Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP Sambut Baik MSP Intaran, Dinilai Perkuat Perlindungan Pesisir dan Laut Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Bali – Ketua Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Marine Spatial Planning (MSP) Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai model pengelolaan ruang laut yang berpihak kepada masyarakat adat, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Supartha saat menghadiri kegiatan Inisiasi Pengembangan Model Marine Spatial Planning (MSP) Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran yang berlangsung di BRON The Resto, Renon, Denpasar, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Bendesa Adat Intaran, serta pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan pesisir.

DPRD Provinsi Bali hadir melalui jajaran Pansus TRAP yang dipimpin Ketua Pansus I Made Supartha, didampingi Sekretaris Pansus Dewa Nyoman Rai, Wakil Sekretaris Dr. Somvir, serta anggota Pansus Anak Agung Gede Agung Suyoga.

Dalam forum tersebut, Supartha memberikan apresiasi terhadap konsep yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Penataan Ruang Laut. Menurutnya, model pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat merupakan langkah strategis dalam mengembalikan peran masyarakat adat sebagai penjaga utama wilayah pesisir dan laut.

“Konsep ini sangat baik karena memberikan ruang kepada masyarakat adat untuk mengelola, menjaga, dan memanfaatkan wilayah laut secara berkelanjutan. Desa Adat Intaran bisa menjadi pelopor pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat di Bali,” ujarnya.

Menurut Supartha, keberadaan ruang laut di Bali tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual yang sangat kuat. Laut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali karena digunakan dalam berbagai ritual keagamaan dan adat, seperti Melasti, Melukat, hingga berbagai upacara penyucian lainnya.

“Bagi masyarakat Bali, laut adalah kawasan suci. Ruang laut bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan yang berkaitan dengan adat, budaya, dan agama. Karena itu perlindungannya harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Supartha menilai konsep MSP Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 yang menegaskan pentingnya perlindungan kawasan pesisir dan laut untuk kepentingan masyarakat luas serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Menurutnya, semangat yang dibangun dalam model tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia.

“Konsep ini sejalan dengan Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026 dan juga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan pelindungan alam, laut, dan lingkungan sebagai bagian penting pembangunan Bali ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Supartha menjelaskan bahwa pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat juga merupakan implementasi nyata dari filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan).

Dalam konteks ruang laut, nilai Parahyangan tercermin melalui pemanfaatan laut sebagai ruang pelaksanaan ritual dan upacara keagamaan. Nilai Pawongan diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan ruang laut untuk kesejahteraan bersama. Sedangkan nilai Palemahan diwujudkan melalui perlindungan ekosistem pesisir dan laut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Model ini sangat sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana. Laut dijaga untuk kepentingan adat dan agama, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, sekaligus dilestarikan sebagai bagian dari alam yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Supartha juga menyoroti fakta bahwa selama ini banyak kawasan pesisir dan ruang laut yang pemanfaatannya lebih dominan dikuasai oleh pemodal besar. Karena itu, ia berharap model MSP berbasis masyarakat dapat menjadi instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam pengelolaan wilayah pesisir.

“Jangan sampai seluruh ruang pesisir hanya dikuasai investasi besar. Masyarakat adat harus tetap memiliki ruang untuk menjaga, memanfaatkan, dan melestarikan wilayah lautnya,” tegasnya.

Ia berharap model yang dikembangkan di Desa Adat Intaran dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Bali. Bahkan, menurutnya, setiap kabupaten dan kota di Bali idealnya memiliki kawasan pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat adat sebagai bentuk perlindungan terhadap kawasan pesisir dan laut.

Sebagai Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak pada perlindungan ruang laut, pemberdayaan masyarakat adat, serta pelestarian lingkungan hidup.

“Kalau konsep ini berhasil, maka akan menjadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, penguatan adat dan budaya, serta perlindungan ruang laut Bali. Inilah semangat yang ingin kita bangun untuk masa depan Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menginspirasi: Awalnya Desa Miskin Menjadi Desa Kaya

    Menginspirasi: Awalnya Desa Miskin Menjadi Desa Kaya

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    KLATEN,JARRAKPOS.COM – Junaedi Mulyono, yang menjadi Kepala Desa di Ponggok, Klaten Jawa Tengah berhasil membuat desa yang awalnya terkenal miskin itu menjadi populer, bahkan bisa dibilang salah satu desa terkaya di Indonesia dengan pendapat desa sebesar Rp3,9 miliar. “Kami membangun desa dengan BUMDes yang mempunyai 11 unit usaha seperti pariwisata, rental, kuliner, perikanan dan lainnya. […]

  • Gubernur Laka Lena Luncurkan Program Pendampingan Siswa/i Mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Melalui Jalur UTBK, TNI/POLRI dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025

    Gubernur Laka Lena Luncurkan Program Pendampingan Siswa/i Mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Melalui Jalur UTBK, TNI/POLRI dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com- Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi meluncurkan Program Pendampingan Siswa/i untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi melalui jalur UTBK, TNI/POLRI dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025. Peluncuran program pendampingan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTT, bertempat di Aula SMA Negeri 3 Kota Kupang, pada Kamis (27/3/2025) pagi. Turut hadir pada kesempatan […]

  • Putri Koster Dorong Endek Bali Semakin Dikenal melalui Berbagai Aktivitas Kreatif.

    Putri Koster Dorong Endek Bali Semakin Dikenal melalui Berbagai Aktivitas Kreatif.

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BULELENG, Matacompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, terus mendorong pengenalan dan pemanfaatan kain tenun tradisional endek Bali melalui berbagai aktivitas kreatif dan kekinian. Salah satunya dilakukan melalui olahraga zumba dalam kegiatan “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang berlangsung di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang […]

  • Lapor Pak Polisi!! Ada Kegiatan Pelanggaran Hukum Pidana 303, Judi

    Lapor Pak Polisi!! Ada Kegiatan Pelanggaran Hukum Pidana 303, Judi

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    BATAM, jarrakpos.com | Modus Operandi pelanggaran pidana 303 tersebut adalah jenis hiburan yang disebut KIM.  Dalam pengoperasiannya ada satu orang yang bernyanyi sambil mengguncangkan angka-angka yg terdapat dalam wadah, sambil bernyanyi diiringi musik, Si penyanyi tersebut mengambil satu buah angka lalu menyebutkan dan diperlihatkan kepada pemain lalu angka tersebut dicoret dan mencocokkan pada sebuah kupon […]

  • Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Februari hingga Maret 2025. Sebanyak 17 tersangka telah diamankan dalam operasi ini. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, menyampaikan bahwa dari 15 kasus yang terungkap, terdapat 2 kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu, 12 kasus peredaran […]

  • Di Balik Senyum Anak Panti, BRI Atambua Merayakan Ulang Tahun dengan Cara Paling Bermakna

    Di Balik Senyum Anak Panti, BRI Atambua Merayakan Ulang Tahun dengan Cara Paling Bermakna

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 21
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Tawa kecil dan senyum tulus anak-anak panti asuhan menjadi warna tersendiri dalam perayaan Hari Ulang Tahun BRI di Atambua. Tanpa kemeriahan berlebih, peringatan usia bank pelat merah itu justru diisi dengan langkah sederhana namun sarat makna: berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan. Dalam rangkaian perayaan HUT ke-130 BRI, Branch Office (BO) Atambua menyerahkan […]

expand_less