Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pembangunan Marak, Masa Depan Sawah Terancam, John Purna Manajer Operasional DTW Jatiluwih Minta Penegakan Aturan Dioptimalkan 

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Keramaian isu pembangunan di kawasan Subak Jatiluwih, Tabanan yang merupakan Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO kembali mencuat setelah adanya aksi protes dan kunjungan sidak Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bali. Menanggapi situasi itu, Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, John Ketut Purna atau akrab disapa John Purna, menyampaikan pandangannya terkait kondisi Jatiluwih dan maraknya pembangunan di kawasan sawah.

Dalam percakapan bersama redaksi, John Purna menegaskan bahwa sebagai manajer operasional, ia tidak memiliki kewenangan langsung terkait polemik pembangunan di lahan subak. Persoalan tersebut berada di wilayah kewenangan subak, perbekel desa, dan bendesa adat. Namun demikian, ia merasa perlu menyampaikan pandangan berdasarkan keluhan wisatawan, sopir wisata, dan pemandu yang setiap hari beraktivitas di Jatiluwih.

Keluhan Wisatawan dan Pemandu: Pembangunan Sudah “Sangat Marak”

John mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ia menerima banyak komplain dari wisatawan dan para pelaku pariwisata mengenai masifnya pembangunan di area persawahan Jatiluwih.

“Keadaan Jatiluwih, saya banyak sekali mendapat komplain dari driver, guide, dan turis. Pembangunan di Jatiluwih sudah sangat marak. Saya berharap pertanian di Jatiluwih tetap berkelanjutan, dan aturan harus tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pembangunan tidak dikendalikan, maka keberlanjutan lanskap sawah terasering ikon utama Jatiluwih akan terancam. Bahkan, status WBD UNESCO bisa dalam posisi rawan.

“Kalau kita biarkan terus, nanti kita bisa bermasalah dengan UNESCO. Lama-lama generasi muda kita tidak bisa melihat sawah lagi karena terlalu masifnya pembangunan,” tegasnya.

Petani Tetap Bisa Membangun, Tapi Ada Aturannya

Menanggapi isu di media sosial yang menyebut petani tidak boleh berjualan atau membangun sama sekali, John meluruskan bahwa pemerintah desa dan lembaga adat sebenarnya sudah memberikan toleransi.

“Sudah ada kesepakatan antara Desa Jatiluwih dan pihak PM Datar Banan. Petani diperbolehkan membangun di sawah dengan ukuran maksimal 3 x 6 meter, bebas peruntukannya, termasuk untuk berjualan. Jadi bukan tidak boleh sama sekali,” jelasnya.

Selain ukuran bangunan, material dan konsep bangunan juga telah diatur.

“Semuanya sudah diatur atap harus alang-alang, modelnya alami. Artinya aturan sudah jelas, tinggal ikuti saja agar seimbang,” katanya.

John menegaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat agar para petani tetap memiliki ruang usaha, sambil tetap menjaga kelestarian lanskap.

Mengutamakan Kepentingan Jangka Panjang

John mengajak seluruh pihak baik petani, pemilik usaha, maupun masyarakat yang saat ini membangun di area sawah untuk melihat dampak jangka panjang.

“Saya sadar, siapa pun pasti marah kalau usahanya dibatasi. Tapi coba pikirkan jauh ke depan. Kalau sawah habis, siapa yang rugi? Cuma segelintir yang untung, tapi ribuan warga lainnya kehilangan masa depan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ini ada sekitar 13 pelaku usaha yang membangun cukup masif di area sawah.

“Kalau 13 orang ini dibiarkan, dan masing-masing punya keluarga besar, yang menikmati hanya mereka. Sisanya sekitar 3.000 penduduk jadi kehilangan kesempatan,” tegasnya.

Menunggu Keputusan Para Pemangku Wilayah

Mengenai hasil sidak Pansus DPRD Bali, John menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti apa pun keputusan dari desa dinas, desa adat, subak, dan pemerintah daerah.

“Solusi semuanya saya serahkan kepada pemangku yang punya hak. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari tamu, guide, dan driver. Intinya, alam yang di luar itu harus dipertahankan,” katanya.

John juga meminta agar setiap penyampaian sikapnya ditulis secara proporsional agar tidak menimbulkan konflik dengan para pihak yang sedang bersinggungan dalam persoalan ini.

“Tolong jangan sampai pernyataan saya bikin saya dimusuhi. Saya hanya ingin Jatiluwih tetap terjaga,” ucapnya.

