Breaking News
light_mode
Trending Tags

Reformasi KUHAP Dibedah di Universitas Bali Internasional: Risiko, Harapan, dan Gagasan Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Seminar hukum digelar Program Studi Hukum Fakultas Bisnis, Sosial, dan Teknologi Humaniora (FBSTH) Universitas Bali Internasional kembali memantik perhatian publik.

Dengan tema “KUHAP di antara Harapan Baru atau Kekhawatiran Baru: Perspektif Hukum dan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ajang pembahasan serius mengenai arah reformasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan dampaknya terhadap tatanan penegakan hukum nasional.

Membuka acara, Wakil Rektor I Universitas Bali Internasional menegaskan pentingnya meningkatkan literasi hukum di tengah perubahan regulasi yang terus berkembang. Ia menilai, pemahaman terhadap KUHAP adalah fondasi penting pembentukan budaya hukum yang sehat di kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

Seminar menghadirkan dua Narasumber utama, yaitu mantan ketua komisi III DPR RI yang juga  Praktisi Hukum I Gede Pasek Suardika (GPS)  dan Akademisi I Putu Harry Suandana Putra. Keduanya dikenal aktif dalam diskursus reformasi hukum nasional dan memberikan sorotan tajam terhadap dinamika revisi KUHAP, mulai dari persoalan teknis di lapangan hingga implikasinya pada perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Acara dipandu oleh Dosen Universitas Bali Internasional, Ni Putu Yuliana Kemalasari, SH., MH., yang mengarahkan diskusi secara interaktif dan terstruktur sehingga setiap isu krusial dapat digali mendalam.

Sorotan Utama: Kekhawatiran atas Kewenangan Aparat dan Perlindungan HAM

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menilai revisi KUHAP berpotensi membuka peluang tumpang tindih regulasi, perubahan kewenangan penyidik, hingga risiko pelemahan perlindungan HAM.

Di sisi lain, reformasi ini juga memberi peluang perbaikan besar, seperti penyempurnaan tata kelola penyidikan, peningkatan kepastian hukum, serta sinkronisasi antar lembaga penegak hukum.

Harry Suandana menegaskan bahwa persoalan di daerah, seperti keterbatasan SDM dan sarana penyidikan, harus masuk dalam pertimbangan revisi. Ia menekankan bahwa revisi KUHAP harus mampu menjawab tantangan di lapangan, terutama terkait kejelasan kewenangan penyidik dan perlindungan korban.

Sementara itu, GPS mengingatkan bahwa perluasan kewenangan tanpa batasan yang jelas dapat membuka ruang kriminalisasi. GPS mengatakan prinsip kehati-hatian tetap harus dijaga, karena sedikit kelonggaran kewenangan dapat berakibat besar bagi warga negara.

Ia juga menyoroti belum responsifnya KUHAP terhadap perkembangan teknologi digital, terutama dalam aspek pengelolaan bukti elektronik.

Diskusi Menghangat: Advokat, Korban, hingga Risiko Penyalahgunaan Kekuasaan

Sesi tanya jawab dengan mahasiswa membuat suasana seminar semakin dinamis. Peserta mempertanyakan potensi tindakan represif jika pasal-pasal baru tidak diawasi dengan baik. Ada pula yang menyoroti lambannya proses peradilan yang memicu menurunnya kepercayaan publik.

Isu mengenai minimnya perlindungan korban dalam hukum acara pidana juga mengemuka, sejalan dengan kritik narasumber bahwa fokus publik terlalu berat pada perlindungan tersangka.

Narasumber menegaskan bahwa revisi KUHAP harus inklusif, melibatkan akademisi, masyarakat, hingga praktisi hukum agar tidak menjadi produk hukum yang elitis.

