Suara Okokan Bergema di DPRD Bali, De Gadjah Resmi Pimpin HKTI Bali 2026–2031: Siap Perjuangkan Petani dan Nelayan Hingga Hentikan Ketergantungan Impor Bawang Putih
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Suasana berbeda tampak menyelimuti Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026). Dentuman Okokan, alat musik tradisional khas Tabanan, menggema mengiringi penyambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Ribuan peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali tampak memadati lokasi acara. Dengan mengibarkan bendera Merah Putih berukuran kecil, mereka menyambut kedatangan Sudaryono dengan penuh antusias. Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi tani, nelayan, serta para undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi organisasi petani di Pulau Dewata. Dalam acara bertema “Petani Makmur, Petani Maju, Indonesia Sejahtera”, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah resmi dilantik sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Bali periode 2026–2031, bersama jajaran pengurus baru.
Pelantikan berlangsung khidmat namun penuh semangat, menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian Bali di tengah berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, regenerasi petani, hingga ketahanan pangan nasional.
Musda Tercepat, De Gadjah: Sejarah Lima Menit
Dalam sambutannya, De Gadjah mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin HKTI Bali lima tahun ke depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberikan dukungan sehingga Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Bali dapat terselenggara dengan lancar.
“Musda ini dibantu tempat oleh Bapak Gubernur Wayan Koster. Bahkan kita mencetak sejarah, Musda tercepat, hanya lima menit sudah selesai,” ujar De Gadjah disambut tepuk tangan peserta.
Menurutnya, amanah sebagai Ketua HKTI Bali bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan Bali.
Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi petani akan diperjuangkan langsung kepada pemerintah pusat melalui Ketua Umum HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian.
“Apapun aspirasi petani Bali nanti akan kami sampaikan langsung kepada Pak Wamen Pertanian. HKTI harus menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah pusat,” katanya.
De Gadjah juga mengajak seluruh petani, pekebun, peternak hingga nelayan di Bali untuk bersatu membangun sektor pertanian yang semakin kuat.
“Kita harus berkolaborasi demi kepentingan petani dan nelayan Bali. HKTI harus hadir memberikan solusi nyata,” tegasnya.
“10 Persen di Belakang Meja, 90 Persen Turun ke Lapangan”
Dalam pidatonya, De Gadjah menegaskan gaya kepemimpinannya selama memimpin HKTI Bali.
Ia memastikan organisasi tidak hanya aktif dalam rapat-rapat, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
“Saya ingin bekerja hanya 10 persen di belakang meja, sedangkan 90 persen turun langsung ke lapangan menemui petani,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan hanya melalui administrasi, melainkan harus memahami kondisi nyata yang dihadapi para petani di sawah, ladang maupun perkebunan.
Koster: Bali Surplus Beras, Tapi Masih Defisit Bawang Putih
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus HKTI Bali yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penyangga utama perekonomian Bali selain pariwisata.
Koster memaparkan bahwa secara umum produksi pertanian Bali menunjukkan perkembangan yang positif.
Menurutnya, Bali telah mampu memenuhi bahkan surplus untuk sejumlah komoditas strategis seperti beras, jagung, bawang merah serta cabai.
Namun demikian, Bali masih menghadapi persoalan pada komoditas bawang putih yang hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.
“Pertanian Bali berkembang cukup baik. Untuk kebutuhan pangan kita surplus beras, jagung, bawang merah, dan cabai. Tetapi kita masih defisit bawang putih,” jelasnya.
Karena itu, Koster berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dapat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budidaya bawang putih lokal di Bali.
“Saya sudah menugaskan Kepala Dinas Pertanian untuk memperluas penanaman bawang putih. Kalau produksinya sudah mencukupi, impor bisa dihentikan sehingga kebutuhan masyarakat dipenuhi petani Bali sendiri,” ujarnya.
Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Prioritas Presiden Prabowo
Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi HKTI harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, seluruh insan pertanian Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan pangan sendiri.
“Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Karena itu HKTI harus ikut mengawal dan menyukseskan program tersebut,” tegas Sudaryono.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster dalam pelantikan tersebut sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian.
Selain itu, Sudaryono mengajak seluruh petani Bali memanfaatkan berbagai program bantuan pemerintah pusat.
“Bibit minta kepada saya, nanti saya berikan. Salah satunya melalui HKTI sebagai corong organisasi petani,” katanya.
Tak hanya menyampaikan arahan, dalam kesempatan itu Sudaryono juga menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani di Bali berupa traktor pertanian, bibit sapi, pupuk, benih tanaman, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Pulau Dewata.
Pelantikan DPD HKTI Bali periode 2026–2031 tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi petani dalam mewujudkan sektor pertanian Bali yang lebih maju, modern, mandiri, dan mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Dengan kepemimpinan baru di bawah De Gadjah, HKTI Bali diharapkan semakin aktif memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani dan nelayan di seluruh Bali.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar