Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi nasional, DPC GMNI se-Bali menggelar Konsolidasi dan Diskusi bertajuk *”Melemahnya Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Nasional”* yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 19.00–22.00 WITA di Sekretariat DPC GMNI Denpasar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader dari DPC GMNI Denpasar, DPC GMNI Buleleng, DPC GMNI Bangli, dan DPC GMNI Tabanan sebagai bentuk konsolidasi sikap organisasi dalam menyikapi situasi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani rakyat kecil.

Dalam diskusi tersebut, pemantik pertama, Tresna Suwardiana, menyoroti adanya jurang yang semakin lebar antara narasi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

> “Rakyat tidak hidup dari angka pertumbuhan ekonomi. Rakyat hidup dari harga beras, harga gas, biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan kesempatan kerja. Ketika semua itu semakin sulit dijangkau, maka pemerintah tidak boleh berlindung di balik statistik yang terlihat indah di atas kertas,” tegas Tresna.

Menurut Tresna, pembangunan ekonomi harus diukur dari sejauh mana rakyat dapat hidup lebih layak, bukan semata-mata dari indikator makro yang sering kali tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pemantik kedua, Ngakan Alit Marchel Stefano, menyampaikan bahwa pelemahan rupiah merupakan sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional masih belum cukup kuat untuk melindungi rakyat dari tekanan global.

> “Yang melemah hari ini bukan hanya rupiah. Yang melemah adalah daya beli rakyat, harapan rakyat, dan kemampuan rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika harga-harga naik sementara pendapatan tetap, maka sesungguhnya rakyat sedang dipaksa menanggung beban ekonomi yang tidak mereka ciptakan,” ujar Marchel.

Marchel juga mengkritik kecenderungan pembangunan ekonomi yang dinilai terlalu berorientasi pada investasi dan kepentingan modal besar tanpa diimbangi perlindungan yang memadai terhadap sektor ekonomi rakyat.

> “Kalau ekonomi hanya tumbuh untuk mereka yang sudah kuat, maka itu bukan pembangunan. Negara harus hadir untuk petani yang kesulitan pupuk, nelayan yang terbebani biaya operasional, buruh yang upahnya tertinggal oleh inflasi, dan UMKM yang terus berjuang bertahan hidup,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, peserta diskusi juga menyoroti berbagai persoalan yang muncul akibat tekanan ekonomi, mulai dari meningkatnya biaya hidup, menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat, hingga kekhawatiran terhadap semakin lebarnya kesenjangan sosial.

DPC GMNI Se-Bali menilai bahwa kondisi saat ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah agar lebih serius memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Trisakti Soekarno. Menurut GMNI, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan hasil pembangunan benar-benar dinikmati oleh rakyat banyak.

Forum konsolidasi tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk terus mengawal kebijakan ekonomi nasional dan memastikan suara rakyat tetap menjadi pusat perhatian dalam setiap proses pembangunan.

> “Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya. Yang sering kali kurang adalah keberanian politik untuk benar-benar memihak rakyat,” tutup Marchel dalam sesi diskusi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar
  • Cegah Kebocoran Dana Desa, Kolaborasi Kejaksaan Agung dan Kemendes

    Cegah Kebocoran Dana Desa, Kolaborasi Kejaksaan Agung dan Kemendes

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kolaborasi untuk mencegah kebocoran dana desa. Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran yang berjumlah besar. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh untuk mencegah kebocoran dana desa. Menurutnya, jika terdapat kebocoran pada pelaksanaaan tentu Kejaksaan […]

  • Demo Dugaan Korupsi BSPS, Massa Aksi Minta KPK Periksa Said Abdulah

    Demo Dugaan Korupsi BSPS, Massa Aksi Minta KPK Periksa Said Abdulah

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Solidaritas Pemuda Madura #LawanKorupsi menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (21/2/2025). Dalam aksinya, Koordinator Solidaritas Pemuda Madura Abdul Saiful meminta agar KPK untuk mengusut kasus dugaan korupsi program Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebagai informasi, kata […]

  • Mas Sumatri Tegaskan Parpol Harus Serius Rekrut Caleg Perempuan atau Kena Sanksi

    Mas Sumatri Tegaskan Parpol Harus Serius Rekrut Caleg Perempuan atau Kena Sanksi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR – Anggota DPRD Provinsi Bali sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menegaskan pentingnya sanksi tegas bagi partai politik yang tidak memenuhi kuota keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif. Mantan Bupati Karangasem itu menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kewajiban kuota minimal 30 persen perempuan menjadi langkah penting untuk memperkuat representasi […]

  • LHMB Kota Dumai Berikan Teguran Kepada Manajemen, Minta Disnakertrans Sidak Perekrutan Ketenaga Kerjaan Di Hypermart

    LHMB Kota Dumai Berikan Teguran Kepada Manajemen, Minta Disnakertrans Sidak Perekrutan Ketenaga Kerjaan Di Hypermart

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 11
    • 0Komentar

        Mata kompas. Com Dumai – Dewan Pimpinan Daerah Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (DPD LHMB) Kota Dumai menyampaikan teguran kepada manajemen Hypermart yang akan segera melakukan grand opening di Kota Dumai. Teguran tersebut disampaikan karena proses rekrutmen tenaga kerja dinilai tidak dilakukan secara terbuka kepada masyarakat setempat.(06/03/26) Ketua DPD LHMB Kota Dumai, Wan Ade […]

  • Apel KesiapSiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tingkat Kabupaten Indramayu 2025.

    Apel KesiapSiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tingkat Kabupaten Indramayu 2025.

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Letak geografis Indonesia yang berada di daerah pertemuan lempeng sibuk pasifik dan mediterania yang berdampak daerah di Indonesia menjadi rawan bencana. Bencana itu sendiri bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Untuk mengurangi dampak dari setiap bencana yang terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu mengadakan Apel KesiapSiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tingkat Kabupaten Indramayu 2025 yang […]

expand_less