Agus Maha Usadha Nahkodai NCPI Bali 2025-2030
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali kembali dinahkodai Agus Maha Usadha untuk masa bakti 2025-2030.
Keputusan melalui musyawarah mufakat dilakukan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW NCPI Bali di Ballroom Elizabeth International Denpasar, Jumat, 19 Desember 2025
Terpilihnya Agus Maha Usadha berlangsung ditengah tantangan besar yang membayangi pariwisata Bali. Persoalan sampah, kemacetan hingga ketimpangan distribusi manfaat ekonomi pariwisata menjadi isu krusial yang membutuhkan solusi lintas sektor dan pemikiran strategis.
Ketua Umum DPP NCPI Gusti Kade Sutawa menilai kinerja NCPI Bali selama lima tahun terakhir tergolong menonjol dibandingkan wilayah lain. Dari 12 provinsi yang telah membentuk DPW NCPI, Bali dinilai aktif memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Selama lima tahun kepemimpinan Pak Agus, NCPI Bali sudah berbuat banyak. Namun ke depan tantangannya justru semakin berat, karena pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai persoalan mendasar,” kata Sutawa.
Ia menekankan pentingnya peran NCPI sebagai wadah pemikiran strategis, terutama dalam merespons persoalan infrastruktur, kemacetan dan pengelolaan sampah yang memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha serta masyarakat.
Menanggapi kepercayaan yang kembali diberikan, Agus Maha Usadha menyatakan bahwa periode kepemimpinan 2025-2030 akan difokuskan pada penguatan peran NCPI Bali sebagai think tank pariwisata. Organisasi ini diharapkan mampu merumuskan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Fokus kami adalah bagaimana pariwisata Bali kembali memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pariwisata harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, atau tourism for people,” tegasnya.
Ia menambahkan, NCPI Bali akan mengoptimalkan potensi internal organisasi yang dihuni berbagai tokoh lintas bidang. Tim khusus akan dibentuk untuk menangani isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan desa wisata, hingga pemerataan manfaat ekonomi pariwisata.
Ketua DPC NCPI Tabanan Ida Bagus Putu Astina yang memimpin Sidang Pleno Muswil menilai kepemimpinan Agus masih relevan dengan kondisi Bali saat ini. Menurutnya, persoalan sampah menjadi contoh nyata isu kompleks yang harus dihadapi dengan pendekatan teknologi dan kolaborasi multipihak.
“Sampah adalah masalah bersama. Yang penting bagaimana mengelolanya dengan teknologi yang benar dan sinergi semua pihak. NCPI memiliki peran penting dalam menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil DPW NCPI Bali 2025 Made Mendra Astawa menyebut dukungan terhadap Agus datang dari berbagai unsur pengurus DPW dan DPC. Menurutnya, NCPI Bali membutuhkan figur pemersatu di tengah dinamika dan tantangan pariwisata yang semakin kompleks.
“Organisasi ini non-profit. Yang dibutuhkan adalah figur yang mampu menjaga Bali melalui pemikiran dan sinergi dengan pemerintah. Itulah yang dilihat dari Pak Agus,” kata Mendra Astawa.
Dengan kepemimpinan baru periode 2025-2030, NCPI Bali diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam menjaga arah pembangunan pariwisata Bali agar tetap berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada masyarakat lokal. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar