Breaking News
light_mode
Trending Tags

Siap Perkuat Layanan Mediasi untuk Masyarakat, Kades Sidan I Made Sukra Suyasa Raih Penghargaan Mediator Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR | Matakompas.com — Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM, menerima penghargaan bergengsi sebagai Mediator Nasional dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dan Dewan Setengah Tahaesia. Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah tokoh desa dari berbagai kabupaten di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam penyelesaian sengketa berbasis mediasi dan layanan masyarakat.

Selain menerima penghargaan, Sukra Suyasa juga diundang menghadiri acara Penandatanganan Pakta Integritas, Pengambilan Sumpah/Janji Profesi, dan Pelantikan Mediator/Arbiter Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) lembaga pendidikan dan mediasi yang telah terakreditasi oleh Mahkamah Agung RI melalui SK Nomor 16/KMA/SK/I/2022.

Acara tersebut digelar pada:

Hari/Tanggal : Senin, 1 Desember 2025

Waktu : 08.00–12.00 WIB

Tempat : Hotel Ibis Senen, Jl. Kramat Raya No.100, Jakarta Pusat

Penghargaan Penting untuk Penguatan Mediasi Desa

Menurut Sukra Suyasa, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menegaskan pentingnya peran mediator dalam menyelesaikan persoalan warga sebelum berkembang menjadi kasus hukum.

“Ini penghargaan yang sangat berarti. Kami dapat gelar mediator nasional untuk membantu masyarakat dalam memfasilitasi berbagai persoalan sehari-hari, dari masalah tanah, perselisihan rumah tangga, hingga sengketa sosial lain yang bisa diselesaikan secara damai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gelar mediator tersebut telah terdaftar resmi dan akan masuk dalam daftar mediator di Pengadilan Negeri di tiap kabupaten sebagaimana prosedur Mediasi Peradilan di Indonesia.

Dilatih Secara Profesional, Lulus Seleksi Ketat

Sukra Suyasa mengungkapkan bahwa proses mendapatkan sertifikasi mediator nasional tidak mudah. Para peserta harus melalui serangkaian pelatihan intensif selama satu minggu dan melewati penilaian ketat dari DSI, DHD, dan lembaga pendidikan mediasi nasional lainnya.

“Kami mengikuti tes, pembelajaran, dan penilaian dari DSI. Setelah itu barulah kami dinyatakan lulus dan berhak menerima gelar serta penghargaan ini. Saya bangga karena mendapat kesempatan mengikuti program ini secara gratis, setelah sebelumnya menjalani pelatihan paralegal melalui PGA dan program persengketaan,” tambahnya.

Peran Mediator: Mencegah Warga Masuk ke Kasus Hukum

Sebagai mediator resmi, Sukra Suyasa menekankan bahwa fungsi utama mediasi adalah mencegah warga terseret ke proses hukum yang panjang dan melelahkan.

“Pemerintah memang mengarahkan agar sebelum ke pengacara dan pengadilan, masyarakat disarankan untuk menempuh jalur mediasi dulu. Tugas kami adalah mendamaikan dan mencari solusi agar masalah tidak berkembang menjadi kasus hukum,” tegasnya.

Jenis kasus yang dapat dimediasi sangat beragam, mulai dari:

* Sengketa tanah

* Konflik keluarga dan kekerasan dalam rumah tangga

* Perselisihan antar warga

* Persoalan sosial kemasyarakatan lain yang berpotensi masuk ranah hukum

Dengan hadirnya mediator di tingkat desa, penyelesaian masalah dapat dilakukan lebih cepat, murah, dan berorientasi pada “win-win solution”.

Harapan untuk Desa Sidan dan Kabupaten Gianyar

Sukra Suyasa berharap semakin banyak mediator terlatih di Kabupaten Gianyar, khususnya di wilayah Suruh-Bawang Patel dan desa-desa sekitar, agar masyarakat memiliki akses mudah terhadap layanan mediasi.

