Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kasus Tanah Petitenget Rp56 Miliar Memanas, Keluarga Almarhum I Nengah Radi Laporkan Oknum Penyidik ke Propam Polda Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Perwakilan Keluarga Almarhum I Nengah Radi melaporkan oknum penyidik Polres Badung ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali, Jumat, 6 Maret 2026.

Laporan tersebut disampaikan oleh I Gede Ardiaska selaku perwakilan keluarga yang didampingi kuasa hukum.

Mereka menyatakan keberatan atas status hukum yang saat ini diterima dalam perkara sengketa tanah seluas 47 are di kawasan Petitenget, Kabupaten Badung.

Dalam kasus tersebut, keluarga almarhum mengaku sebagai pihak yang dirugikan dalam transaksi jual beli tanah. Namun, mereka justru ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian Polres Badung.

Kondisi itu mendorong keluarga melaporkan oknum penyidik yang menangani perkara tersebut ke Propam Polda Bali.

Mereka menilai ada dugaan kriminalisasi dalam proses penanganan kasus tersebut.

Selain melaporkan penyidik, keluarga juga mengadukan oknum notaris serta pihak lain yang diduga terlibat dalam proses pengalihan hak tanah. Namun laporan itu belum diproses karena masih adanya perkara perdata yang sedang berjalan.

“Kami merasa sebagai Korban, tetapi justru dijadikan Tersangka. Kami hanya mempertahankan tanah kami yang belum dibayar dan tidak ada niat jahat apalagi menguasai tanah orang lain,” kata Perwakilan Keluarga Gede Ardiaska.

Dugaan Cacat Formil Sertifikat

Menurut pihak keluarga, alat bukti yang digunakan dalam penetapan tersangka berupa Sertipikat Hak Milik (SHM) diduga mengandung cacat formil. Mereka menilai hal itu seharusnya dipertimbangkan dalam proses penyidikan.

Selain itu, keluarga juga menyebut adanya putusan perdata yang menunjukkan dugaan perbuatan melawan hukum, namun dinilai tidak diperhatikan dalam proses penyidikan.

“Diduga Oknum Penyidik juga mengabaikan asas atau prinsip Materiil dari Penetapan Tersangka yaitu asas keadilan asas Kepatutan dan norma yang berlaku,” paparnya.

Keluarga juga menyoroti belum diperiksanya sejumlah pihak yang dinilai berperan dalam proses transaksi maupun pengalihan hak atas tanah tersebut.

“Jadi, kami merasa dikriminalisasi dan ada upaya pengalihan atau menghilangkan peran pelaku utama, Mafia Tanah, yaitu Firman Handoko serta Oknum Notaris Fandy Ferdian serta adanya Maladministrasi dari BPN Badung,” tegasnya.

Soroti Dugaan Intimidasi Penyidik

Pihak keluarga juga mengungkap adanya dugaan intimidasi selama proses penyidikan. Mereka menilai penyidik seolah telah memastikan bahwa keluarga bersalah dalam kasus tersebut.

“Adanya intimidasi bahwa adanya dugaan Becking atau Back Up Jenderal Bintang Satu, sehingga saya harus segera ditetapkan jadi Tersangka,” jelasnya.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan adanya beberapa personel penyidik yang terlibat saat pemeriksaan saksi, padahal dalam surat panggilan resmi hanya tercantum dua penyidik.

“Jadi, semua ikut melakukan tindakan intervensi kepada saksi yang saya ajukan, Bapak I Gede Wayan Sukma Artha merasa terpojok, padahal yg tertera jelas adalah hanya 2 Penyidik dalam surat panggilan yang resmi,” tegasnya.

Keluarga juga menilai adanya sikap arogan dari oknum penyidik yang dianggap tidak menjalankan etika penyidikan secara profesional.

“Tindakan oknum penyidik dkk cenderung arogan merasa berkuasa sehingga menganggap saya sudah seperti Terpidana,” kata Perwakilan Keluarga.

Persoalkan Asas Praduga Tak Bersalah

Dalam laporan tersebut, keluarga juga menyinggung penerapan asas praduga tak bersalah dalam proses penyidikan.

“Prinsip ini mewajibkan setiap orang dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tambahnya.

Keluarga berharap berbagai pihak, termasuk lembaga pengawas seperti National Corruption Watch, dapat ikut mengawasi dan membantu mengungkap dugaan praktik mafia tanah dalam kasus tersebut.

Bermula dari Transaksi Tanah Rp56 Miliar

Kasus ini berawal dari transaksi penjualan tanah seluas 47 are milik almarhum I Nengah Radi di kawasan Petitenget kepada pembeli bernama Firman Handoko.

Pada 14 November 2017, kedua pihak membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di bawah tangan dengan nilai transaksi sebesar Rp56 miliar dan skema pembayaran selama satu tahun.

