Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ricuh GIK UGM, GMPK DKI: Dialog Mensyaratkan Argumen, Bukan Kekerasan

  • account_circle Jum
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Forum diskusi Kopdar Bareng Mas Dar yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Senin malam (15/6/2026), berakhir ricuh setelah sekelompok mahasiswa menggeruduk panggung dan memaksa acara dihentikan. Seorang ajudan pejabat negara dilaporkan terluka akibat lemparan benda keras dari massa.

Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai kemunduran serius dalam budaya demokrasi di Indonesia.

“Forum itu adalah ruang dialog yang sah, berizin, dan terbuka. Membubarkannya secara paksa bukan tindakan demokrasi. Itu tindakan yang justru membunuh demokrasi atas nama demokrasi. Ini kontradiksi yang berbahaya,” kata Asip, Kamis (18/6/2026)

Asip menegaskan, demokrasi yang sehat mensyaratkan kemampuan berargumen secara rasional, bukan sekadar melampiaskan sentimen. Menurutnya, kekuatan sejati gerakan mahasiswa selalu terletak pada kualitas argumen, bukan pada skala kegaduhan yang diciptakan.

“Jika mahasiswa yakin argumennya kuat, duduklah di depan pejabat itu, ajukan data, tanyakan yang tidak bisa mereka jawab. Itulah yang benar-benar membuat kekuasaan tunduk. Bukan botol yang dilempar, bukan panggung yang diduduki,” ujarnya.

Asip juga menyoroti karakter aksi-aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang ia nilai semakin jauh dari tradisi gerakan intelektual yang selama ini menjadi kekuatan moral mahasiswa Indonesia.

“Yang kita saksikan belakangan ini adalah aksi-aksi yang hadir tanpa kajian akademis yang matang, lemah dalam argumentasi, dan tidak memiliki agenda prioritas yang jelas. Tuntutannya berserakan ke mana-mana, seolah yang terpenting bukan substansinya, melainkan kegaduhannya,” ujar Asip.

Menurutnya, gerakan mahasiswa yang substansial selalu bisa dibedakan dari gerakannya yang dimobilisasi oleh kepentingan lain. Perbedaan itu, kata Asip, terletak pada satu hal fundamental yaitu nalar.

“Gerakan mahasiswa yang berpihak pada rakyat lahir dari riset, dari keprihatinan yang terukur, dari tuntutan yang spesifik dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Yang kita lihat sekarang berbeda. Banyak aksi yang digerakkan oleh emosi, mudah terprovokasi, dan sangat rentan disusupi agenda yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Asip bahkan mempertanyakan apakah insiden GIK UGM merupakan tindakan spontan atau bagian dari pola yang lebih terorganisir.

“Membubarkan forum secara paksa seperti ini bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Ada pola, ada koordinasi. Kita perlu bertanya dengan jujur: siapa yang menggerakkan, dan untuk kepentingan siapa?” katanya.

Ia mengingatkan, dalam sejarah panjang gerakan mahasiswa Indonesia, perubahan nyata tidak pernah lahir dari kekerasan, tapi dari kejernihan berpikir dan keberanian moral.

“Gerakan 1998 berhasil bukan karena mahasiswa melempar botol. Mereka berhasil karena mereka punya argumen yang tidak bisa dibantah, moral yang tidak bisa dibeli, dan kepercayaan rakyat yang tidak bisa digoyahkan. Standar itulah yang harus dijaga,” ujar Asip.

Asip pun mendesak aparat penegak hukum untuk memproses pelaku kekerasan dalam insiden GIK UGM tanpa kompromi.

“Tidak ada alasan ideologis yang bisa membenarkan kekerasan di ruang akademik. Kampus bukan tempat premanisme. Hukum harus ditegakkan, siapapun pelakunya, tanpa pengecualian,” katanya.

Di sisi lain, Asip mengapresiasi sikap Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang tetap memilih duduk bersila di aspal demi melanjutkan dialog meski telah dievakuasi dari panggung. Menurutnya, gestur itu justru menunjukkan siapa yang sesungguhnya lebih demokratis malam itu.

