Breaking News
light_mode
Trending Tags

Masa Kerja Pansus TRAP Belum Berakhir, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Penarikan Anggota Golkar Tak Penuhi Syarat; Berpotensi Masuk Badan Kehormatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik penarikan tiga anggota Fraksi Partai Golkar dari Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali memasuki babak baru. Persoalan yang semula dipandang sebagai dinamika politik internal kini berkembang menjadi isu kepatuhan terhadap Tata Tertib DPRD dan legalitas masa kerja Pansus yang hingga kini belum berakhir.

Ketua Pansus TRAP sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., menegaskan bahwa penarikan anggota Pansus sebelum berakhirnya masa kerja enam bulan sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 6 Tahun 2026 tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam keputusan pembentukan Pansus.

Menurut Made Supartha, terdapat kekeliruan dalam penafsiran dasar hukum yang dijadikan alasan penarikan anggota Fraksi Golkar. Sebab, SK pembentukan Pansus secara tegas mengatur bahwa masa kerja Pansus berlangsung selama enam bulan dan baru dinyatakan berakhir setelah laporan akhir disampaikan kepada Pimpinan DPRD serta diterima dalam rapat paripurna internal.

“Selama masa kerja Pansus belum berakhir dan laporan akhirnya belum diterima dalam rapat paripurna, maka Pansus masih sah dan aktif menjalankan tugasnya. Karena itu, tidak ada dasar yang cukup untuk menyatakan penarikan anggota telah sesuai dengan ketentuan,” tegas Made Supartha yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, masa kerja Pansus TRAP masih berlaku hingga 6 Oktober 2026. Artinya, secara administratif maupun yuridis, Pansus masih memiliki kewenangan penuh melaksanakan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan di Bali.

Menurut Made Supartha, alasan bahwa Pansus telah melakukan berbagai inspeksi mendadak (sidak), rapat kerja, maupun kunjungan lapangan tidak dapat dijadikan dasar untuk mengakhiri keanggotaan Pansus. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas, bukan indikator berakhirnya masa kerja sebagaimana diatur dalam keputusan pembentukan.

“Yang menjadi ukuran bukan banyaknya sidak atau rapat yang sudah dilakukan, melainkan mekanisme yang telah ditetapkan dalam SK pembentukan Pansus dan Tata Tertib DPRD. Selama syarat-syarat itu belum terpenuhi, maka masa kerja Pansus masih berlangsung,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali itu berpandangan bahwa penarikan anggota Fraksi Golkar sebelum berakhirnya masa kerja enam bulan berpotensi bertentangan dengan Tata Tertib DPRD Provinsi Bali. Apabila terbukti tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku, persoalan tersebut dinilai layak dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Bali untuk dilakukan pemeriksaan sesuai kewenangan lembaga etik dewan.

Pansus TRAP sendiri dibentuk berdasarkan keputusan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali pada 3 September 2025 sebagai pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD sebagaimana diamanatkan Pasal 154 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pembentukan Pansus dilakukan setelah ditemukan berbagai indikasi ketidaktaatan terhadap peraturan daerah di bidang tata ruang, perizinan, dan pengelolaan aset daerah.

Selama menjalankan tugasnya, Pansus telah melaksanakan berbagai rapat, pemanggilan pihak terkait, verifikasi dokumen, hingga inspeksi lapangan di sejumlah wilayah di Bali. Namun seluruh rangkaian tersebut masih merupakan bagian dari proses kerja Pansus yang akan berakhir setelah laporan akhir disampaikan kepada pimpinan DPRD dan diterima dalam rapat paripurna sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, menurut Made Supartha, substansi persoalan saat ini bukan lagi sekadar perbedaan sikap politik antarfraksi, melainkan menyangkut kepatuhan terhadap mekanisme hukum internal DPRD. Selama masa kerja enam bulan belum berakhir dan laporan akhir belum disahkan dalam rapat paripurna, keanggotaan Pansus tetap melekat sebagaimana ditetapkan dalam SK pembentukannya.

Apabila terdapat tindakan yang tidak sejalan dengan ketentuan tersebut, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme kelembagaan sesuai Tata Tertib DPRD, termasuk melalui Badan Kehormatan apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap aturan internal dewan.

Dengan demikian, polemik penarikan anggota Fraksi Golkar kini tidak hanya menjadi isu politik, tetapi juga berkembang menjadi persoalan kepatuhan terhadap keputusan resmi DPRD dan penghormatan terhadap masa kerja Pansus yang secara hukum masih berlaku hingga 6 Oktober 2026.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Dorong BPJS Kesehatan Perluas Layanan Kesehatan Berkualitas di Bali

    Gubernur Koster Dorong BPJS Kesehatan Perluas Layanan Kesehatan Berkualitas di Bali

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Bali merupakan pelayanan dasar yang harus diperluas jangkauannya dari Kabupaten/Kota se-Bali sampai ke Puskesmas dengan layanan yang berkualitas. Karena itu, Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Jumat (Sukra Keliwon, Watugunung) 3 April 2026 di Jayasabha meminta Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan, Sofyeni untuk […]

  • Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali, Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

    Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali, Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat Provinsi serta Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (19/2/2026). Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh […]

  • Jelang Arus Mudik Lebaran, Satlantas Polres Kuningan Gelar Ramp Check

    Jelang Arus Mudik Lebaran, Satlantas Polres Kuningan Gelar Ramp Check

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 776
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Jelang arus mudik Lebaran 1446 H, Satlantas Polres Kuningan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melaksanakan ramp check armada angkutan darat (BUS) yang ada di Kabupaten Kuningan. Kasatlantas Polres Kuningan, AKP Yudha Satyo Raharjo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 yang akan digelar jelang Lebaran. “Kegiatan […]

  • Dukung Inisiatif Kajati Bali, Gubernur Koster Gerak Cepat Bantu Pemenuhan Hak Anak Terlantar

    Dukung Inisiatif Kajati Bali, Gubernur Koster Gerak Cepat Bantu Pemenuhan Hak Anak Terlantar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi anak terlantar. Dukungan itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kejaksaan Tinggi Bali dengan Pemprov Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota Tentang Pemenuhan Hak Administrasi Kependudukan Bagi Anak […]

  • Petronela Tilis Layak Mendapatkan Perlindungan Hukum Represif

    Petronela Tilis Layak Mendapatkan Perlindungan Hukum Represif

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Laporan polisi Petronela Tilis LP/43/XII/2024/SPKT/Polsek Noemuti/Polres TTU/Polda NTT, tanggal 24 Desember 2024 yang kini semakin viral diberitakan sejumlah media, sudah selayaknya mendapatkan perlindungan hukum represif. Penjelasan dan penegasan tersebut disampaikan Gabriel Suku Kotan, S.H.M.Si kepada media ini, Selasa (25/02/2025), setelah mengikuti dan mengetahui secara persis proses non litigasi atau pendekatan perdamaian antara Terlapor […]

  • Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

    Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali memanfaatkan momentum Rahina Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali dengan menggelar aksi berbagi kopi dan kuliner gratis kepada masyarakat. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026), yang dipadati ribuan warga sejak pagi. Di kedai kopi […]

expand_less