“Saya berharap ke depan semakin banyak mediator resmi yang lahir dari desa-desa kita. Ini akan sangat mempermudah masyarakat yang tersandung masalah untuk diselesaikan lewat jalur damai, bukan lewat proses hukum yang rumit,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan mediator desa akan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan bebas dari konflik berkepanjangan.

Keberhasilan I Made Sukra Suyasa meraih penghargaan mediator nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Sidan dan Gianyar. Selain mengangkat nama daerah, prestasi ini membuka harapan baru bahwa penyelesaian konflik masyarakat dapat dilakukan secara lebih manusiawi, cepat, dan damai.

Dengan adanya mediator resmi yang telah tersertifikasi nasional, Desa Sidan semakin siap memberikan pelayanan terbaik bagi warganya dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan sosial. (Tim)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Hentikan Penyidikan, GPS-IMAS Tuntut Kepastian Hukum I Made Daging

    Bukan Sekadar Hentikan Penyidikan, GPS-IMAS Tuntut Kepastian Hukum I Made Daging

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Perjuangan hukum mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, memasuki babak krusial. Tim Pembela Administrasi Pertanahan melalui kuasa hukumnya, Gede Pasek Suardika (GPS) dan I Made Ariel Suardana (IMAS), membongkar sejumlah persoalan hukum yang dinilai mendasar dalam penerbitan surat penghentian penyidikan dan pencabutan penetapan tersangka oleh […]

  • Gubernur Koster Bersama Masyarakat Kawasan Turyapada Tower Sepakati Pembebasan Lahan sesuai Aturan

    Gubernur Koster Bersama Masyarakat Kawasan Turyapada Tower Sepakati Pembebasan Lahan sesuai Aturan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BULELENG – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng menyepakati pembebasan lahan untuk penguatan pembangunan kawasan menara komunikasi setinggi 115 meter yang menjadi pusat pemancar siaran TV digital, telekomunikasi, dan ikon wisata baru di Kabupaten Buleleng. Hal itu terungkap saat […]

  • Enam Lokasi yang Dikunjungi Gubernur NTT Selama Kunker di Kabupaten Belu

    Enam Lokasi yang Dikunjungi Gubernur NTT Selama Kunker di Kabupaten Belu

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 899
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya, Gubernur NTT beserta rombongan menuju ke Kabupaten Belu, setelah sebelumnya kunker di Kabupaten Malaka pada Sabtu (29/3/2025). Turut mendampingi Gubernur NTT, yakni Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda dan Kepala Satuan Kerja Bendung I BWS NT […]

  • Perkuat Pengawasan Pengungsi di Kepri, Rudenim Pusat Tanjungpinang Bentuk FORKOPDENSI 2026

    Perkuat Pengawasan Pengungsi di Kepri, Rudenim Pusat Tanjungpinang Bentuk FORKOPDENSI 2026

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BATAM — Penanganan pengungsi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak penguatan koordinasi lintas instansi. Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi sekaligus pembentukan Forum Koordinasi Penanganan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tahun 2026 di Aston Batam. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam […]

  • Skema Marked to Market Picu Lonjakan Piutang Subsidi PT Pupuk Indonesia

    Skema Marked to Market Picu Lonjakan Piutang Subsidi PT Pupuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 253 persen menjadi Rp8,51 triliun pada semester pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di balik peningkatan kinerja itu, nilai piutang subsidi yang harus dibayar pemerintah kepada BUMN pupuk tersebut juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis […]

  • Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Amankan Gerombolan Remaja Terlibat Tawuran

    Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Amankan Gerombolan Remaja Terlibat Tawuran

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon berhasil mengamankan remaja yang terlibat aksi tawuran di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (09/3/2025) malam sekira Pukul 21.30 WIB. Petugas juga mengamankan 17 orang yang diduga pelaku aksi tawuran. “Kami juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 handphone, 9 sepeda motor, 2 bendera, […]

expand_less