Breaking News
light_mode
Trending Tags

 Wariga Nusantara & Astronomi Slavia: Jalan Baru Diplomasi Dua Negara di Festival Drusba 2025

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Matakompas.com | Hubungan diplomatik antar negara selama ini identik dengan isu ekonomi dan politik. Namun Festival Drusba 2025 menunjukkan bahwa persahabatan yang lebih mendalam dapat lahir dari ranah budaya, spiritualitas, dan ilmu pengetahuan kuno.

 Indonesia dan Rusia, dua negara dengan warisan peradaban yang kaya, kini melihat potensi baru lewat diplomasi budaya berbasis astronomi tradisional.

Festival Drusba, yang untuk pertama kalinya digelar dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia, menjadi ruang perdana bagi pertukaran ilmu Perbintangan Slavia Kuno dan Wariga Nusantara (Bali). Ajang ini digagas anak-anak muda berkolaborasi dengan Crimson, MPSI dan PPIR yang digawangi Suryo Susilo di Universitas Paramadina, Jakarta, pada 11-12 Desember 2025.

Dalam sesi utama mengenai Ilmu Perbintangan sebagai budaya pemersatu, Dewi Uma, praktisi Wariga dari Bali, hadir sebagai salah satu keynote speaker.

Pertukaran Ilmu Bintang: Menyatukan Filosofi Dua Peradaban

Baik Wariga Nusantara maupun Ilmu Perbintangan Slavia Kuno memiliki sistem penanggalan, pemahaman kosmos, dan filosofi hidup yang mengakar kuat pada keseharian masyarakat leluhur.

Ilmu Perbintangan Slavia Kuno berbasis Kalender Kolyada Dar, dengan konsep Hall layaknya rasi bintang dan dewa-dewi primordial seperti Svarog. Sistem ini menekankan hubungan manusia dengan energi alam semesta.

Sementara Wariga Nusantara memadukan kalender Saka dan Pawukon, digunakan untuk menentukan Dewasa Ayu, pertanian, hingga perhitungan ramalan. Sistemnya mencakup Wuku, Panca Wara, Sapta Wara, Ingkel, dan berbagai komponen perhitungan detail lainnya.

Pertemuan kedua tradisi ini menghadirkan ruang belajar baru tentang bagaimana leluhur melihat alam semesta dan hidup selaras dengan ritme kosmik.

Akar Astronomi Kuno Rusia: Dari Navigasi hingga Mitologi

Astronomi kuno Rusia berkembang sebagai folk astronomy yang lahir dari observasi alam, mitologi, serta kebutuhan bertani dan berlayar. Masyarakat Slavia masa lampau mempelajari objek langit seperti Matahari, Bulan, Biduk, Pleiades, dan Venus untuk menentukan waktu dan musim.

Mereka memberi nama-nama khas pada benda langit, antara lain:

Bima Sakti: “Jalur Burung” atau “Jalan Mamay”

Pleiades: “Stozhary”

Ursa Major (Biduk): “Kovsh” atau “Medveditsa”

Fenomena seperti gerhana atau komet ditafsirkan sebagai pertanda besar, sementara catatan astronomi mulai muncul setelah masuknya literasi pasca penyebaran Kekristenan.

Astronomi sebagai Diplomasi Budaya

Pertukaran Wariga dan sistem Slavia Kuno membuka jalur diplomasi budaya baru yang bebas dari ketegangan politik.

Beberapa poin penting yang menguatkan hubungan kedua bangsa:

1. Pengakuan Universalitas Sains Kuno, bahwa peradaban berbeda melihat langit yang sama.

2. Diplomasi non-politik yang mempertemukan akademisi, spiritualis, dan praktisi budaya.

3. Kontribusi bagi ilmu modern, termasuk analisis iklim, pertanian, hingga pendekatan psikologi holistik.

Arah Kerja Sama Indonesia-Rusia ke Depan

Festival Drusba merekomendasikan tiga pengembangan utama:

1. Pusat Studi Komparatif Bersama untuk mendokumentasikan dan meneliti Wariga serta kosmologi Slavia.

2. Program Pertukaran Budaya dan Pendidikan, termasuk residensi seniman dan akademisi.

3. Platform Digital Open-Source berisi algoritma perhitungan dan pengetahuan kedua sistem penanggalan.

Kesimpulan: Dari Bintang Menuju Persaudaraan

Pertukaran ilmu bintang membuka jalan baru bagi diplomasi budaya Indonesia-Rusia.

