Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mantan Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra: Masyarakat Bali Mulai “Patah Hati”, Pemerintah Diminta Tata Ulang Blueprint Pariwisata dan Selamatkan Ekonomi Lokal

  • account_circle admin
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali periode 2015–2020, Dr. Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., menilai perubahan karakter masyarakat Bali yang belakangan semakin keras merupakan dampak akumulasi persoalan ekonomi, ketimpangan pembangunan, hingga kemacetan lalu lintas yang semakin parah.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di kantornya, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Rabu (29/7/2026). Alit Wiraputra yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Korwil Bali Nusra Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Provinsi Bali menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali justru lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal, sementara masyarakat Bali mulai mengalami tekanan ekonomi yang berdampak pada perubahan perilaku sosial.

“Karakter masyarakat Bali perlahan berubah. Dulu masyarakat dikenal santun, bijaksana, dan rendah hati. Sekarang mulai lebih keras karena tekanan ekonomi yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemacetan lalu lintas yang setiap hari terjadi di kawasan Denpasar, Badung, hingga Ubud turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya hanya sekitar 10 hingga 15 menit kini dapat mencapai 30 hingga 60 menit.

“Kemacetan bukan hanya persoalan transportasi, tetapi sudah menjadi persoalan psikologis masyarakat. Setiap hari menghadapi kemacetan membuat tingkat stres meningkat,” katanya.

Selain itu, Agung Alit menilai masyarakat Bali kini semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut, menurutnya, memicu meningkatnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya jarang terjadi di Pulau Dewata.

Ia menggambarkan perubahan kondisi sosial masyarakat Bali dengan membandingkan situasi masa lalu, ketika kendaraan yang ditinggalkan tanpa pengawasan masih relatif aman, dengan kondisi sekarang yang menurutnya jauh berbeda akibat tekanan ekonomi.

Lebih jauh, Agung Alit Wiraputra menyebut masyarakat Bali saat ini justru menjadi “penonton di rumah sendiri”. Ia menilai sebagian besar investasi yang berkembang di sektor pariwisata tidak lagi dikuasai masyarakat lokal sehingga manfaat ekonominya tidak dirasakan secara optimal.

“Pulau Bali dikenal dunia sebagai surga pariwisata, tetapi masyarakat Bali justru semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan menikmati hasil pembangunan pariwisata,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pariwisata Bali melalui penyusunan kembali blueprint atau cetak biru pengembangan pariwisata yang berpihak kepada masyarakat lokal.

Menurutnya, pembangunan selama ini terlalu terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sehingga memicu kepadatan penduduk, kemacetan, serta tekanan terhadap lingkungan.

Ia mengusulkan agar investasi pariwisata baru diarahkan ke daerah lain seperti Karangasem, Jembrana, dan Buleleng sehingga pemerataan pembangunan dapat terwujud.

“Pemerataan pembangunan harus dilakukan. Jangan semua pembangunan hanya berpusat di Bali Selatan. Investor perlu diarahkan membangun kawasan pariwisata baru di daerah lain agar manfaat ekonomi dirasakan lebih merata,” tegasnya.

Dalam bidang transportasi, Gung Alit juga menyarankan pemerintah membatasi operasional kendaraan berat di kawasan perkotaan pada siang hari. Ia mengusulkan kendaraan dengan enam roda ke atas hanya beroperasi pada malam hari agar tidak memperparah kemacetan.

Selain pembangunan infrastruktur, ia menekankan pentingnya menjaga adat, budaya, dan sektor ekonomi kreatif masyarakat Bali. Menurutnya, keberhasilan pariwisata Bali sangat bergantung pada kekuatan budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

Ia mendorong pemerintah mewajibkan hotel, pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha pariwisata memasarkan produk kerajinan asli Bali sebagai bentuk perlindungan terhadap perajin lokal.

“Jangan sampai souvenir yang dijual di Bali ternyata berasal dari luar daerah bahkan luar negeri, tetapi dipasarkan seolah-olah sebagai produk Bali. Ini sangat merugikan para perajin lokal,” katanya.

