Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP Serahkan Rekomendasi BTID dan Pejarakan, Soroti Dugaan Pelanggaran Tata Ruang, Mangrove, dan Akses Publik

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali secara resmi menyerahkan rekomendasi hasil pengawasan terhadap pengembangan kawasan yang dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Pulau Serangan serta temuan bangunan yang berdiri di kawasan hutan dan tanah negara di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Rekomendasi tersebut disampaikan Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, SH., MH., didampingi Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai, SH., Serta Anggota Pansus TRAp DPRD Bali dalam Rapat Pimpinan DPRD Provinsi Bali, Selasa (2/6/2026).

Dalam laporannya, Pansus TRAP menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi DPRD untuk memastikan tata ruang, pengelolaan aset daerah, dan penyelenggaraan perizinan di Bali berjalan sesuai peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ruang hidup, kelestarian lingkungan, serta melindungi alam dan budaya Bali dari dampak pembangunan yang tidak terkendali. Hasil evaluasi dan inspeksi lapangan kemudian melahirkan dua rekomendasi utama, yakni terkait kawasan BTID di Serangan dan pembangunan yang terindikasi melanggar aturan di kawasan hutan Desa Pejarakan.

Khusus terhadap BTID, Pansus menegaskan bahwa pihaknya tidak anti-investasi dan tidak menolak pengembangan kawasan Pulau Serangan. Sebaliknya, Pansus mendukung pengembangan kawasan agar dapat berjalan secara legal, tertib, berkeadilan, memiliki legitimasi sosial yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan masyarakat Bali secara luas. Namun, hasil pengawasan menemukan sejumlah indikasi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Salah satu temuan penting adalah dugaan ketidaksesuaian antara pemanfaatan ruang di kawasan yang dikelola BTID dengan rencana tata ruang yang berlaku. Pansus menemukan sejumlah aktivitas pemanfaatan ruang yang berpotensi tidak selaras dengan peruntukan kawasan sebagaimana ditetapkan dalam regulasi tata ruang. Selain itu, muncul indikasi adanya praktik tukar-menukar lahan pengganti kawasan mangrove yang disebut berada di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana namun diduga tidak memiliki dasar hukum yang jelas serta tidak melalui prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

Temuan lain yang menjadi sorotan adalah adanya indikasi reklamasi terselubung di kawasan mangrove. Pansus mengungkap dugaan kegiatan pemotongan dan pemadatan lahan di dalam kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi kawasan konservasi. Menurut Pansus, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan, ketimpangan tata guna lahan, konflik kepentingan, hingga melemahnya perlindungan kawasan strategis dan kawasan lindung di Bali. Karena itu, pengawasan terhadap kawasan BTID dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

Pansus TRAP juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan marina dan aktivitas pemanfaatan ruang laut di kawasan Serangan. Berdasarkan hasil pendalaman yang diperkuat oleh pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ditemukan indikasi pemanfaatan ruang laut seluas 1,12 hektare yang berada di luar dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Selain itu, terdapat pula indikasi penebangan mangrove yang telah ditindaklanjuti KKP dengan penghentian sementara kegiatan serta pemasangan papan segel di lokasi. Temuan tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh aktivitas pemanfaatan ruang laut harus tunduk pada prinsip legalitas dan perlindungan ekosistem pesisir.

Persoalan akses masyarakat juga menjadi perhatian utama Pansus. Dalam hasil pengawasannya, Pansus mencatat bahwa kawasan yang sebelumnya menjadi ruang terbuka masyarakat kini berangsur berubah menjadi kawasan dengan kontrol akses yang ketat. Pembatasan keluar-masuk, pemeriksaan di pintu akses, hingga sistem pengamanan privat dinilai telah menimbulkan keresahan masyarakat. Bahkan, Pansus menyoroti keberadaan pelaba pura, area parkir, dan lokasi pedagang di kawasan Pura Sakenan yang masuk dalam luasan SHGB atas nama BTID. Kondisi ini dianggap perlu mendapat perhatian karena menyangkut hak masyarakat adat, nelayan, dan umat yang selama puluhan tahun memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang sosial, ekonomi, dan spiritual.

Pansus juga mengingatkan adanya Perjanjian Nomor 046/BTID-MOU/1998 tentang Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata di Kawasan Pulau Serangan yang menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak boleh menghilangkan akses masyarakat terhadap kawasan suci, pesisir, laut, dan ruang hidup yang secara turun-temurun dimanfaatkan masyarakat adat. Selain itu, Pansus meminta adanya keterbukaan terkait kontribusi pengelolaan kawasan BTID kepada daerah, termasuk manfaat fiskal, penyerapan tenaga kerja lokal, dampak ekonomi, serta kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Bali.