Melalui Wariga Nusantara dan Ilmu Perbintangan Slavia, kedua negara menemukan bahasa universal yang ditulis oleh langit—bahasa yang melampaui batas politik dan ekonomi.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa perdamaian lahir dari pemahaman mendalam terhadap kearifan leluhur dan kesadaran bahwa bintang-bintang adalah warisan bersama umat manusia. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Babat Mangrove, Pansus TRAP Semprot BTID: ‘Ekosistem Bali Tidak Boleh Dikorbankan!’

    Diduga Babat Mangrove, Pansus TRAP Semprot BTID: ‘Ekosistem Bali Tidak Boleh Dikorbankan!’

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Dugaan pembabatan hutan mangrove di kawasan Serangan memicu kemarahan Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Tahura Ngurah Rai, Kamis (23/4/2026), Pansus menemukan indikasi kerusakan ekosistem pesisir yang diduga dilakukan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Temuan tersebut bermula […]

  • Koster Kembali Dikaitkan dengan Isu Lama, Publik Diminta Jangan Terkecoh Narasi Viral

    Koster Kembali Dikaitkan dengan Isu Lama, Publik Diminta Jangan Terkecoh Narasi Viral

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dunia maya kembali menunjukkan satu kebiasaan lama yang seolah sudah menjadi hukum tidak tertulis: jika sebuah isu pernah ramai, cukup hilangkan tahunnya, lalu kemas ulang sebagai “berita terbaru”. Kali ini, sorotan kembali mengarah pada isu dugaan pembebasan lahan proyek Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk. Nama Gubernur Bali, I Wayan Koster kembali beredar di linimasa […]

  • Gubernur Koster Rotasi dan Promosi Enam Pimpinan OPD Tekankan Kerja Cepat dan Lurus

    Gubernur Koster Rotasi dan Promosi Enam Pimpinan OPD Tekankan Kerja Cepat dan Lurus

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Pelantikan berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa, 3 Pebruari 2026. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026. Sejumlah pejabat yang dilantik merupakan hasil rotasi jabatan serta promosi dari pejabat administrator di […]

  • Honorer ditikam Honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCK) Kota Batam

    Honorer ditikam Honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCK) Kota Batam

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Pegawai Honorer Cipta Kaya dan Tata Ruang Kota Batam ditikam teman honorer sekitar Jam 11.00 wib pada Senin (14/4) siang. Dua pegawai honorer yang bekerja di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) terlibat cekcok yang berujung penikaman hingga tewas. Peristiwa naas itu terjadi pada hari Senin, tanggal 14 Apri 2025 sekitar […]

  • Satrio Wibowo Raih Tiga Podium The President Cup di Jakarta Bukti Tekun 9 Bulan Berlatih Show Jumping

    Satrio Wibowo Raih Tiga Podium The President Cup di Jakarta Bukti Tekun 9 Bulan Berlatih Show Jumping

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Satrio Wibowo menorehkan prestasi membanggakan dalam debutnya di ajang nasional The President Cup National Competition yang digelar di Jakarta. Ditengah kesibukannya sebagai owner Raja Khayangan Klinik Bali, Satrio berhasil meraih 3 podium dalam kompetisi show jumping tersebut. Prestasi ini menjadi buah dari perjalanan 9 bulan penuh ketekunan dalam menekuni olahraga berkuda, khususnya […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Karya Bakti Pembersihan Lapangan Bola

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Karya Bakti Pembersihan Lapangan Bola

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    SABAH,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka mempererat hubungan baik antar negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Gabma Seliku bersama Tentara Diraja Malaysia (TDM) melaksanakan karya bakti pembersihan lapangan bola di Kampung Saliku, Sabah Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat Saliku memiliki sarana olahraga yang layak dan aman. Kegiatan pembersihan ini […]

expand_less