Breaking News
light_mode
Trending Tags

Siap Perkuat Layanan Mediasi untuk Masyarakat, Kades Sidan I Made Sukra Suyasa Raih Penghargaan Mediator Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR | Matakompas.com — Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM, menerima penghargaan bergengsi sebagai Mediator Nasional dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dan Dewan Setengah Tahaesia. Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah tokoh desa dari berbagai kabupaten di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam penyelesaian sengketa berbasis mediasi dan layanan masyarakat.

Selain menerima penghargaan, Sukra Suyasa juga diundang menghadiri acara Penandatanganan Pakta Integritas, Pengambilan Sumpah/Janji Profesi, dan Pelantikan Mediator/Arbiter Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) lembaga pendidikan dan mediasi yang telah terakreditasi oleh Mahkamah Agung RI melalui SK Nomor 16/KMA/SK/I/2022.

Acara tersebut digelar pada:

Hari/Tanggal : Senin, 1 Desember 2025

Waktu : 08.00–12.00 WIB

Tempat : Hotel Ibis Senen, Jl. Kramat Raya No.100, Jakarta Pusat

Penghargaan Penting untuk Penguatan Mediasi Desa

Menurut Sukra Suyasa, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menegaskan pentingnya peran mediator dalam menyelesaikan persoalan warga sebelum berkembang menjadi kasus hukum.

“Ini penghargaan yang sangat berarti. Kami dapat gelar mediator nasional untuk membantu masyarakat dalam memfasilitasi berbagai persoalan sehari-hari, dari masalah tanah, perselisihan rumah tangga, hingga sengketa sosial lain yang bisa diselesaikan secara damai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gelar mediator tersebut telah terdaftar resmi dan akan masuk dalam daftar mediator di Pengadilan Negeri di tiap kabupaten sebagaimana prosedur Mediasi Peradilan di Indonesia.

Dilatih Secara Profesional, Lulus Seleksi Ketat

Sukra Suyasa mengungkapkan bahwa proses mendapatkan sertifikasi mediator nasional tidak mudah. Para peserta harus melalui serangkaian pelatihan intensif selama satu minggu dan melewati penilaian ketat dari DSI, DHD, dan lembaga pendidikan mediasi nasional lainnya.

“Kami mengikuti tes, pembelajaran, dan penilaian dari DSI. Setelah itu barulah kami dinyatakan lulus dan berhak menerima gelar serta penghargaan ini. Saya bangga karena mendapat kesempatan mengikuti program ini secara gratis, setelah sebelumnya menjalani pelatihan paralegal melalui PGA dan program persengketaan,” tambahnya.

Peran Mediator: Mencegah Warga Masuk ke Kasus Hukum

Sebagai mediator resmi, Sukra Suyasa menekankan bahwa fungsi utama mediasi adalah mencegah warga terseret ke proses hukum yang panjang dan melelahkan.

“Pemerintah memang mengarahkan agar sebelum ke pengacara dan pengadilan, masyarakat disarankan untuk menempuh jalur mediasi dulu. Tugas kami adalah mendamaikan dan mencari solusi agar masalah tidak berkembang menjadi kasus hukum,” tegasnya.

Jenis kasus yang dapat dimediasi sangat beragam, mulai dari:

* Sengketa tanah

* Konflik keluarga dan kekerasan dalam rumah tangga

* Perselisihan antar warga

* Persoalan sosial kemasyarakatan lain yang berpotensi masuk ranah hukum

Dengan hadirnya mediator di tingkat desa, penyelesaian masalah dapat dilakukan lebih cepat, murah, dan berorientasi pada “win-win solution”.

Harapan untuk Desa Sidan dan Kabupaten Gianyar

Sukra Suyasa berharap semakin banyak mediator terlatih di Kabupaten Gianyar, khususnya di wilayah Suruh-Bawang Patel dan desa-desa sekitar, agar masyarakat memiliki akses mudah terhadap layanan mediasi.

