Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Pembangunan Marak, Masa Depan Sawah Terancam, John Purna Manajer Operasional DTW Jatiluwih Minta Penegakan Aturan Dioptimalkan 

Pembangunan Marak, Masa Depan Sawah Terancam, John Purna Manajer Operasional DTW Jatiluwih Minta Penegakan Aturan Dioptimalkan 

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Keramaian isu pembangunan di kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan yang merupakan Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO kembali mencuat setelah adanya aksi protes dan kunjungan sidak Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bali. Menanggapi situasi itu, Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, John Ketut Purna atau akrab disapa John Purna, menyampaikan pandangannya terkait kondisi Jatiluwih dan maraknya pembangunan di kawasan sawah.

Dalam percakapan bersama redaksi, John Purna menegaskan bahwa sebagai manajer operasional, ia tidak memiliki kewenangan langsung terkait polemik pembangunan di lahan subak. Persoalan tersebut berada di wilayah kewenangan subak, perbekel desa, dan bendesa adat. Namun demikian, ia merasa perlu menyampaikan pandangan berdasarkan keluhan wisatawan, sopir wisata, dan pemandu yang setiap hari beraktivitas di Jatiluwih.

Keluhan Wisatawan dan Pemandu: Pembangunan Sudah “Sangat Marak”

John mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ia menerima banyak komplain dari wisatawan dan para pelaku pariwisata mengenai masifnya pembangunan di area persawahan Jatiluwih.

“Keadaan Jatiluwih, saya banyak sekali mendapat komplain dari driver, guide, dan turis. Pembangunan di Jatiluwih sudah sangat marak. Saya berharap pertanian di Jatiluwih tetap berkelanjutan, dan aturan harus tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pembangunan tidak dikendalikan, maka keberlanjutan lanskap sawah terasering ikon utama Jatiluwih akan terancam. Bahkan, status WBD UNESCO bisa dalam posisi rawan.

“Kalau kita biarkan terus, nanti kita bisa bermasalah dengan UNESCO. Lama-lama generasi muda kita tidak bisa melihat sawah lagi karena terlalu masifnya pembangunan,” tegasnya.

Petani Tetap Bisa Membangun, Tapi Ada Aturannya

Menanggapi isu di media sosial yang menyebut petani tidak boleh berjualan atau membangun sama sekali, John meluruskan bahwa pemerintah desa dan lembaga adat sebenarnya sudah memberikan toleransi.

“Sudah ada kesepakatan antara Desa Jatiluwih dan pihak PM Datar Banan. Petani diperbolehkan membangun di sawah dengan ukuran maksimal 3 x 6 meter, bebas peruntukannya, termasuk untuk berjualan. Jadi bukan tidak boleh sama sekali,” jelasnya.

Selain ukuran bangunan, material dan konsep bangunan juga telah diatur.

“Semuanya sudah diatur atap harus alang-alang, modelnya alami. Artinya aturan sudah jelas, tinggal ikuti saja agar seimbang,” katanya.

John menegaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat agar para petani tetap memiliki ruang usaha, sambil tetap menjaga kelestarian lanskap.

Mengutamakan Kepentingan Jangka Panjang

John mengajak seluruh pihak baik petani, pemilik usaha, maupun masyarakat yang saat ini membangun di area sawah untuk melihat dampak jangka panjang.

“Saya sadar, siapa pun pasti marah kalau usahanya dibatasi. Tapi coba pikirkan jauh ke depan. Kalau sawah habis, siapa yang rugi? Cuma segelintir yang untung, tapi ribuan warga lainnya kehilangan masa depan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ini ada sekitar 13 pelaku usaha yang membangun cukup masif di area sawah.

“Kalau 13 orang ini dibiarkan, dan masing-masing punya keluarga besar, yang menikmati hanya mereka. Sisanya sekitar 3.000 penduduk jadi kehilangan kesempatan,” tegasnya.

Menunggu Keputusan Para Pemangku Wilayah

Mengenai hasil sidak Pansus DPRD Bali, John menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti apa pun keputusan dari desa dinas, desa adat, subak, dan pemerintah daerah.

“Solusi semuanya saya serahkan kepada pemangku yang punya hak. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari tamu, guide, dan driver. Intinya, alam yang di luar itu harus dipertahankan,” katanya.

John juga meminta agar setiap penyampaian sikapnya ditulis secara proporsional agar tidak menimbulkan konflik dengan para pihak yang sedang bersinggungan dalam persoalan ini.

“Tolong jangan sampai pernyataan saya bikin saya dimusuhi. Saya hanya ingin Jatiluwih tetap terjaga,” ucapnya.

