Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pariwisata Bali di Persimpangan: DPRD Kompak Dorong Kualitas, Fraksi-Fraksi ‘Adu Gagasan’ Soal Regulasi dan Pajak

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Masa depan pariwisata Bali kembali menjadi panggung perdebatan strategis dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/4/2026). Di balik kesepahaman untuk melanjutkan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), dinamika pemikiran antar fraksi justru memperkaya arah kebijakan yang akan menentukan wajah Bali ke depan.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, itu turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran pimpinan dewan, anggota DPRD, serta tenaga ahli. Forum ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan strategis, khususnya terkait Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas dan perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dari seluruh pandangan fraksi, satu benang merah mengemuka: Bali harus berani bertransformasi dari pariwisata massal menuju pariwisata berkualitas, tanpa mengorbankan budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh tercerabut dari akar budaya Bali. Melalui pandangan yang dibacakan Putu Diah Pradnya Maharani mewakili Ketua Fraksi I Made Supartha, PDIP mengingatkan bahwa pertumbuhan tanpa kendali justru akan melahirkan persoalan serius.

“Pariwisata Bali tidak boleh tumbuh tanpa kendali,” tegas Diah. Ia menyoroti ancaman nyata seperti tekanan tata ruang, persoalan sampah, hingga penurunan kualitas lingkungan.

Bagi PDIP, Raperda ini harus berfungsi sebagai lex specialis yang mampu menjangkau tidak hanya aspek administratif, tetapi juga pengawasan, pembinaan, hingga penegakan hukum secara konsisten. Pengendalian perizinan berbasis zonasi dan daya dukung lingkungan menjadi kunci agar pembangunan tidak melampaui batas.

Pandangan senada datang dari Fraksi Demokrat–NasDem. Melalui I Gede Ghumi Asvatham yang mewakili Ketua Fraksi Dr. Somvir, fraksi ini mendukung penuh arah kebijakan pemerintah, namun tetap memberikan catatan kritis.

Mereka mengapresiasi langkah Gubernur Wayan Koster dalam merumuskan pariwisata berbasis nilai lokal, tetapi menilai aspek hukum, terutama terkait pungutan wisatawan asing, perlu diperkuat. Selain itu, wacana pembatasan kuota wisatawan dinilai strategis, namun harus berbasis kajian ilmiah dan didukung sistem yang transparan.

“Regulasi harus tetap memberi ruang bagi persaingan yang sehat,” tegas Ghumi, mengingatkan potensi praktik monopoli jika pengaturan tidak dirancang secara hati-hati.

Sementara itu, Fraksi Gerindra–PSI mengajukan pendekatan yang lebih konseptual. Melalui Gede Harja Astawa, mereka mengkritisi penggunaan istilah “pariwisata berkualitas” yang dinilai berpotensi menciptakan dikotomi. Sebagai alternatif, mereka mendorong penggunaan konsep “berkelanjutan” yang dianggap lebih menyeluruh.

Fraksi ini juga menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa lagi dipandang sebagai kumpulan usaha semata, melainkan sebagai ekosistem kompleks yang melibatkan interaksi antara wisatawan, masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. Mereka juga menyoroti peluang besar sektor seperti sport tourism dan wisata spiritual yang belum tergarap optimal.

Tak hanya itu, isu transparansi turut menjadi sorotan, mulai dari pengelolaan pungutan wisatawan asing hingga penggunaan anggaran sektor pariwisata. Menurut mereka, pembangunan Bali harus nyata dirasakan masyarakat, bukan sekadar membangun citra.

Dari Fraksi Golkar, pandangan strategis disampaikan melalui I Nyoman Wirya mewakili Ketua Fraksi Agung Bagus Tricandra Arka (Gung Cok). Golkar melihat Raperda ini sebagai momentum penting untuk menata ulang pariwisata Bali secara lebih terarah.

Namun, mereka juga mengajukan langkah tegas berupa moratorium pembangunan hotel dan vila di Bali Selatan. Usulan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap over-supply, alih fungsi lahan, serta meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan infrastruktur.

“Penataan pariwisata harus berorientasi kualitas, bukan sekadar kuantitas,” tegasnya.