Agung Alit juga mengingatkan bahwa persaingan tenaga kerja di sektor pariwisata akan semakin ketat seiring terbukanya pasar kerja kawasan ASEAN. Karena itu, masyarakat Bali harus dipersiapkan agar tetap menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri.

Menutup pernyataannya, Agung Alit Wiraputra mengajak pemerintah membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat untuk menyusun kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada rakyat Bali.

“Peran pemerintah sangat penting dalam membangun karakter sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Mari kita duduk bersama menyusun blueprint pariwisata yang benar-benar berpihak kepada masyarakat Bali, menjaga adat, budaya, dan kesejahteraan rakyat agar masyarakat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fast Respon Polsek Siabu Tangkap Pengedar Narkoba di Sihepeng

    Fast Respon Polsek Siabu Tangkap Pengedar Narkoba di Sihepeng

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    MADINA – JarrakPos- Fast Respon atau respon cepat dari jajaran Polsek Siabu, Polres Mandailing Natal (Madina) melakukan penangkapan terhadap terduga pengedar narkoba jenis sabu di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Selasa (11/2/2025) pukul 23.30 Wib. Operasi penangkapan itu langsung dipimpin Plh Kapolsek Siabu Ipda Rizki Anwar, SH, bersama jajaran Unit Reskrim, serta puluhan masyarakat setempat. Satu […]

  • Hakim Diduga Bersekongkol dengan Mafia Tanah, Warga Binanga Geruduk Pengadilan TUN Makassar

    Hakim Diduga Bersekongkol dengan Mafia Tanah, Warga Binanga Geruduk Pengadilan TUN Makassar

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Puluhan warga Lingkungan Binanga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Selasa (21/1/2025). Warga melakukan aksi protes melalui unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, karena diduga ada Hakim yang bersekongkol dengan Mafia Tanah, sehingga merampas tanah warga Binanga di Kabupaten Majene. Hasliati, seorang warga yang […]

  • Ops Keselamatan Toba 2025, Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Mandailing Natal

    Ops Keselamatan Toba 2025, Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Panyabungan- JarrakPos- Kasat Lantas polres Mandailing Natal.Iptu,Abdul Anwar Ujung,SH.Besama Stekolder Melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan Angkutan Umum (Rancek) dan pimpin langsung dalam rangka Ops Keselamatan Toba 2025 yang berlangsung di Jln.Lintas Timur Dan depan Taman Kota Panyabungan.Kabupaten Mandailing Natal selasa (11/02/2025). Kasat Lantas dalam amanatnya mengatakan bahwa Kamseltibcarlantas merupakan suatu hal yang mutlak harus dirasakan oleh […]

  • Advokat Desak Kejati Jabar Imbas Tambang Ilegal di Jawa Barat Rugikan Negara Triliunan

    Advokat Desak Kejati Jabar Imbas Tambang Ilegal di Jawa Barat Rugikan Negara Triliunan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kerugian negara akibat aktivitas tambang ilegal di Jawa Barat mencapai triliunan rupiah. Puluhan advokat yang tergabung dalam Tim Hukum Jabar Istimewa mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat untuk menjerat pelaku dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Desakan ini disampaikan dalam audiensi di Kantor Kejati Jabar, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. […]

  • Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memperluas jangkauan pelayanannya dengan membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini didasarkan pada Surat Kementerian PANRB Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 4 November 2025 yang menyetujui pembentukan kantor-kantor baru tersebut. Pembentukan kantor imigrasi baru ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, […]

  • Pemkab Pastikan Migor “MinyaKita” di Kuningan Aman

    Pemkab Pastikan Migor “MinyaKita” di Kuningan Aman

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Menyusul viralnya minyak goreng merk Minyakita di media sosial, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan melalui UPTD Metrologi Legal melakukan pengawasan terhadap produk tersebut di Pasar Baru, Senin (10/3/2025). Kepala UPTD Metrologi Legal, Eris Rismayana, yang turut mendampingi Kepala Diskopdagperin, Trisman Supriatna, S.Pd., M.Pd., menyatakan, pengawasan dilakukan terhadap Minyakita […]

expand_less