Menjaga Jatiluwih untuk Generasi Mendatang

Sebagai pengelola operasional DTW, John Purna berharap Jatiluwih bisa terus menjadi destinasi wisata dunia yang alami dan lestari. Ia mengajak seluruh pihak untuk menaati aturan yang dibuat pemerintah desa dan adat, demi keberlanjutan subak dan warisan budaya dunia.

“Aturan sudah ada, mari kita sama-sama ikuti. Tujuannya bukan untuk melarang, tapi menjaga agar Jatiluwih tetap seperti yang dicintai wisatawan sawah yang berkelanjutan, bukan bangunan masif,” tutupnya. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kementerian Hukum Bali dan Undiknas Jalan Sinergi Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dalam Implementasi Kampus Berdampak 

    Kanwil Kementerian Hukum Bali dan Undiknas Jalan Sinergi Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dalam Implementasi Kampus Berdampak 

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali memperkuat kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Senat Terbuka Wisuda Undiknas ke-99 yang berlangsung di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), ITDC Nusa Dua, pada Senin […]

  • Rekomendasi Pansus Dua Proyek di Kelingking Beach Resmi Diserahkan, Gubernur Koster Sebut Akan Ada Kejutan

    Rekomendasi Pansus Dua Proyek di Kelingking Beach Resmi Diserahkan, Gubernur Koster Sebut Akan Ada Kejutan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dua proyek wisata ekstrem di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung kini menunggu keputusan akhir dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Apakah lift kaca setinggi 180 meter dan wahana bungee jumping Extreme Park Bali akan dilanjutkan, dibongkar, atau dicarikan solusi lain, semua kini bergantung pada keputusan eksekutif. Kepastian ini muncul, setelah Panitia Khusus Tata […]

  • Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama Warning Keras!!! Perjuangan 15 Tahun Pengakuan Status UNESCO Jatiluwih Terancam Komersialisasi Berlebihan

    Komisi IV DPR RI Adi Wiryatama Warning Keras!!! Perjuangan 15 Tahun Pengakuan Status UNESCO Jatiluwih Terancam Komersialisasi Berlebihan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Polemik pengelolaan kawasan Subak Jatiluwih terus memanas, setelah Pansus TRAP DPRD Bali menutup sejumlah bangunan liar di kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO tersebut. Respon tegas datang dari Anggota DPR RI Komisi IV, Adi Wiryatama yang memperingatkan ancaman serius terhadap status bergengsi UNESCO yang diraih melalui perjuangan panjang. Dalam pernyataan yang disampaikan […]

  • Nasib: Disaat Mau Lebaran Tiba Justru PT Sritex Resmi Tutup, Seluruh Karyawan Terkena PHK

    Nasib: Disaat Mau Lebaran Tiba Justru PT Sritex Resmi Tutup, Seluruh Karyawan Terkena PHK

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 846
    • 0Komentar

    SUKOHARJA,JARRAKPOS.COM – Pada Sabtu (1/3/2024), ruas Jalan KH Samanhudi, Sukoharjo, terlihat tidak seramai biasanya sejak Sritex resmi dinyatakan tutup. Deretan warung makan, tempat penitipan sepeda motor, hingga laundry tutup. Hanya beberapa kios buah yang masih membuka lapak dagangan. Di pinggir jalan itu, kini tak lagi dijumpai para karyawan berseragam warna biru langit yang berjalan kaki. […]

  • Kabupaten Indramayu Harus Menjadi Kabupaten Layak Anak 2025, Lucky Hakim: Anak-anak Investasi Masa Depan.

    Kabupaten Indramayu Harus Menjadi Kabupaten Layak Anak 2025, Lucky Hakim: Anak-anak Investasi Masa Depan.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPis.Com– Pemerintah Kabupaten Indramayu menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid yang dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi KLA tahun 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tim verifikator dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), serta unsur terkait lainnya pada Kamis (17/4/2025). Sekretaris Daerah Kabupaten […]

  • Ombudsman Apresiasi Kolaborasi Polres Bogor dan Polresta Bogor Sikat Debt Collector

    Ombudsman Apresiasi Kolaborasi Polres Bogor dan Polresta Bogor Sikat Debt Collector

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bogor – Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melalui Kepala Ombudsman RI Jakarta Raya Dedy Irsan mengapresiasi gebrakan bersama Polres Bogor yang dipimpin AKBP Rio Wahyu Anggoro selaku Kapolres Bogor bersama Polresta Bogor Kota yang dipimpin Kombes Pol Eko Prasetyo selaku Kapolres Bogor Kota dalam memberantas premanisme di Kabupaten dan Kota Bogor, Premanisme model baru yaitu […]

expand_less