Golkar juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pungutan wisatawan asing serta peningkatan kualitas layanan pariwisata secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga kondisi destinasi wisata.

Dalam aspek fiskal, seluruh fraksi pada prinsipnya mendukung perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, mereka sepakat bahwa kebijakan fiskal tidak boleh semata mengejar pendapatan.

Retribusi harus menjadi instrumen peningkatan kualitas layanan publik, tarif harus adil dan proporsional, serta pengelolaan pendapatan harus transparan dan akuntabel.

Di tengah beragam pandangan tersebut, Rapat Paripurna DPRD Bali menjadi cerminan proses demokrasi yang dinamis. Perbedaan gagasan tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menyempurnakan kebijakan.

Pada akhirnya, semua fraksi sepakat bahwa Bali harus tetap melangkah maju. Namun, kemajuan itu harus berpijak pada harmoni—antara ekonomi, budaya, dan lingkungan—agar Pulau Dewata tetap ajeg sebagai destinasi dunia yang berkarakter dan bermartabat. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadispora Bengkulu Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Bengkulu Selatan, Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Daerah

    Kadispora Bengkulu Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Bengkulu Selatan, Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Daerah

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bengkulu Selatan yang diperingati pada tahun 2025. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan visi daerah yang lebih maju dan sejahtera. “Dengan semangat Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bengkulu Selatan, mari kita tingkatkan […]

  • Johni Asadoma: Generasi Muda NTT Harus Siap Kerja, Berwirausaha dan Bangun Daerah

    Johni Asadoma: Generasi Muda NTT Harus Siap Kerja, Berwirausaha dan Bangun Daerah

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Matakompas.com- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menegaskan generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya untuk mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan keberanian untuk bekerja, berwirausaha, serta ikut membangun daerah. Pesan tersebut disampaikan Johni Asadoma saat membacakan Pidato Pembangunan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik […]

  • Pemkab Cirebon Prioritaskan Pembangunan Tematik untuk Perempuan dan Anak

    Pemkab Cirebon Prioritaskan Pembangunan Tematik untuk Perempuan dan Anak

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Cirebon, jarrakpos.com — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik “Perempuan dan Anak Kabupaten Cirebon”, Selasa (7/1/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon ini digelar di Hotel Apita Cirebon. Wahyu menegaskan, pemerintah daerah kini mulai mengubah pendekatan perencanaan pembangunan menjadi lebih tematik […]

  • Program MBG di Jawa Barat Masih Wacana, Segera Realisasikan Dapur Sekolah

    Program MBG di Jawa Barat Masih Wacana, Segera Realisasikan Dapur Sekolah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Provinsi Jawa Barat dengan 26 kabupaten/kota yang ada menargetkan membangun sebanyak 4.600 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah provinsi telah melakukan MoU dengan pemerintah kabupaten/kota. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan beberapa waktu lalu, dari 4,600 dapur MBG yang bakal dibangun di Jawa Barat, sudah dimulai pengerjaanya […]

  • Generasi Muda Bengkulu Harus Cerdas Finansial, Begini Pesan Kadis DISPORA

    Generasi Muda Bengkulu Harus Cerdas Finansial, Begini Pesan Kadis DISPORA

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Masa depan cerah tidak hanya ditentukan oleh pendidikan dan keterampilan, tetapi juga oleh kecerdasan dalam mengelola keuangan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, SE, MM, menekankan bahwa generasi muda Bengkulu harus mulai memahami pentingnya literasi keuangan agar dapat mandiri dan sukses. “Anak muda harus memiliki kesadaran finansial sejak […]

  • Tips Jaga Kebugaran di Bulan Ramadan ala Kadispora Bengkulu

    Tips Jaga Kebugaran di Bulan Ramadan ala Kadispora Bengkulu

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarakpos.com – Menyambut bulan suci Ramadan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan membagikan tips menjaga kebugaran agar tetap fit meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Kadispora menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik agar aktivitas sehari-hari tetap optimal selama Ramadan. “Puasa bukan alasan untuk tidak berolahraga. Kuncinya adalah memilih jenis olahraga yang […]

expand_less