Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peduli Umat di Pelosok, Manggala Taksu Agung Dukung Pembangunan Pelinggih di Banyuwangi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANYUWANGI, Matakompas.com – Organisasi sosial keagamaan Manggala Taksu Agung melaksanakan kunjungan spiritual sekaligus kegiatan sosial ke wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan ini menyasar umat Hindu yang tinggal di kawasan pelosok, khususnya di sekitar Alas Purwo dan kaki Gunung Raung.

Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan simakrama tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberadaan umat Hindu di luar Pulau Bali, terutama yang hidup dalam keterbatasan fasilitas keagamaan dan pendidikan.

Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gede Widhi mengungkapkan rasa haru dan kekagumannya terhadap keteguhan umat Hindu di Banyuwangi yang tetap menjalankan keyakinannya dengan penuh semangat.

“Kami merasa terketuk untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Saya melihat sendiri bagaimana mereka tumbuh dari hati, memiliki semangat luar biasa, bahkan berinisiatif membangun tempat suci secara mandiri di wilayah mereka,” kata Jro Gede Widhi di sela-sela kunjungannya.

Dukung Pembangunan Pelinggih di Lingkungan Sekolah

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah memenuhi undangan panitia pembangunan pura atau pelinggih di lingkungan SMP 2 Anglimo Raung.

 Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 60 orang tua dan wali murid Hindu yang menyampaikan berbagai aspirasi serta kendala dalam penyediaan fasilitas ibadah bagi siswa.

Menanggapi hal tersebut, Ibu Sinar yang merupakan salah satu pendiri Manggala Taksu Agung menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan sarana keagamaan.

Melalui relawan Dharma Manggala Taksu Agung, bantuan yang akan dihaturkan antara lain satu unit Pelinggih Padma Sari, satu unit Pelinggih Penunggun Karang, patung Ganesha dan Dewi Saraswati, paket lengkap upakara atau banten pemlaspasan serta piodalan, hingga pemuputan upacara oleh Ida Peranda.

Tidak hanya bantuan fisik, Ibu Sinar juga akan mempersembahkan Tarian Topeng Wali saat piodalan bertepatan dengan Hari Raya Saraswati yang jatuh pada 4 April 2026 sebagai bentuk pengabdian atau ngayah.

Pesan Penguatan Bagi Umat Minoritas

Dalam kesempatan tersebut, Jro Gede Widhi juga memberikan pemaparan mengenai tata cara pembangunan pelinggih yang sesuai dengan sastra agama Hindu. Ia sekaligus memberikan motivasi kepada umat Hindu yang hidup sebagai kelompok minoritas.

“Jangan berkecil hati menjadi minoritas. Beragama itu fokus ke dalam diri. Lakukan yadnya sesuai kemampuan dan sarana yang ada di wilayah setempat. Jangan terbebani untuk harus menjadi ‘seperti di Bali’. Yang terpenting adalah penerapan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Semangat gotong royong juga terlihat dari kesiapan Jro Mangku Pande, penari topeng dari Manggala Taksu Agung, yang menyatakan kesediaannya untuk ngayah. Pihak sekolah pun menyambut baik, bahkan iringan gamelan akan disiapkan oleh para guru setempat.

Rangkaian Persembahyangan di Situs Suci

Selain kegiatan sosial, rombongan Manggala Taksu Agung juga menjalani rangkaian perjalanan spiritual di sejumlah situs suci. Kegiatan diawali dengan mekemit di Pura Alas Purwo, dilanjutkan persembahyangan di Pura Kawitan serta Nataran Pura Alas Purwo.

Selanjutnya, rombongan menuju Petirtaan Beji Gumuk Kancil di lereng Gunung Raung untuk melakukan prosesi penglukatan dan persembahyangan di Pura Candi Gumuk Kancil.

Kunjungan kemudian ditutup di Pura Sandya Dharma yang saat ini tengah membangun wantilan sebagai balai pertemuan dan tempat pembelajaran agama atau santi.

Atas kedekatan yang terjalin selama kegiatan tersebut, Manggala Taksu Agung juga diundang kembali untuk menghadiri piodalan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Melalui kegiatan ini, Manggala Taksu Agung berharap semakin banyak umat Hindu di Nusantara yang tergerak untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap keberadaan situs suci serta pembinaan umat di daerah-daerah terpencil. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD ke – 123 Kodim 0603/Lebak Bawa Kebahagiaan Bagi Anak Sekolah di Desa Terpencil

    TMMD ke – 123 Kodim 0603/Lebak Bawa Kebahagiaan Bagi Anak Sekolah di Desa Terpencil

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Kehadiran anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke- 123 Kodim 0603/Lebak, di Desa Parungkujang Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, memberikan kesan baik bagi anak – anak sekolah di Desa Parungkujang Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak Banten, begitu antusias dan menyambut dengan gembira, bahkan anak-anak sekolah itu sangat gembira bisa dekat dengan anggota TMMD. Hal […]

  • Praperadilan Jilid III I Made Daging, GPS Desak Polisi dan Jaksa Tuntaskan Perkara

    Praperadilan Jilid III I Made Daging, GPS Desak Polisi dan Jaksa Tuntaskan Perkara

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Sidang praperadilan jilid III yang diajukan I Made Daging di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (3/11/2026), memasuki agenda pembacaan putusan. Tim kuasa hukum yang tergabung dalam Berdikari Law Office dan Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Bali menilai putusan tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menguji batas kewenangan […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM — Guna menjaga ketahanan pangan pos sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan sayur mayur di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanah, perawatan tanaman, dan panen di kebun Pos Salang yang berada di Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh personel Pos Salang sebagai bagian […]

  • Harun Al-Rasyid kejar Prestasi di Malaysia

    Harun Al-Rasyid kejar Prestasi di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    Teks foto: Harun Al-Rasyid Nasution (kiri) dan Maria Valentina Evelyn (kanan Medan – Atlet berkuda Sumatera Utara Harun Al-Rasyid Nasution tak berhenti untuk terus membukukan pencapaian positif dalam perjalanan karirnya di bidang olahraga berkuda Equestrian-Endurance atau Ketahanan Setelah tampil memukau pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Harun Al Rasyid Nasution mengikuti kejuaraan Endurance atau Ketahanan Kuda […]

  • Pemkab Cirebon Adakan Program GPM di Kecamatan Mundu Bantu Tekan Inflasi

    Pemkab Cirebon Adakan Program GPM di Kecamatan Mundu Bantu Tekan Inflasi

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com –  Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Mundu, Kamis (24/4/2025), sebagai upaya konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan strategis sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) itu menghadirkan sembilan pelaku usaha pangan yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di […]

  • Ada Klausul Penyelesaian Perdata, Diduga Persoalan Bisnis Diproses Jalur Pidana oleh Penyidik Bareskrim

    Ada Klausul Penyelesaian Perdata, Diduga Persoalan Bisnis Diproses Jalur Pidana oleh Penyidik Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Matacompas.com Kinerja kepolisian kembali disorot. Ini setelah oknum penyidiknya diduga tak profesional dalam menjalankan tugasnya. Sebuah kasus yang dinilai sengketa keperdataan, justru diproses secara pidana oleh oknum penyidik tersebut. “Persoalan bisnis, sudah ada perjanjian bahwa penyelesaiannya apabila ada masalah dilakukan secara perdata di pengadilan negeri, malah diproses secara pidana. Saya ditersangkakan,” ujar Deni kepada wartawan, […]

expand_less