Breaking News
light_mode
Trending Tags

PHDI Turun ke Serangan, Perjuangkan Akses Suci Umat Hindu di Tengah Bayang-Bayang Pengembangan BTID

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Di tengah geliat pembangunan kawasan Bali Turtle Island Development (BTID) di Serangan, Denpasar Selatan, muncul satu kegelisahan yang terus mengendap di hati umat Hindu Bali: apakah akses menuju pura-pura suci di kawasan itu akan tetap terbuka untuk generasi mendatang?

Menjawab keresahan tersebut, jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali bersama PHDI Kota Denpasar turun langsung melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah pura di kawasan Serangan, Minggu (17/5/2026). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan hak umat menjalankan ibadah tetap terlindungi secara permanen di tengah perkembangan kawasan wisata dan investasi.

Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak, mengatakan perubahan lanskap Serangan pascareklamasi sejak dekade 1990-an telah membawa konsekuensi besar terhadap pola akses masyarakat menuju tempat-tempat suci. Jika dahulu umat bisa mencapai pura melalui jalur pesisir yang terbuka, kini sebagian akses berada di area yang masuk dalam penguasaan Hak Guna Bangunan (HGB) milik BTID.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jangka panjang di tengah masyarakat adat dan para pengempon pura. Terlebih jika di masa depan pembangunan fisik kawasan semakin masif dengan hadirnya hotel, fasilitas komersial, maupun bangunan pendukung lainnya.

“Kami ingin memastikan akses umat menuju pura tidak hanya bergantung pada situasi hari ini, tetapi benar-benar memiliki kepastian hukum yang kuat dan permanen,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, PHDI menyoroti sedikitnya enam pura yang jalur aksesnya kini berada di dalam kawasan BTID. Keenam pura itu yakni Pura Puncaking Tingkih, Pura Beji Dalem Sakenan, Pura Beji Tirtha Harum, Pura Taman Sari, Pura Patpayung, dan Pura Tanjung Sari.

Dari dialog bersama warga dan tokoh adat setempat, terungkap bahwa setiap pelaksanaan piodalan maupun persembahyangan rutin, umat masih harus berkoordinasi dengan pihak pengelola kawasan. Situasi ini memang belum menimbulkan hambatan serius, namun masyarakat berharap keberadaan akses ibadah tidak semata bergantung pada kebijakan manajemen yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Sekretaris PHDI Bali, Putu Wirata Dwikora, mengakui hingga kini pihak BTID dinilai cukup kooperatif terhadap aktivitas keagamaan umat. Namun ia menegaskan bahwa yang diperjuangkan masyarakat bukan hanya kemudahan sesaat, melainkan jaminan jangka panjang yang memiliki kekuatan hukum jelas.

Menurutnya, akses menuju pura seharusnya diposisikan sebagai fasilitas publik keagamaan yang terbuka dan terlindungi, sehingga umat tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika kawasan berkembang di masa mendatang.

Isu ini semakin mengemuka setelah muncul berbagai perbincangan di media sosial mengenai ketidaknyamanan sebagian pemedek saat memasuki kawasan BTID, terutama terkait sistem pengamanan dan penjagaan akses yang dianggap terlalu ketat pada momen tertentu.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua PHDI Bali, Wayan Sukayasa, menegaskan pihaknya akan segera membuka komunikasi resmi dengan berbagai instansi terkait, baik Pemerintah Kota Denpasar maupun Pemerintah Provinsi Bali.

PHDI berharap lahir solusi yang tidak hanya menjaga iklim investasi dan pengembangan kawasan, tetapi juga memastikan nilai-nilai spiritual, adat, dan hak beribadah umat Hindu tetap menjadi prioritas utama di Pulau Bali.

Peninjauan itu juga dihadiri sejumlah pengurus PHDI Bali lainnya, termasuk Komang Iwan Pranajaya dan Ketut Wartayasa.

Di tengah perubahan wajah Serangan akibat pembangunan modern, langkah PHDI ini menjadi penegasan bahwa pura bukan sekadar simbol budaya, melainkan ruang suci yang keberadaannya harus dijaga bersama — bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Dukung Komunitas Driver Online Berbasis Desa Adat di Nusa Dua

    Gubernur Koster Dukung Komunitas Driver Online Berbasis Desa Adat di Nusa Dua

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi komunitas pengemudi taksi online yang tergabung dalam Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) di Jayasabha, Denpasar, pada Minggu (8/3) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan komunitas driver yang berbasis krama desa adat di kawasan pariwisata Nusa Dua. Menurut Koster, model pengelolaan transportasi yang […]

  • Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

    Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KLUNGKUNG, Matakompas.com — Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi dan mengangkat nilai karya anak bangsa dengan mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Provinsi Bali Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4), menjadi momentum penting dalam penguatan perlindungan […]

  • PT BMS Beroperasi di Pengambengan ‘Diduga’ Belum Kantongi Ijin Lengkap, LSM Jarrak Segera Menelusuri

    PT BMS Beroperasi di Pengambengan ‘Diduga’ Belum Kantongi Ijin Lengkap, LSM Jarrak Segera Menelusuri

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    JEMBRANA, Matakompas.com – Keberadaan PT Balindo Marino Service (BMS), pabrik pengolah limbah medis (B3) yang beroperasi di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, kembali menjadi sorotan publik. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak November 2022 itu dipertanyakan kelengkapan perizinannya. Sejumlah pihak menduga BMS beroperasi tanpa mengantongi izin usaha secara lengkap, dan diduga hanya memiliki Sertifikat Kelayakan […]

  • Merawat Pusaka, Merajut Budaya : Tradisi Tumpak Landep di Ponorogo

    Merawat Pusaka, Merajut Budaya : Tradisi Tumpak Landep di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Ponorogo – Jarrakpos – Tradisi warisan leluhur terus dilestarikan oleh para pecinta tosan aji di Kabupaten Ponorogo. Salah satu bentuk pelestarian itu adalah gelaran Tumpak Landep yang kembali diadakan di Griya Dhuwung, Desa Beton, Kecamatan Siman, pada Sabtu (22/2/2025). Tradisi ini menjadi ajang penyucian puluhan pusaka, yang tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga dari […]

  • Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    Sufmi Dasco Ahmad Diusulkan Jadi Tokoh Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (GERAK 08), Revitriyoso Husodo, menyampaikan pandangannya mengenai sosok Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilainya sebagai tokoh bangsa yang mampu menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia. Menurut Revitriyoso, Sufmi Dasco Ahmad adalah figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan di tengah masyarakat. Ia menyebut Dasco sebagai jembatan […]

  • Alarm Lingkungan dari Pansus TRAP: Sempadan Danau Beratan Terancam, DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Keras

    Alarm Lingkungan dari Pansus TRAP: Sempadan Danau Beratan Terancam, DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Keras

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali resmi mengeluarkan rekomendasi strategis terkait pengendalian dan perlindungan kawasan hutan serta sempadan Danau Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster, sebagai pihak eksekutif […]

expand_less