Karena Surat Dakwaan JPU tidak mengurai perbuatan terdakwa dan […]

  • Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali menunjukkan ketegasan dalam mengawasi aktivitas warga negara asing (WNA) di Bali. Tiga perempuan WNA diamankan dalam operasi yang digelar Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Sabtu (2/5/2026), terkait dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan penyalahgunaan izin tinggal. Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang dilakukan […]

expand_less