Breaking News
light_mode
Trending Tags

Oka Antara Semprot BTID di DPRD Bali: “Tanah Belum Jelas, Mangrove Ditebang, Ini Sudah Tidak Benar Semua!”

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait proyek reklamasi dan pengembangan kawasan KEK Kura-Kura Bali oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5/2026), berlangsung panas.

Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, melontarkan kritik tajam terhadap dugaan carut-marut proses tukar guling lahan mangrove yang dinilai penuh kejanggalan administrasi hingga persoalan lingkungan.

Dalam forum tersebut, Oka Antara menyoroti penggunaan pipil dalam proses pengadaan tanah yang menurutnya tidak lazim dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Ia mempertanyakan mengapa lahan yang dibeli tidak segera dibalik nama maupun dikenakan kewajiban pajak sebagaimana mestinya.

“Beli tanah tinggal diserahkan saja, tidak bayar pajak, tidak balik nama. Ini enak sekali. Seharusnya kalau beli tanah, proses administrasinya jelas dulu. Ini baru ditukar belakangan,” tegasnya dalam rapat.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung temuan lahan di Jembrana yang disebut belum jelas statusnya. Dari 35 sertifikat yang disebut dalam proses tukar guling, baru sebagian yang ditemukan, sementara sisanya masih dinilai “abu-abu”.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya penggunaan lahan yang tidak sesuai, termasuk potensi masuknya kawasan hutan atau tanah milik pemerintah ke dalam skema tukar guling.

“Yang ditemukan pun belum atas nama BTID. Masih ada pipil dan dokumen yang belum jelas. Bahkan sebagian bidang setelah dicek sudah tidak ditemukan lagi petaknya,” ujarnya.

Sorotan paling keras disampaikan Oka Antara terkait persoalan lingkungan, khususnya penebangan mangrove. Ia mempertanyakan dasar hukum yang digunakan jika penanaman mangrove dijadikan alasan untuk kemudian menebang pohon yang sudah tumbuh besar.

“Kalau satu batang pohon ditebang masyarakat bisa kena pidana dan denda. Tapi ini menanam banyak, lalu yang sudah besar ditebang lagi seolah tidak masalah. Kalau seperti itu dibolehkan, nanti masyarakat ramai-ramai menanam lalu menebang lagi,” katanya.

Ia menilai perlakuan tersebut menciptakan kesan adanya dispensasi luar biasa terhadap proyek tertentu, sementara masyarakat biasa tetap harus mengikuti prosedur ketat, termasuk appraisal terhadap penggunaan tanah pemerintah.

“Tanah pemerintah saja kalau dipakai masyarakat harus diapresel dulu, dihitung sewanya. Ini kok bisa tanpa appraisal, tanpa kejelasan status, tanpa balik nama. Jadi ini sudah tidak benar semua,” tegasnya.

Pernyataan keras Oka Antara menambah panas polemik proyek KEK Kura-Kura Bali yang belakangan terus menjadi sorotan publik, terutama terkait persoalan tata ruang, status aset, hingga dampak lingkungan di kawasan mangrove Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dengan Naik Delman Istimewa, Dandim 0615/KNG Ajak Puluhan Anak Yatim Ngabuburit

    Dengan Naik Delman Istimewa, Dandim 0615/KNG Ajak Puluhan Anak Yatim Ngabuburit

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 847
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Puluhan anak yatim ngabuburit bersama prajurit TNI Kodim 0615/KNG naik delman keliling kota Kuningan, Jumat (14/3/2025). Senyum sumringah tampak dari wajah mereka saat menaiki delman hias. Acara ngabuburit ini dipimpin langsung oleh Dandim 0615/KNG Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan, jajaran Perwira Kodim 0615/KNG dan pengurus Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0615/KNG. “Ini […]

  • Polemik Penjor Galungan dan Kabel PLN, DPRD Bali Geram: “Bukan Penjor yang Harus Menyesuaikan”

    Polemik Penjor Galungan dan Kabel PLN, DPRD Bali Geram: “Bukan Penjor yang Harus Menyesuaikan”

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Polemik terkait imbauan PLN mengenai jarak minimal pemasangan penjor dari kabel listrik kembali memicu reaksi keras dari masyarakat Bali. Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Oka Antara, menjadi salah satu pihak yang dengan tegas menolak kebijakan tersebut. Menurutnya, aturan ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyentuh langsung jantung kebudayaan Hindu […]

  • DPRD Bali Soroti Alih Fungsi 82 Hektare Mangrove, Gung Cok: Ini Ancaman Serius bagi Pulau Bali

    DPRD Bali Soroti Alih Fungsi 82 Hektare Mangrove, Gung Cok: Ini Ancaman Serius bagi Pulau Bali

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok, mengaku heran dan tidak habis pikir atas pengambilalihan lahan seluas 82 hektare oleh PT BTID. Pasalnya, kawasan tersebut diketahui masuk dalam wilayah konservasi dan kawasan lindung mangrove yang memiliki fungsi vital bagi ekosistem Bali. Menurut Gung Cok, […]

  • Made Supartha Soroti Lambannya Implementasi Perda Bendega: Mosi Tidak Percaya HNSI Harus Jadi Alarm bagi Pemerintah

    Made Supartha Soroti Lambannya Implementasi Perda Bendega: Mosi Tidak Percaya HNSI Harus Jadi Alarm bagi Pemerintah

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Made Supartha, menilai munculnya mosi tidak percaya dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Bali kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bali merupakan sinyal serius yang […]

  • Garda Keamanan Terdepan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Perketat Perbatasan Dengan Patroli Patok

    Garda Keamanan Terdepan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Perketat Perbatasan Dengan Patroli Patok

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonarmed 11 Kostrad dari Pos Simantipal telah sukses melaksanakan patroli patok perbatasan RI-Malaysia. Dalam operasi yang berlangsung selama 8 hari, personel Satgas menempuh jarak sejauh 50 km untuk memastikan keberadaan dan kondisi 443 patok perbatasan di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Patroli ini dilakukan dalam rangka menjaga kedaulatan Negara […]

  • Tradisi Pelepasan Warga Akmil Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha,S.E.

    Tradisi Pelepasan Warga Akmil Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha,S.E.

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Akademi Militer menggelar tradisi pelepasan Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E., di Lapangan Pancasila, Magelang. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, sebagai tanda perpisahan resmi bagi mantan Gubernur Akmil yang kini mengemban tugas baru sebagai Inspektur Utama Badan Intelijen Negara. Dalam sambutannya, Mayjen TNI […]

expand_less