Dalam rekomendasinya, Pansus TRAP menegaskan bahwa apabila pasca penyampaian rekomendasi masih ditemukan kegiatan pembangunan atau pemanfaatan kawasan BTID yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak memberikan manfaat sebagaimana mestinya kepada daerah, maka DPRD Bali akan melakukan pendalaman lanjutan melalui mekanisme pengawasan sesuai kewenangan yang dimiliki. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan DPRD Bali merekomendasikan penghentian hingga penutupan permanen kegiatan apabila pelanggaran terbukti terus terjadi.

Selain BTID, rekomendasi Pansus juga menyoroti pembangunan vila di kawasan hutan Desa Pejarakan yang diduga melanggar tata ruang dan tidak memiliki dokumen pendukung yang memadai. Temuan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan kerusakan lingkungan yang serius sehingga memerlukan langkah penegakan hukum dan penertiban oleh instansi terkait.

Melalui rekomendasi yang diserahkan kepada pimpinan DPRD Bali tersebut, Ketua Pansus TRAP Dr. (c) I Made Supartha didampingi Sekretaris Pansus I Dewa Nyoman Rai menegaskan bahwa tujuan utama pengawasan bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan seluruh aktivitas pembangunan di Bali berjalan sesuai hukum, menghormati hak masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganti Menteri-Ganti Kurikulum dan Independensi Pendidikan

    Ganti Menteri-Ganti Kurikulum dan Independensi Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset, Stella Christie menyita perhatian banyak kalangan sebab latar belakangnya yang mentereng sebagai akademisi dan ilmuwan. Sebagai alumnus Universitas Harvard, Wamen Stella mengatakan perbedaan antara pendidikan di luar negeri dan di Tanah Air, terkhususnya Perguruan Tinggi. “Pendidikan tinggi itu bagaimana knowledge atau pengetahuan baru dibuat. Seharusnya […]

  • KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri

    KOSMAK Lapor Dugaan Korupsi Porang Sidrap Rp26 Miliar ke Kortas Tipidkor Polri

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) resmi melaporkan ke Kortas Tipidkor Polri atas dugaan korupsi bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2020-2022 untuk pengembangan tanaman Porang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, yang merugikan keuangan negara Rp26 miliar, yang diduga melibatkan eks-Bupati Sidrap, Rusdi Masse, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, Hj. […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Pendampingan Kegiatan Pramuka

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Pendampingan Kegiatan Pramuka

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam upaya memperkuat semangat kebangsaan dan meningkatkan kualitas pendidikan di perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Sei Ular melaksanakan pendampingan kegiatan pramuka dan tenaga pengajar di SDN 005 Sei Manggaris, Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini melibatkan berbagai aktivitas menarik dan edukatif, di antaranya senam pagi, latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembelajaran […]

  • Rapat Paripurna DPRD Badung Bahas LKPJ Bupati Badung 2025, Anom Gumanti Soroti Infrastruktur dan Kemacetan

    Rapat Paripurna DPRD Badung Bahas LKPJ Bupati Badung 2025, Anom Gumanti Soroti Infrastruktur dan Kemacetan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025-2026 di Ruang Sidang Utama Gosana, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 31 Maret 2026. Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua […]

  • Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – SMK Karya Nasional sebagai salah satu Sekolah Kejuruan di Kabupaten Kuningan yang terletak di Kecamatan Cirendang, terpilih sebagai Nasional Showcase-SMK Bisa tahun 2025 oleh PT Astra International, Tbk. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH.,MKn hadir dalam kegiatan launching tersebut, Selasa (25/02/2025). “Pendidikan vokasi harus semakin diperkuat agar lulusan SMK tidak hanya memiliki […]

  • Indahnya Jika Setiap Pemimpin (Kadis, Camat, Kuwu)di Indramayu Bisa menjadi Khotib Sholat Jum”at!!!!.

    Indahnya Jika Setiap Pemimpin (Kadis, Camat, Kuwu)di Indramayu Bisa menjadi Khotib Sholat Jum”at!!!!.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pemerintah daerah Kabupaten Indramayu di bawah bupati Lucky Hakim dan wakil bupati Syaefudin memiliki visi misi Indramayu Reang Mewujudkan Indramayu yang Religus, berEkonomi Kerakyatan, dengan menghadirkan lingkungan yang Aman dan Nyaman serta mengedepankan semangat Gotong Royong” yang kemudian disingkat visi: Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman dan Gotong Royong). Salah satu nya Adalah R yang […]

expand_less