Namun dalam perjalanannya, pembeli beberapa kali menunda pembayaran sehingga kedua pihak membuat adendum hingga lima kali.

Hingga batas waktu terakhir, pembayaran disebut belum dilunasi.
Dari total nilai transaksi, pembeli baru membayar sekitar Rp17 miliar, sedangkan sisa Rp39,6 miliar belum dibayarkan.

Keluarga kemudian mengetahui bahwa tanah tersebut diduga telah dialihkan dan bahkan dipecah menjadi delapan sertifikat baru saat melakukan pengecekan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badung.

Merasa dirugikan, keluarga almarhum menempuh jalur hukum perdata dan pidana. Dalam gugatan perdata, pengadilan menyatakan adanya perbuatan melawan hukum oleh pihak pembeli dan menghukum untuk membayar kekurangan pembayaran transaksi.
Namun, sertifikat yang telah terbit tidak dibatalkan hingga proses banding dan kasasi di Mahkamah Agung.

Setelah putusan kasasi tersebut, pihak yang menguasai sertifikat kemudian melaporkan keluarga almarhum secara pidana ke Polres Badung dengan tuduhan memasuki tanah milik orang lain.

Kini, pihak keluarga berstatus tersangka dan perkara tersebut disebut telah dilimpahkan untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, sementara keluarga almarhum menyatakan masih menguasai lahan tersebut sambil menunggu proses hukum berjalan. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Made Supartha Dorong Konsep Keamanan Bali Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026

    Made Supartha Dorong Konsep Keamanan Bali Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com |  Anggota Komisi I DPRD Bali sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dr. (C). I Made Supartha, SH., MH., menegaskan pentingnya konsolidasi pengamanan secara intens menjelang perayaan hari raya besar keagamaan di Bali. Hal ini dinilai krusial mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia yang selalu dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara. Pernyataan tersebut […]

  • Grand Opening Sira Village Outlet Bali di KEK Kura-Kura Bali Tuai Sorotan, Video Parkiran Berdebu Picu Gelombang Komentar Warganet

    Grand Opening Sira Village Outlet Bali di KEK Kura-Kura Bali Tuai Sorotan, Video Parkiran Berdebu Picu Gelombang Komentar Warganet

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DENPASAR – Grand opening Sira Village Outlet Bali yang berlokasi di kawasan Bali Turtle Island Development (BTID), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, pada Jumat, 31 Juli 2026, menjadi perbincangan di media sosial. Bukan semata karena pembukaan pusat perbelanjaan tersebut, melainkan karena beredarnya sebuah video singkat yang menampilkan kondisi area parkir sepeda motor yang dinilai […]

  • Hoaks Undian Berhadiah Mengatasnamakan Bank NTT

    Hoaks Undian Berhadiah Mengatasnamakan Bank NTT

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Baru-baru ini beredar sejumlah unggahan di media sosial yang menarasikan adanya undian berhadiah mengatasnamakan Bank NTT. Dalam unggahan yang menggerkan publik ini menawarkan hadiah seperti motor Scoopy/Primavera, mobil Pajero Sport, uang tunai hingga Rp 100 juta, paket umroh dan emas batangan. Terkait hal tesebut, manajemen Bank NTT secara resmi menegaskan bahwa kabar tersebut […]

  • Payudara Diraba- Raba saat Sedang USG, Dokter Kandungan Lecehkan Pasien

    Payudara Diraba- Raba saat Sedang USG, Dokter Kandungan Lecehkan Pasien

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    GARUT,JARRAKPOS.COM  – Jagat media sosial kembali digegerkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis kandungan (obgyn) terhadap pasiennya. Kali ini, publik menyorot pada dr. Muhammad Syafril Firdaus, dokter spesialis obgyn yang praktik di salah satu klinik di Garut, Jawa Barat. Kasus ini pertama kali mencuat setelah dibagikan oleh seorang dokter gigi, […]

  • DPMD Indramayu Gelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025.

    DPMD Indramayu Gelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025.

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu menggelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025 di Aula DPMD Indramayu, Selasa (04/02/25). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman bersama kepada pemerintah desa melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa di tingkat Kecamatan, mengenai tata cara penyaluran serta penggunaan Dana Desa dan Alokasi […]

  • Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Global, Putri Koster Bawa 23 IKM Bali ke Kriyanusa 2026 di Jakarta

    Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Global, Putri Koster Bawa 23 IKM Bali ke Kriyanusa 2026 di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 51
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matacompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Bali untuk terus memperkuat pasar lokal dan nasional sebagai pijakan menuju pasar internasional. Dorongan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan 23 IKM binaan Dekranasda Bali dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention […]

expand_less