Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi nasional, DPC GMNI se-Bali menggelar Konsolidasi dan Diskusi bertajuk *”Melemahnya Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Nasional”* yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 19.00–22.00 WITA di Sekretariat DPC GMNI Denpasar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader dari DPC GMNI Denpasar, DPC GMNI Buleleng, DPC GMNI Bangli, dan DPC GMNI Tabanan sebagai bentuk konsolidasi sikap organisasi dalam menyikapi situasi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani rakyat kecil.

Dalam diskusi tersebut, pemantik pertama, Tresna Suwardiana, menyoroti adanya jurang yang semakin lebar antara narasi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

> “Rakyat tidak hidup dari angka pertumbuhan ekonomi. Rakyat hidup dari harga beras, harga gas, biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan kesempatan kerja. Ketika semua itu semakin sulit dijangkau, maka pemerintah tidak boleh berlindung di balik statistik yang terlihat indah di atas kertas,” tegas Tresna.

Menurut Tresna, pembangunan ekonomi harus diukur dari sejauh mana rakyat dapat hidup lebih layak, bukan semata-mata dari indikator makro yang sering kali tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, pemantik kedua, Ngakan Alit Marchel Stefano, menyampaikan bahwa pelemahan rupiah merupakan sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional masih belum cukup kuat untuk melindungi rakyat dari tekanan global.

> “Yang melemah hari ini bukan hanya rupiah. Yang melemah adalah daya beli rakyat, harapan rakyat, dan kemampuan rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika harga-harga naik sementara pendapatan tetap, maka sesungguhnya rakyat sedang dipaksa menanggung beban ekonomi yang tidak mereka ciptakan,” ujar Marchel.

Marchel juga mengkritik kecenderungan pembangunan ekonomi yang dinilai terlalu berorientasi pada investasi dan kepentingan modal besar tanpa diimbangi perlindungan yang memadai terhadap sektor ekonomi rakyat.

> “Kalau ekonomi hanya tumbuh untuk mereka yang sudah kuat, maka itu bukan pembangunan. Negara harus hadir untuk petani yang kesulitan pupuk, nelayan yang terbebani biaya operasional, buruh yang upahnya tertinggal oleh inflasi, dan UMKM yang terus berjuang bertahan hidup,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, peserta diskusi juga menyoroti berbagai persoalan yang muncul akibat tekanan ekonomi, mulai dari meningkatnya biaya hidup, menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat, hingga kekhawatiran terhadap semakin lebarnya kesenjangan sosial.

DPC GMNI Se-Bali menilai bahwa kondisi saat ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah agar lebih serius memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Trisakti Soekarno. Menurut GMNI, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan hasil pembangunan benar-benar dinikmati oleh rakyat banyak.

Forum konsolidasi tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk terus mengawal kebijakan ekonomi nasional dan memastikan suara rakyat tetap menjadi pusat perhatian dalam setiap proses pembangunan.

> “Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya. Yang sering kali kurang adalah keberanian politik untuk benar-benar memihak rakyat,” tutup Marchel dalam sesi diskusi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Agung Pecalang Bali 2026 Diwarnai Peluncuran Jingel “Sipanduberadat” Karya Rai Dharmadi Satpol PP Bali

    Gelar Agung Pecalang Bali 2026 Diwarnai Peluncuran Jingel “Sipanduberadat” Karya Rai Dharmadi Satpol PP Bali

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gelar Agung Pecalang Bali 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3), menghadirkan suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pertemuan yang diikuti belasan ribu pecalang dari seluruh Bali tersebut diiringi sebuah jingle berjudul “Sipanduberadat.” Lagu tersebut merupakan karya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi […]

  • Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 742
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0615/ KNG berkolaborasi dengan Paguyuban Ibu ibu Perum Ciporang, melaksanakan kegiatan berbagi takjil secara gratis, di depan Kodim 0615/KNG, Jl. RE Martadinata 97 Ciporang, Kuningan, Jumat (21/3/2025). Kegiatan berbagi takjil gratis ini merupakan bagian dari kegiatan teritorial untuk […]

  • Dispora Bengkulu: Olahraga dan Kegiatan Positif Efektif Jauhkan Anak Muda dari Narkoba

    Dispora Bengkulu: Olahraga dan Kegiatan Positif Efektif Jauhkan Anak Muda dari Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com –  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu meyakini bahwa keterlibatan aktif anak muda dalam kegiatan olahraga dan kegiatan positif lainnya dapat menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam melawan ancaman narkoba. Dispora terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu […]

  • Rochineng Soroti Polemik Golkar Keluar dari Pansus TRAP: “Ketua DPRD yang Paling Merasa Dizalimi”

    Rochineng Soroti Polemik Golkar Keluar dari Pansus TRAP: “Ketua DPRD yang Paling Merasa Dizalimi”

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik penarikan tiga anggota Fraksi Golkar dari Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali terus memantik beragam tanggapan. Kali ini, anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Ketut Rochineng, menyampaikan pandangan hukumnya terkait pengunduran diri anggota pansus yang dinilai tidak sesederhana persoalan hak pribadi. Saat dihubungi pada Selasa […]

  • Kemenkum Jabar Hadiri Musyawarah Desa 2025 Di Sumedang, Pelaksanaan Terbesar Sepanjang Sejarah Di Indonesia

    Kemenkum Jabar Hadiri Musyawarah Desa 2025 Di Sumedang, Pelaksanaan Terbesar Sepanjang Sejarah Di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com. Sumedang – Peringatan Hari Desa Nasional bertujuan untuk mengingatkan pentingnya pembangunan dan pemberdayaan desa sebagai fondasi bangsa. Dalam berbagai perkembangan peraturan perundang-undangan terkait sistem peran sistem pemerintahan di Indonesia antara lain dimulai dari undang-undang nomor 1 tahun 1945 tentang komite Nasional Indonesia daerah atau KNID yang berkembang hingga undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang […]

  • Bali Tak Boleh Kotor: Polri, TNI dan Masyarakat Bersatu Jaga Pantai Se-Bali

    Bali Tak Boleh Kotor: Polri, TNI dan Masyarakat Bersatu Jaga Pantai Se-Bali

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com –  Jajaran Polda Bali bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menggelar aksi kurve atau bersih-bersih lingkungan secara serentak di berbagai wilayah Provinsi Bali, Selasa hingga Rabu (3–4 Februari 2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan permasalahan sampah, khususnya di wilayah pesisir pantai dan ruang publik, sekaligus mendukung […]

expand_less