“Saya berharap ke depan semakin banyak mediator resmi yang lahir dari desa-desa kita. Ini akan sangat mempermudah masyarakat yang tersandung masalah untuk diselesaikan lewat jalur damai, bukan lewat proses hukum yang rumit,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan mediator desa akan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan bebas dari konflik berkepanjangan.

Keberhasilan I Made Sukra Suyasa meraih penghargaan mediator nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Sidan dan Gianyar. Selain mengangkat nama daerah, prestasi ini membuka harapan baru bahwa penyelesaian konflik masyarakat dapat dilakukan secara lebih manusiawi, cepat, dan damai.

Dengan adanya mediator resmi yang telah tersertifikasi nasional, Desa Sidan semakin siap memberikan pelayanan terbaik bagi warganya dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan sosial. (Tim)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Cepat Piket Siaga Satreskrim Polresta Cirebon Menjemput Anak Korban TPPO

    Respon Cepat Piket Siaga Satreskrim Polresta Cirebon Menjemput Anak Korban TPPO

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Piket Siaga Satreskrim Polresta Cirebon merespon cepat dalam Penjemputan Anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Rabu (15/1/2025). Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, respon cepat tersebut berdasarkan laporan orang tua korban pada Selasa (14/1/2025). Saat itu, orang tua korban melaporkan kejadian dugaan tindak pidana perdagangan orang ke Polresta […]

  • Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Momen Perkuat Persaudaraan TNI-Rakyat se-Badung dan Denpasar.

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Momen Perkuat Persaudaraan TNI-Rakyat se-Badung dan Denpasar.

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dalam semangat mempererat kebersamaan dan memperkuat persatuan antar elemen bangsa, Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., bersama jajaran prajurit dan ratusan warga menggelar kegiatan Nonton Bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Lapangan Puputan Badung, pada Rabu pagi (15/7/2026). Acara yang dimulai pukul 03.00 Wita ini menjadi […]

  • Dikibusi Warga, Bandit Narkoba di Bilah Hulu Diringkus

    Dikibusi Warga, Bandit Narkoba di Bilah Hulu Diringkus

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    L batu – Unit Reskrim Polsek Bilah Hulu Resor Labuhanbatu berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan terhadap tersangka terjadi pada Kamis, 6 Februari 2025 sore sekira pukul 15.00 WIB di Dusun Meranti, Desa Meranti, Kecamatan, Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard L. Malau SIK.MH melalui Kasihumas […]

  • dr. Dion Bria Seran: PS Malaka Siap Tempur di Laga Perdana ETMC 2025

    dr. Dion Bria Seran: PS Malaka Siap Tempur di Laga Perdana ETMC 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 20
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com – Menjelang laga perdana El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025, semangat juang PS Malaka terus dipacu. Direktur PS Malaka, dr. Dion Bria Seran, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur menghadapi pertandingan pertama melawan Bintang Timur Atambua (BTA). Dalam sesi latihan fisik yang digelar di Hotel Satarmese, Ende, pada Senin (10/11/2025), dr. Dion menegaskan […]

  • Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rencana pembongkaran total gedung lama RSUD Wangaya Kota Denpasar memicu sorotan tajam. Langkah ini dinilai sebagai solusi ekstrem yang mengabaikan nilai historis rumah sakit tertua di Bali tersebut. Mantan Anggota DPRD Kota Denpasar tiga periode, Ir. Anak Agung Susruta Ngurah Putra, menyuarakan keprihatinannya terhadap kebijakan yang dianggap kontradiktif dengan semangat pelestarian budaya […]

  • Penantian Puluhan Tahun Terjawab: Bupati SBS Mulai Bangun Jembatan Gantung Numbei, Akses Warga Terisolasi Segera Terbuka

    Penantian Puluhan Tahun Terjawab: Bupati SBS Mulai Bangun Jembatan Gantung Numbei, Akses Warga Terisolasi Segera Terbuka

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 16
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Gantung Numbei pada Kamis, 11 Desember 2025. Didampingi Kadis PUPR Malaka Lorens Haba serta sejumlah staf teknis, SBS menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan fasilitas vital yang telah lama dinantikan masyarakat untuk mengatasi keterisolasian, terutama saat musim penghujan. “Dukung para […]

expand_less