Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP Dorong Evaluasi Besar-besaran Tata Ruang Bali di Diskusi IWO

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Isu krusial terkait masa depan tata ruang Pulau Dewata kembali mengemuka dalam Diskusi Publik yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Sabtu (11/4/2026). Forum ini menjadi panggung strategis bagi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali untuk menegaskan arah kebijakan penataan ruang ke depan.

Mengangkat tema “Siapa Pengendali Tata Ruang Bali: Pemerintah atau Investor?”, diskusi yang berlangsung di Gedung Merdeka Warmadewa College ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI I Nyoman Parta, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, Wakil Sekretaris Pansus TRAP Dr Somvir, akademisi Dr I Wayan Rideng, serta perwakilan BPN Provinsi Bali Dr I Made Herman Susanto. Diskusi dipandu oleh Dr Rhesa Anggara.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, dalam pemaparannya menegaskan bahwa persoalan tata ruang di Bali tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, hingga masyarakat sebagai pengguna ruang menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan pembangunan.

“Kerja-kerja penataan ruang ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Semua komponen harus bersama-sama menjaga ruang strategis Bali,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga filosofi pembangunan Bali yang berpijak pada harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Berbagai regulasi strategis telah disusun, termasuk Perda Bali Era Baru, namun implementasi di lapangan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Dalam konteks pemanfaatan ruang, Pansus TRAP mendorong pengaturan yang lebih ketat, termasuk pembatasan ekspansi horizontal dan pengendalian pembangunan vertikal berbasis nilai budaya dan kearifan lokal. Bangunan yang melebihi batas tertentu, menurutnya, harus tetap memperhatikan nilai-nilai lokal serta memberikan kompensasi yang berpihak pada kepentingan daerah.

Selain itu, isu penguasaan lahan oleh investor juga menjadi sorotan serius. Supartha mengungkapkan bahwa ada indikasi satu pihak dapat menguasai lahan hingga puluhan hektare di Bali, bahkan mencapai sekitar 80 hektare.

“Ini yang harus kita evaluasi bersama. Jangan sampai kita menjadi tamu di rumah sendiri,” ujarnya.

Pansus TRAP, lanjutnya, kini tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengevaluasi status lahan, termasuk Hak Guna Bangunan (HGB) yang tidak dimanfaatkan secara optimal atau bahkan terindikasi sebagai tanah terlantar.

“Kalau HGB sudah habis atau tidak dimanfaatkan sesuai peruntukan, harus dikembalikan sebagai aset negara. Itu adalah aset rakyat,” tegasnya.

Dari hasil temuan sementara, Pansus TRAP juga menemukan berbagai indikasi pelanggaran, mulai dari penyimpangan tata ruang, persoalan aset, hingga perizinan yang belum berjalan maksimal. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting agar ke depan tidak terjadi pelanggaran serupa.

Melalui forum IWO Bali ini, Pansus TRAP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali dari tekanan pembangunan yang tidak terkendali.

“Kita harus bergerak bersama. Jangan biarkan ruang dan tanah Bali yang luar biasa ini tidak kita jaga dengan baik untuk generasi ke depan,” pungkas Supartha.

Diskusi ini menjadi momentum reflektif sekaligus ajakan kolektif untuk memastikan bahwa arah pembangunan Bali tetap berlandaskan pada keberlanjutan, keadilan, dan kearifan lokal. (Van)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ungkap Beberapa Kasus: Polresta Magelang Beberkan Hasil Kegiatan Rutin yang Dioptimalkan Selama Ramadhan

    Ungkap Beberapa Kasus: Polresta Magelang Beberkan Hasil Kegiatan Rutin yang Dioptimalkan Selama Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 804
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polda Jateng | Dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, Polresta Magelang menggiatkan berbagai kegiatan dan patroli selama bulan Ramadan 1446 H, salah satunya dengan menggiatkan KRYD (Kegiatan Rutin yang Dioptimalkan). Hasil KRYD diungkapkan Polresta Magelang di Ruang Media Center, Senin (17/03/2025). Dalam kegiatan yang dipimpin PS. Kasat Resnarkoba AKP Tri Widaryanto, […]

  • Dinkes Kota Dumai Gelar Kampanye Dan Penggerakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat

    Dinkes Kota Dumai Gelar Kampanye Dan Penggerakan Masyarakat Untuk Hidup Sehat

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 20
    • 0Komentar

      Matakompas.Com Dumai- Dinas Kesehatan Kota Dumai menggelar kegiatan Kampanye dan penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat. Acara ini dibuka oleh Ketua TP. PKK Kota Dumai Ibu Hj. Leni Ramaini, SKM. kegiatan ini dilaksanakan di Pustu Laksamana bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif lintas sektor dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar secara […]

  • Hari Kesaktian Pancasila, Dewa Rai: Teguhkan Pancasila, Rawat Persatuan dan Hormati Jasa Pahlawan Revolusi

    Hari Kesaktian Pancasila, Dewa Rai: Teguhkan Pancasila, Rawat Persatuan dan Hormati Jasa Pahlawan Revolusi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H., Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, saat ditemui […]

  • Persaingan Ketat dan Kejutan Beruntun Warnai Babak Penentuan ETMC Ende 2025

    Persaingan Ketat dan Kejutan Beruntun Warnai Babak Penentuan ETMC Ende 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 24
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) Ende 2025 resmi memasuki babak penentuan. Babak penyisihan grup kini telah menuntaskan sebagian besar putaran kedua, dan dinamika persaingan antartim semakin memanas. Setiap pertandingan mulai terasa seperti final kecil, sementara peluang lolos ke fase knock-out masih terbuka lebar bagi sejumlah tim. Di Grup A, persaingan berlangsung sangat […]

  • Aliansi Minta Kapolri Tegas Tangani Kasus Kapolres Pasangkayu

    Aliansi Minta Kapolri Tegas Tangani Kasus Kapolres Pasangkayu

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Matacompas.com Mamuju– Desakan publik agar penanganan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan Kepala Polres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, terus menguat. Aliansi Pemuda dan Aktivis Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa lantang di depan Markas Polda Sulawesi Barat, Senin (7/7/2026). Mereka membawa tuntutan tegas agar institusi Polri bertindak profesional dan tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan kewenangan. Koordinator […]

  • Jaksa Tuntut Hukuman Berat Eks Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif di Kasus Korupsi Proyek Pasar Cigasong

    Jaksa Tuntut Hukuman Berat Eks Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif di Kasus Korupsi Proyek Pasar Cigasong

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 931
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM . BANDUNG – Kasus korupsi proyek Pasar Cigasong kembali menjadi perhatian publik. Dalam sidang yang digelar pada Senin, 13 Januari 2025.   Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman berat selama 4,5 tahun penjara bagi tiga terdakwa: Irfan Nur Alam (anak mantan Bupati Majalengka Karna Sobahi), Arsan Latif (eks Penjabat Bupati Bandung Barat), dan Andi […]

expand_less