Universitas Bali Internasional Tegaskan Komitmen Akademik

Melalui penyelenggaraan seminar ini, Universitas Bali Internasional menunjukkan komitmennya dalam menguatkan budaya akademik yang kritis dan progresif. Diskusi seputar KUHAP dinilai bukan hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa, tetapi juga melatih kepekaan mereka terhadap dinamika reformasi hukum di Indonesia.

Pada penutupan, kedua narasumber sepakat bahwa reformasi KUHAP adalah momentum penting untuk memperkuat sistem peradilan pidana, namun prosesnya harus dilakukan hati-hati dan partisipatif agar tidak melahirkan persoalan baru. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentri ESDM Bahlil Turun ke Bali, Pastikan Cadangan BBM Capai 12 Hari dan Targetkan Naik Jadi 15 Hari

    Mentri ESDM Bahlil Turun ke Bali, Pastikan Cadangan BBM Capai 12 Hari dan Targetkan Naik Jadi 15 Hari

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bali mulai membaik setelah sempat mengalami penurunan akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Dalam konferensi pers di Depot Pertamina Pesanggaran, Bali, Senin (19/10/2026), Bahlil menyampaikan bahwa cadangan BBM di wilayah Bali saat ini […]

  • Lawan Ombak dan Cuaca Ekstrem, PLN UPK Timor Berhasil Pulihkan Listrik di Pulau Terluar Salura

    Lawan Ombak dan Cuaca Ekstrem, PLN UPK Timor Berhasil Pulihkan Listrik di Pulau Terluar Salura

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Matakompas.com- Bagi masyarakat di Pulau Salura, sebuah pulau terluar yang berada di Desa Praisalura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar penerangan. Di balik setiap lampu yang menyala, ada perjuangan panjang para petugas PLN ULPL Waingapu, unit yang berada di bawah Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor UIK Dwipantara dan bertugas mengelola pembangkit listrik di […]

  • Kuasa Hukum RU Soroti Prosedur Penangkapan dan Penguasaan Barang Bukti di PN Denpasar

    Kuasa Hukum RU Soroti Prosedur Penangkapan dan Penguasaan Barang Bukti di PN Denpasar

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    DENPASAR – Persidangan perkara pidana narkotika dengan terdakwa RU di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (1/10/2026), memasuki agenda pemeriksaan saksi serta pemeriksaan alat bukti surat yang diajukan pihak terdakwa. Dalam persidangan tersebut, tim penasihat hukum RU, yakni Hendrik T. Selan, S.H., Erych W. Sohat, S.H., M.H., dan Timoteus Mordan, S.H., menyampaikan sejumlah keberatan terkait proses […]

  • Komisi II DPR RI Soroti Tata Kelola Aset Bali, Koster Ungkap Optimalisasi Lahan Nusa Dua Tembus Rp57 Miliar per Tahun.

    Komisi II DPR RI Soroti Tata Kelola Aset Bali, Koster Ungkap Optimalisasi Lahan Nusa Dua Tembus Rp57 Miliar per Tahun.

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pengelolaan aset Pemerintah Provinsi Bali menjadi sorotan Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik terkait pengawasan Barang Milik Daerah (BMD) dan aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (2/9/2026). Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim Kunker Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, […]

  • Program GPM di Kabupaten Cirebon Bantu UMKM dan Kendalikan Inflasi

    Program GPM di Kabupaten Cirebon Bantu UMKM dan Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendukung pelaku usaha kecil. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (12/2/2025). Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa program ini dilaksanakan untuk menekan laju […]

  • Menjaga Adi Luhung Kebudayaan Bali, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Baru Perkuat Pembelajaran Bahasa dan Kearifan Lokal

    Menjaga Adi Luhung Kebudayaan Bali, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Baru Perkuat Pembelajaran Bahasa dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui pengundangan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Mata Pelajaran Muatan Lokal pada Pendidikan Formal dan Pendidikan Berbasis Masyarakat. Regulasi yang ditetapkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi langkah strategis dalam memperkuat […]

expand_less