Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penyelidikan Tak Boleh Lama, Komisi III DPR RI Soroti Implementasi KUHAP Baru di Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Upaya penguatan sistem penegakan hukum nasional terus menjadi perhatian serius legislatif. Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan kembali melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Jumat (10/4/2026), guna memastikan implementasi regulasi baru berjalan optimal.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ahmad Sahroni tersebut menjadi bagian dari agenda masa persidangan IV tahun sidang 2025–2026. Dalam forum tersebut, berbagai isu krusial terkait pembaruan hukum pidana, khususnya implementasi KUHAP baru, menjadi sorotan utama.

Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, I Wayan Sudirta, menegaskan pentingnya kepastian waktu dalam proses penyelidikan. Ia menilai, selama ini durasi penyelidikan kerap tidak terukur, bahkan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan tanpa kepastian.

“Ke depan, penyelidikan harus memiliki batas waktu yang jelas sesuai dengan jenis perkaranya. Tidak boleh terlalu lama, tetapi juga tidak boleh tergesa-gesa hingga mengorbankan kualitas,” tegasnya.

Menurut Sudirta, dalam KUHAP terbaru telah diatur mekanisme yang lebih terstruktur, termasuk kewajiban penyelidik untuk menyusun rencana kerja penyelidikan yang mencantumkan jangka waktu penanganan perkara. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan kepastian hukum sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang cepat dan transparan.

Selain itu, ia juga menyoroti masa transisi penerapan KUHAP lama ke KUHAP baru. Dalam praktiknya, diperlukan kejelasan mengenai perkara mana yang masih menggunakan aturan lama dan mana yang harus mengikuti ketentuan baru.

“Jika suatu perkara belum masuk tahap penyelidikan saat KUHAP baru berlaku, maka harus mengikuti prosedur baru. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan perkara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudirta mengungkapkan bahwa KUHAP lama belum mengatur secara tegas terkait sanksi etik, administratif, maupun bidang terhadap pelanggaran dalam proses penegakan hukum. Namun demikian, ia mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum di Bali yang dinilai tetap mampu menjaga profesionalisme.

“Di Bali, kita lihat praktiknya berjalan baik. Tidak ada persoalan serius terkait sanksi, karena pembinaan dan pengawasan sudah berjalan efektif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan antar lembaga penegak hukum sebagai kunci keberhasilan dalam menangani berbagai persoalan. Sinergi antara kepolisian, kejaksaan, dan lembaga terkait dinilai sudah berjalan harmonis di Bali.

Tak hanya itu, Sudirta turut mengapresiasi kesiapan aparat keamanan Bali dalam menghadapi berbagai momentum besar, termasuk pengamanan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri.

“Bali ini milik dunia, tapi yang menjaga adalah aparat kita sendiri. Kita percaya aparat di Bali mampu menangani berbagai tantangan ke depan,” katanya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Komisi III DPR RI dalam memastikan bahwa reformasi sistem hukum tidak hanya berhenti di tingkat regulasi, tetapi juga berjalan efektif di lapangan. Dengan penguatan sistem penyelidikan yang lebih terukur dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin meningkat. (Van)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Jadi Mata dan Telinga Masyarakat.

    Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Jadi Mata dan Telinga Masyarakat.

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BANGLI, Matakompas.com – Transformasi Posyandu di Bali terus diperkuat. Tidak lagi sebatas menjadi wadah pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini dituntut hadir lebih dekat dengan berbagai persoalan dasar yang dihadapi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua […]

  • Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka, Gubernur Koster Tekankan Peran Strategis Keamanan Berbasis Desa Adat

    Ribuan Pecalang Siap Amankan Nyepi 1948 Saka, Gubernur Koster Tekankan Peran Strategis Keamanan Berbasis Desa Adat

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ribuan pecalang dari desa adat se-Bali mengikuti Gelar Agung Pacalang Bali Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak sebagai Inspektur Upacara atau Manggala Utama. Gelar Agung Pacalang tahun ini mengusung tema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali […]

  • Pasar Rakyat PKK Bali Sediakan Stan Gratis bagi 138 UMKM, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

    Pasar Rakyat PKK Bali Sediakan Stan Gratis bagi 138 UMKM, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Tim Penggerak PKK Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (13/3). Kegiatan ini melibatkan sebanyak 138 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten/kota di Bali dengan difasilitasi stan pameran secara gratis. Beragam produk ditawarkan dalam pasar […]

  • Syifak Muhammad Yus: Pertumbuhan Ekonomi RI Nyata, Bukan Ilusi

    Syifak Muhammad Yus: Pertumbuhan Ekonomi RI Nyata, Bukan Ilusi

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Syifak Muhammad Yus, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada triwulan II 2025 yang mencapai 5,12% bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari perubahan nyata di lapangan. Hal ini disampaikan Syifak menyikapi kritik sejumlah pihak yang meragukan data resmi Badan Pusat Statistik […]

  • Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak. Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno. […]

  • ICCB Bali Mangkrak 22 Tahun, Dr. Somvir Ungkap Hubungan Istimewa Indonesia-India Ingatkan Peran Besar Biju Patnaik Selamatkan Tokoh RI Tembus Blokade Agresi Belanda

    ICCB Bali Mangkrak 22 Tahun, Dr. Somvir Ungkap Hubungan Istimewa Indonesia-India Ingatkan Peran Besar Biju Patnaik Selamatkan Tokoh RI Tembus Blokade Agresi Belanda

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rencana pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) di kawasan Renon, Denpasar kembali menjadi perhatian publik, setelah aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali disebut belum terealisasi selama 22 tahun. Tokoh Masyarakat Bali, Dr. Somvir mengingatkan pentingnya penyelesaian proyek tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan historis Indonesia dan India. Dr. Somvir mengungkapkan hubungan Indonesia […]

expand_less