“Ironi terbesarnya adalah ini: pejabat yang diusir itu tetap mau duduk di aspal untuk berdialog, sementara mahasiswa yang mengusirnya memilih kekerasan. Siapa yang lebih mencerminkan semangat demokrasi? Publik bisa menilai sendiri,” pungkas Asip.

  • Penulis: Jum

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi Pembiayaan Fiktif Rp 431 Miliar PT Telkom, 11 Orang Jadi Tersangka

    Korupsi Pembiayaan Fiktif Rp 431 Miliar PT Telkom, 11 Orang Jadi Tersangka

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Penyidik bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, menetapkan tersangka ke-11 dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, terkait pembiayaan fiktif pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. “Tersangka tersebut berinisial OEW yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Green Energy Natural Gas,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, […]

  • Imigrasi Seragamkan 254 Titik Layanan di Indonesia: Kini Bernama Beranda Imigrasi

    Imigrasi Seragamkan 254 Titik Layanan di Indonesia: Kini Bernama Beranda Imigrasi

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matacompas.com – Direktorat Jenderal Imigrasi menetapkan “Beranda Imigrasi” sebagai jenama tunggal untuk 254 titik pelayanan keimigrasian di luar gedung Kantor Imigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyeragaman nama ini bertujuan memudahkan masyarakat mengenali dan menemukan lokasi pelayanan imigrasi di berbagai ruang publik. Sebanyak 254 titik layanan tersebut terdiri dari 156 Mal Pelayanan Publik (MPP), […]

  • Mulai Agustus TPA Suwung Tutup, 1 April Hanya Menerima Sampah Residu

    Mulai Agustus TPA Suwung Tutup, 1 April Hanya Menerima Sampah Residu

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan seluruh desa, kelurahan, dan Desa Adat di Kabupaten Badung harus segera berkoordinasi dan mensosialisasikan kewajiban pemilahan sampah dari hulu kepada masyarakat. “Sampah organik, sampah non-organik dipisah, dan residu agar dipisah. Kemudian dikelola dengan proses yang ada,” kata Gubernur Koster dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Persampahan guna […]

  • Soal Perbedaan Pendapat di Internal Pansus TRAP, Ketua DPRD Bali Tegaskan Hanya Rekomendasi Resmi yang Menjadi Acuan

    Soal Perbedaan Pendapat di Internal Pansus TRAP, Ketua DPRD Bali Tegaskan Hanya Rekomendasi Resmi yang Menjadi Acuan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik perbedaan pandangan yang muncul di internal Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait pengawasan terhadap aktivitas PT Bali Turtle Island Development (BTID) di kawasan KEK Kura-Kura Bali mendapat perhatian serius dari pimpinan DPRD Bali. Ketua DPRD Bali menegaskan bahwa hanya rekomendasi yang telah melalui mekanisme resmi dan […]

  • Jro Bima serap Aspirasi Keresahan Pengusaha angkutan Pariwisata di Buleleng

    Jro Bima serap Aspirasi Keresahan Pengusaha angkutan Pariwisata di Buleleng

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Ketua Yayasan Kris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya alias Jro Bima, menyerap aspirasi keresahan para sopir pengusaha angkutan pariwisata di Buleleng pada 9 November 2025 di Desa Tegallinggah. Kehadiran Ismaya (Jro Bima), yang juga Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bali, atas undangan para sopir angkutan pariwisata (termasuk Grab Pariwisata) Buleleng, terkait berbagai […]

  • Wujudkan Program Akselerasi Menimipas, Lapas Sukamiskin Jalin Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

    Wujudkan Program Akselerasi Menimipas, Lapas Sukamiskin Jalin Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com | Bandung – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, pada hari ini Rabu, (08/01/2025) mengadakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Pihak Eksternal guna meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan di Bidang Pembuatan Mesin Kapal dan di Bidang Pertanian terkait Teknologi Hidroponik dan Perikanan Air Tawar, Pihak Ketiga tersebut antara lain PT. LAPI ITB dan PT. Data […]

expand_less