Menjaga Jatiluwih untuk Generasi Mendatang

Sebagai pengelola operasional DTW, John Purna berharap Jatiluwih bisa terus menjadi destinasi wisata dunia yang alami dan lestari. Ia mengajak seluruh pihak untuk menaati aturan yang dibuat pemerintah desa dan adat, demi keberlanjutan subak dan warisan budaya dunia.

“Aturan sudah ada, mari kita sama-sama ikuti. Tujuannya bukan untuk melarang, tapi menjaga agar Jatiluwih tetap seperti yang dicintai wisatawan sawah yang berkelanjutan, bukan bangunan masif,” tutupnya. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandim 1611/Badung: Koperasi Merah Putih Hadir Jaga Harga Pangan Stabil dan Dorong Ekonomi Desa.

    Dandim 1611/Badung: Koperasi Merah Putih Hadir Jaga Harga Pangan Stabil dan Dorong Ekonomi Desa.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG, MataKompas.com – Badung, Dalam rangka Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Jenderal TNI (Purn), meresmikan pengoperasian 1.061 Kantor Distribusi Koperasi Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia. Peresmian berlangsung pada Sabtu (16/5/26) pukul 11.59 Wita, melalui sambungan virtual dari lokasi utama di Desa Ngluwak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di wilayah Bali, […]

  • Banteng Denpasar Pertahankan Tahta Soekarno Cup 2026, Final Dramatis Bungkam Badung 3-2

    Banteng Denpasar Pertahankan Tahta Soekarno Cup 2026, Final Dramatis Bungkam Badung 3-2

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR — Atmosfer panas dan penuh semangat mewarnai partai final Liga Kampung Soekarno Cup III 2026 di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Senin (25/5/2026). Dalam laga yang berlangsung dramatis, Banteng Denpasar sukses mempertahankan supremasinya usai menundukkan Banteng Badung dengan skor tipis 3-2. Kemenangan tersebut memastikan Banteng Denpasar kembali keluar sebagai juara dalam ajang pembinaan sepak bola […]

  • Upacara Pembukaan Patroli di Perbatasan

    Upacara Pembukaan Patroli di Perbatasan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    SERUDONG,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad menggelar Upacara Pembukaan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri I Tahun 2025 bersama Tentara Diraja Malaysia, yang dilaksanakan di Pos Serudong, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh Lt Kol Muhammad Ishraq bin Ibrahim, Commander Officer 3 RAMD, selaku pimpinan delegasi dari pihak Malaysia beserta jajaran, serta Letkol Arm Gde […]

  • Bupati SBS Apresiasi Bajak Laut FC, Tegaskan PS Malaka Kalah Terhormat di Laga Dramatis 6–4

    Bupati SBS Apresiasi Bajak Laut FC, Tegaskan PS Malaka Kalah Terhormat di Laga Dramatis 6–4

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 17
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bajak Laut FC Manggarai Barat usai PS Malaka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 6–4 pada babak 8 besar ETMC 2025 di Stadion Marilonga Ende, Minggu (30/11/2025). SBS menegaskan bahwa PS Malaka menerima hasil pertandingan dengan sportivitas penuh dan memberikan penghormatan kepada tim […]

  • Dengarkan Vonis : Ribuan Masa GPK Tepi Barat Kepung Pengadilan Mungkid

    Dengarkan Vonis : Ribuan Masa GPK Tepi Barat Kepung Pengadilan Mungkid

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 773
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Panglima GPK Pimpin Ribuan Massa GPK Aliansi Tepi Barat Kepung Pengadilan Mungkid untuk mengawal sidang putusan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh KH. Ahmad Labib Asrori, pengasuh Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadi’ien di Tempuran. Senen (3/2/2025). Terdakwa dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap empat santriwatinya, sebuah kasus yang telah mengguncang masyarakat Magelang sejak pertengahan […]

  • Setetes Darah, Sejuta Harapan: SOUL Action Hadirkan Semangat Berbagi di PMI Tangerang Selatan

    Setetes Darah, Sejuta Harapan: SOUL Action Hadirkan Semangat Berbagi di PMI Tangerang Selatan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN – Semangat berbagi dan melayani kembali diwujudkan melalui aksi nyata kemanusiaan. Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jabodetabek-Banten menggelar SOUL Action Donor Darah di Gedung PMI Kota Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen YCCK dan SOUL Community untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu […]

expand_less