Breaking News
light_mode
Trending Tags

Terima Gratifikasi 21,5 Miliar, KPK Periksa Pejabat Pajak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 848
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Khusus, Mohamad Haniv (HNV). Pada Rabu (5/3/2025), penyidik memanggil Direktur Utama PT Indonesia Wacoal, Suryadi Sasmita (SS) sebagai saksi dalam kasus ini.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selain SS, dua saksi lain yang turut diperiksa adalah pegawai negeri sipil Suyanto (S) dan Yudios Syaftiar (YS), yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pengawasan I KPP Madya Jakarta Selatan periode 2021–2024.

Sejauh ini, penyidik belum memberikan rincian terkait materi pemeriksaan ketiga saksi tersebut.

Kasus Dugaan Gratifikasi Rp21,5 Miliar
KPK sebelumnya menetapkan Mohamad Haniv (HNV) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp21,5 miliar. Haniv diduga menggunakan posisinya sebagai Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus periode 2015-2018 untuk mencari sponsor guna mendanai bisnis anaknya.

Modus yang digunakan Haniv adalah mengirimkan surel permintaan bantuan modal kepada sejumlah pengusaha, yang notabene merupakan wajib pajak di bawah pengawasannya. Salah satu bentuk gratifikasi yang diduga diterima adalah dana sebesar Rp804 juta untuk mendukung penyelenggaraan fashion show anaknya.

Namun, penyidik KPK menemukan bahwa Haniv tidak hanya menerima gratifikasi terkait bisnis keluarganya, tetapi juga mendapatkan dana dalam bentuk valuta asing senilai Rp6,66 miliar, dan penempatan deposito di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp14,08 miliar.

“Total penerimaan gratifikasi yang diduga diterima mencapai Rp21,5 miliar, yang asal usulnya tidak dapat dijelaskan oleh tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Asep Guntur Rahayu.

Dijerat Pasal Pemberantasan Korupsi
Atas dugaan perbuatannya, Haniv dijerat dengan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

KPK terus mendalami aliran dana tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam skandal gratifikasi ini.

Editor : Feri

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kang Budi Mulyadi Minta Pemkab Serang Dan APH Diminta Usut Pelaku Pembuang Ratusan Bangkai Ayam di Pontang Serang

    Kang Budi Mulyadi Minta Pemkab Serang Dan APH Diminta Usut Pelaku Pembuang Ratusan Bangkai Ayam di Pontang Serang

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    Serang Banten- jarrakpos – Budi Mulyadi Ketua BPI KPNPA RI Wilayah Propinsi Banten dalam kesempatan halal bihalal dengan keluarga besar di Kp Begok Pontang kabupaten Serang ( Senin 31/04/2025) ,menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan terkait adanya Bangkai ratusan ayam dibuang pihak yang tidak bertanggung jawab disaluran air irigasi Ratusan bangkai ayam yang dibuang di irigasi sekitar […]

  • Bahas Raperda APBD 2026, Komisi II DPRD Badung Gelar Rapat Kerja

    Bahas Raperda APBD 2026, Komisi II DPRD Badung Gelar Rapat Kerja

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Rapat Kerja (Raker) Komisi II DPRD Kabupaten Badung membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Badung di Ruang Rapat Gosana II Lantai II Kantor Sekretariat DPRD Badung, Senin, 10 November 2025. Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada memimpin Raker dengan menghadirkan lima Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Kepala […]

  • Satgas TNI Gagalkan Keberangkatan CPMI Ilegal ke Malaysia Melalui Jalan Tikus di Sebatik

    Satgas TNI Gagalkan Keberangkatan CPMI Ilegal ke Malaysia Melalui Jalan Tikus di Sebatik

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad bersama Satgas Bais TNI berhasil menggagalkan keberangkatan 1 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) illegal yang mencoba memasuki Malaysia di PLBN Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Operasi ini diawali dari informasi intelijen yang diperoleh personel Satgas terkait rencana keberangkatan 1 orang menuju Tawau, Malaysia, secara illegal menggunakan […]

  • Kuasa Hukum Tantang Konsistensi Penanganan Perkara I Made Daging: Penyidikan Dihentikan, Laporan Baru Muncul Lagi

    Kuasa Hukum Tantang Konsistensi Penanganan Perkara I Made Daging: Penyidikan Dihentikan, Laporan Baru Muncul Lagi

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Sidang praperadilan jilid III mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (28/10/2026), kembali diwarnai kritik tajam dari tim kuasa hukum. Kali ini, sorotan tertuju pada argumentasi pihak termohon yang mempersoalkan kedudukan hukum pemohon untuk mengajukan praperadilan, serta munculnya laporan pidana baru […]

  • Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

    Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai, termasuk usulan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu. Rekomendasi strategis tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali, […]

  • “Tetap Sehat di Negara yang Sakit”: Jeruxpres Berbagi Es Jeruk di Tengah Antrean BBM Bali

    “Tetap Sehat di Negara yang Sakit”: Jeruxpres Berbagi Es Jeruk di Tengah Antrean BBM Bali

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Di tengah panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) yang membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kepedulian terhadap sesama hadir melalui aksi sederhana yang sarat makna. Arya Nata Wijaya, owner Jeruxpres, turun mengambil bagian dengan membagikan es jeruk peras gratis kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM […]

expand_less