Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak.

Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno.

Sugi Lanus juga menegaskan bahwa Subak lahir dari keputusan strategis para raja untuk menjaga kedaulatan pangan dan stabilitas wilayah.

“Ketika saya berbicara tentang pertanian di Bali, orang mengira saya sedang membicarakan petani. Bukan. Begitu pula saat konversi sawah makin terjadi, masyarakat awam masih saja mau digiring berpikir konversi sawah adalah kesalahan petani. Sementara pemerintah atau penguasa cuci tangan,” tegas Sugi Lanus, yang dikutip dalam akun media sosial pribadinya di Denpasar, Minggu, 22 Maret 2026.

Sugi Lanus menjelaskan, berdasarkan prasasti kuno Bali, pembukaan lahan pertanian hingga pembangunan sistem irigasi seperti aungan merupakan proyek besar yang diinisiasi langsung oleh penguasa. Hal ini menunjukkan bahwa Subak adalah sistem yang sarat dengan nilai politik dan kebijakan, bukan sekadar tradisi agraris biasa.

Lebih lanjut, Sugi Lanus menyebut Subak sebagai hasil konsensus krama sekaligus produk kebijakan yang mengatur distribusi air dan lahan.

Oleh karena itu, hilangnya sawah saat ini tidak bisa semata-mata dibebankan kepada petani.

Menurutnya, lemahnya perlindungan lahan, minimnya subsidi, serta tidak tegasnya penegakan aturan tata ruang menjadi faktor utama yang mendorong konversi lahan pertanian di Bali. Kondisi ini diperparah oleh tekanan kapitalisme pariwisata yang semakin kuat.

Sugi Lanus juga menilai, menyalahkan petani adalah bentuk “cuci tangan” politik. Tanpa dukungan nyata seperti insentif fiskal, perlindungan harga hasil pertanian, serta penegakan RTRW yang konsisten, petani akan terus berada dalam posisi lemah.

Sugi Lanus menegaskan bahwa menjaga sawah dan Subak bukanlah tindakan filantropi, melainkan kewajiban untuk melestarikan aset peradaban Bali.

Sugi Lanus bahkan menyamakan bentang persawahan dan sistem Subak sebagai “Dewi Sri Temple” yang harus dijaga layaknya pura.

“Jadi, jika saya mengkritisi kondisi pertanian di Bali, artinya saya sedang menyasar para pemimpin yang berkuasa karena kurang literasi, mereka gagal paham, bongol (tidak mampu mendengar), atau tidak punya “good will” sehingga tidak punya keseriusan dan tidak becus melindungi warisan para leluhur yang mereka puja-puji dalam pidato dan seremonial tapi mereka hianati dalam prilaku politik harian mereka,” kata Sugi Lanus.

Sugi Lanus kembali menekankan bahwa keberlangsungan Subak sepenuhnya bergantung pada kebijakan politik dan kepemimpinan, bukan semata pada individu petani.

Sejarah, kata dia, telah membuktikan bahwa sistem ini lahir dari keputusan politik yang kuat.

Tanpa keberpihakan nyata pemerintah dalam bentuk perlindungan lahan, penegakan hukum, serta alokasi anggaran yang memadai untuk sektor pertanian, Sugi Lanus pesimistis Subak dapat bertahan di tengah perubahan zaman.

“Keberpihakan pemerintah dalam perlindungan lahan, penegakan hukum, dan wujud nyata dalam bentuk alokasi anggaran besar untuk pertanian adalah kunci utamanya,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mata Siber dan Srikandi di Garis Depan Program Prabowo

    Mata Siber dan Srikandi di Garis Depan Program Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Pendiri Srikandi Jaga Desa yang juga Utusan Khusus Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo, secara resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dari seluruh Indonesia dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom […]

  • Komisi I DPR RI Akan Perjuangkan RUU Keamanan Laut, Ternyata Ini Alasannya

    Komisi I DPR RI Akan Perjuangkan RUU Keamanan Laut, Ternyata Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta- Wakil ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menyebut pentingnya pembuatan RUU Keamanan Laut, yang mana di dalamnya juga akan berisikan terkait tugas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Hal ini diperlukan, guna memperkuat tugas dan fungsi Bakamla dalam menjalankan tugasnya di wilayah laut Indonesia. Untuk diketahui, saat ini dasar pembentukan Bakamla baru […]

  • Mobil Expedisi Barang Milik Shopy Arah Jawa Tengah Terbakar Hebat Di Tol Kanci Pejagan

    Mobil Expedisi Barang Milik Shopy Arah Jawa Tengah Terbakar Hebat Di Tol Kanci Pejagan

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran hebat sebuah unit Mobil Expedisi barang milik shoppy dengan unit mobil merek HINO dan No Pol D 9039 VD. Kebakaran terjadi di Jalan TOL Kanci – Pejagan KM 220 arah Jawa Tengah. Minggu 09 maret 2025. Mobil tersebut di kemudikan oleh seorang driver bernama Endang irawan dan Rahmat swargana […]

  • Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Bersama Forkopimda Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2025

    Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Bersama Forkopimda Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 834
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, SH, M.H bersama Forkopimda meninjau pos pengamanan (pos pam) untuk memastikan kesiapan arus mudik Lebaran 2025. Pos pam yang ditinjau di antaranya Kanci dan Losari yang merupakan jalur utama bagi pemudik. Sophi Zulfia yang akrab disapa Bunda Sophi meninjau langsung kondisi […]

  • Warga “Mesadu” ke Pansus TRAP, Dugaan Pembabatan Mangrove Seret BTID di Serangan

    Warga “Mesadu” ke Pansus TRAP, Dugaan Pembabatan Mangrove Seret BTID di Serangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  — Suara warga pesisir Serangan akhirnya mencuat di tengah inspeksi mendadak yang dilakukan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Kamis (23/4). Dalam momen tersebut, warga secara langsung “mesadu” atau mengadu kepada pansus, mengungkap dugaan kerusakan mangrove yang berdampak pada ruang […]

  • Kebakaran Hebat Berlokasi di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon.

    Kebakaran Hebat Berlokasi di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon.

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Cirebon,Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran hebat didekat Rumah Sakit Sumber Waras yang menimpa sebuah warung sembako milik Bapak Saeful Ibad yang beralamat di Jl. Urip Sumoharjo Blok Cikaranti Rt. 003/004, Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Senin 03/02/25 Menurut informasi yang didapat dari warga setempat, api berawal diketahui berada di ruangan yang berisi Tabung Gas […]

expand_less