Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Desa Adat untuk Bali: TRIHITA Jadi Simbol Perlawanan Ekonomi Lokal di Era Digital

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan dominasi platform transportasi modern dari luar daerah, Bali akhirnya melahirkan gerakan baru yang berangkat dari akar budayanya sendiri. Sabtu, 16 Mei 2026, Wantilan Desa Adat Beraban, Tabanan, menjadi saksi lahirnya TRIHITA, sebuah aplikasi transportasi lokal berbasis desa adat yang membawa semangat besar: mengembalikan kekuatan ekonomi Bali ke tangan masyarakatnya sendiri.

TRIHITA atau Transportasi Hijau Terintegrasi Berbasis Desa Adat hadir bukan sekadar sebagai aplikasi transportasi online. Lebih dari itu, platform ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat lokal di tengah perubahan zaman yang semakin kompetitif. Di balik peluncurannya, tersimpan harapan besar agar desa adat tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi digital Bali.

Peluncuran aplikasi tersebut menandai babak baru perjalanan Bali dalam membangun sistem transportasi yang tidak hanya modern dan berbasis teknologi, tetapi juga berpihak pada masyarakat lokal serta berakar pada filosofi Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Suasana peluncuran berlangsung penuh antusias. Tokoh masyarakat, pengemudi lokal, pelaku usaha desa adat hingga jajaran pemerintah hadir menyaksikan langkah besar yang dinilai mampu mengubah arah ekonomi transportasi Bali ke depan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menilai kehadiran TRIHITA merupakan langkah positif yang lahir dari masyarakat sendiri dengan desa adat sebagai fondasi utamanya. Menurutnya, sektor transportasi selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas pariwisata Bali, sehingga keberadaan aplikasi lokal seperti TRIHITA sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara langsung.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan aplikasi transportasi tetap harus berjalan sesuai regulasi agar mampu menghadirkan tata kelola transportasi yang aman, tertata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Denpasar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menyebut TRIHITA lahir dari keresahan masyarakat terhadap dominasi aplikator luar daerah yang dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dengan kekuatan budaya lokal Bali.

Menurutnya, desa adat selama ini merupakan benteng utama penjaga nilai-nilai Tri Hita Karana. Karena itu, transportasi modern di Bali seharusnya tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat adat dan menjaga keseimbangan budaya Bali.

Melalui sistem yang dibangun TRIHITA, desa adat diharapkan memperoleh sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan adat, pelaksanaan yadnya, hingga pelestarian lingkungan. Keuntungan ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan tidak lagi hanya berputar di kalangan tertentu, tetapi benar-benar kembali menguatkan masyarakat lokal sebagai pemilik ruang hidup Bali.

Sementara itu, Founder TRIHITA, I Made Sudiana, menjelaskan bahwa aplikasi ini telah mendapat dukungan dari pemerintah serta para bendesa adat di berbagai wilayah Bali. Ia menegaskan TRIHITA dirancang tidak hanya untuk layanan transportasi, tetapi juga sebagai platform pengembangan ekonomi desa adat secara menyeluruh.

Ke depan, berbagai potensi usaha lokal akan diintegrasikan dalam sistem digital tersebut agar lebih mudah menjangkau pasar dan berkembang secara berkelanjutan. Mulai dari UMKM, layanan wisata, hingga sektor ekonomi kreatif desa adat diproyeksikan dapat tumbuh melalui ekosistem yang dibangun TRIHITA.

Kehadiran aplikasi ini juga menjadi jawaban atas keresahan masyarakat lokal yang selama ini merasa hanya menjadi pelengkap di tengah berkembangnya industri pariwisata Bali. Kini, melalui TRIHITA, desa adat mulai mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Bali di era digital.

TRIHITA seakan membawa pesan kuat bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan identitas budaya. Justru sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat adat, menjaga keseimbangan sosial, dan membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat Bali yang lebih merata.

Di tengah perubahan zaman, Bali kini sedang menunjukkan bahwa kemajuan dapat berjalan berdampingan dengan budaya, gotong royong, dan semangat menjaga tanah sendiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 8
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Inspektorat Provinsi NTT merilis daftar wakil kepala daerah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) dan Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025) yang digelar di Hotel Sasando, Kupang, Selasa (28/10/2025) lalu. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak, dan dibuka oleh Gubernur […]

  • Matahukum Akan Laporkan Kajati Bengkulu Soal Batu Bara

    Matahukum Akan Laporkan Kajati Bengkulu Soal Batu Bara

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Sekjen MataHukum, Mukhsin Nasir meminta Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung) Dr Rudi Margono SH MH, mengeksaminasi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu. Hal tersebut perlu dilakukn lantaran telah mengkorupsikan perkara pemalsuan batu bara. Menurut Pria Kelahiran Makasar itu, kasus tersebut tidak ada kerugian negaranya. Sebab, kata Mukhsin, para […]

  • Gubernur Koster Dorong Penguatan Perlindungan Masyarakat Adat, Baleg DPR RI Optimis RUU Tuntas 2026

    Gubernur Koster Dorong Penguatan Perlindungan Masyarakat Adat, Baleg DPR RI Optimis RUU Tuntas 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Hukum Adat dalam Kunjungan Kerja Badan Legislatif DPR RI di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Kamis (7/5). Usut punya usut RUU tentang Masyarakat Hukum Adat telah dirancang sejak 20 tahun silam namun masih belum bisa terselesaikan karena […]

  • Persim Manggarai Vs PSKK Kupang Tampil Garang, Duel Panas di Marilonga Berakhir Tanpa Gol

    Persim Manggarai Vs PSKK Kupang Tampil Garang, Duel Panas di Marilonga Berakhir Tanpa Gol

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 7
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Babak penyisihan Grup B El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 di Stadion Marilonga, Ende, Rabu (14/11/2025) malam, menghadirkan duel panas penuh gengsi antara Persim Manggarai dan PSKK Kupang. Pertandingan berlangsung menegangkan sejak menit awal hingga peluit panjang, namun keduanya harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 0-0. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua […]

  • Kebakaran Los Angeles: Bencana Tak Kunjung Berakhir

    Kebakaran Los Angeles: Bencana Tak Kunjung Berakhir

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    LOS ANGELES,JARRAKPOS.COM – Kebakaran Los Angeles (LA) telah menewaskan 24 orang hingga hari Minggu waktu Amerika Serikat (AS). Pejabat pemadam kebakaran setempat mengatakan akhir dari bencana kebakaran ini belum dekat. Senin,(13/1/2025). Data korban tewas terbaru ini dikeluarkan pemeriksa medis LA, dengan para pejabat mengatakan sebelumnya bahwa setidaknya 16 orang lainnya masih hilang. Enam belas korban […]

  • Bantu Ringankan Biaya Upacara Hari Raya Galungan,Bupati Badung Secara Simbolis Serahkan Bantuan Dua Juta Rupiah

    Bantu Ringankan Biaya Upacara Hari Raya Galungan,Bupati Badung Secara Simbolis Serahkan Bantuan Dua Juta Rupiah

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MANGUPURA, Matakompas.com | Ternyata tidak hanya isapan jempol,atau pidato kosong saat kampanye Pilkada.Kini Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa,S.H. secara berkelanjutan memberikan bantuan hari raya kepada warganya. Bertempat di Wantilan Obyek Wisata Sangeh,Senin(10/11/2025) Bupati yang low profile dan bersikap kalem ini secara simbolis menyerahkan bantuan dana masing- masing dua juta rupiah kepada warga Badung yang […]

expand_less